Kuburan di Ujung Run Way Bandara Rendani Manokwari Penyebab Pesawat Sering Tergelincir ?

ilustrasi kuburan tua. (Foto : dok.google)

LINGKAR PAPUA.COM, MANOKWARI –  Sejumlah warga masyarakat yang bermukim di sekitar Bandara Rendani Manokwari yang masih mempercayai hal – hal ghaib dan mistis meyakini beberapa kali pesawat tergelincir di lintasan Bandara Rendani dikarenakan adanya bekas kuburan di ujung landasan yang hingga kini belum di relokasi.

“Diatas tanah perpanjangan run way ada sejumlah kuburun yang hingga kini belum di relokasi kerangkanya, percaya atau tidak, bila Pemerintah tidak mencarikan lokasi kuburan baru untuk mengangkat kerangka jasad yang ada, maka bisa saja insiden yang sama akan terulang kembali”, kata Izak Katebu, salah satu warga Taman Ria Manokwari kepada Lingkar Papua.com, Sabtu (3/6/2017) malam.

Baca Juga:  Akhirnya KPU Papua Upload Berkas Cagub dan Cawagub Papua di Portal KPU RI

Menurutnya selama ini kurang lebih sudah tiga kali insiden pesawat tergelincir di Bandara Rendani, selain factor cuaca, panjang run way yang di rasa kurang memadai, warga meyakini ada factor – factor ghaib yang juga harus di tangani, karena di bandara tersebut bersemayam jasad leluhur yang harus di hormati juga.

Ia mengaku sangat mendukung rencana pemerintah untuk penambahan panjang run way Bandara Rendani, namun pemerintah juga harus melihat aspek social, kultural, dan memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak dengan pembangunan itu.

Hal senada disampaikan Dorus Mandacan, menurutnya bukan soal biaya pembangunan run way nya saja yang harus jadi perhatian pemerintah, sebaiknya sebelum dilakukan pembangunan, harus ada komunikasi dan sosialisasi ke warga masyarakat sekitar yang terdampak.

Baca Juga:  Telenggen – Ongomang Ingin Kabupaten Puncak Tenang !

“kita minta agar ganti rumah yang dibangun sesuai dengan tipe rumah lama, kita berharap Pemerintah Daerah harus cermati hal ini dengan baik, sebelum dilakukan penggurusan harus sosialisasi dulu ke masyaraka, dan hak – hak masyarakat harus di selesaikan dahulu, biar tidak ada masalah di kemudian hadi”, kata Dorus Mandacan.

Pemerintah Provinsi Papua Barat mengalokasikan anggaran perpanjangan run way (landasan pacu) Bandara Rendani Manokwari sebesar Rp. 80 miliar, untuk menambah panjang run way dari 2000 meter menjadi 2.500 meter.

Tahun ini sudah dianggarkan untuk perpanjangan Rendani oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Manokwari

Sebelumnya, Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan juga mengatakan agar persoalan tanah dengan masyarakat juga di selesaikan lebih dahulu agar tidak ada masalah di kemudian hari antara pemerintah dan masyarakat.

Baca Juga:  Investasi Return Tinggi Telan Korban Lagi

“sebelum Pemerintah melakukan penggusuran untuk perpanjangan run way, paling utama harus menyediakan lahan atau lokasi baru bagi warga terkena dampak penggusuran, dan harus ada sosialisasi dan komunikasi yang baik dengan masyarakat dahulu”, kata Bupati Manokwari. (esm/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*