Puluhan Calon Anggota MRP Papua Barat Diduga Pake’ Ijazah Palsu

Ilustrasi kantor MRP Provinsi Papua di Kotaraja, Jayapura (Foto : Dok. Ist)

LINGKAR PAPUA.COM, MANOKWARI – Sedikitnya 30 orang oknum Calon Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat tahun 2017- 2022 terindikasi menggunakan ijasah palsu untuk mengikuti seleksi calon anggota MRP PB.

Hal itu diungkapkan salah satu anggota Panitia Seleksi (Pansel) MRP Papua Barat, Filep Wafatma, SH, MM. Hum, Jumat (9/6/2017)  kepada awak media.

“sekitar 30 orang calon MRP Papua Barat diduga kuat menggunakan ijasah palsu untuk lolos ke tahap selanjutnya, setelah mendengar masukan dari masyarakat, kami sudah berkoordinasi dengan Polda Papua Barat untuk mengusut dan menelusuri soal dugaan ijazah palsu ini”, kata Wafatma.

Katanya, berdasarkan informasi maupun laporan dari, masyarakat ke Panitia Seleksi, hal itu membuat Pansel langsung melakukan validasi ijasah tersebut.

Baca Juga:  Di Jayapura AHY Kasih Bocoran Soal Pilihannya, Jokowi Atau Prabowo ?

“Validasi ijasah kita lakukan mulai dari kemarin sampai hari ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon anggota MRP Papua Barat adalah mereka yang benar- benar memiliki kualitas yang baik, sehingga harus dibuktikan spesifikasi pendidikan formal,”katanya.

Dia menjelaskan, modus yang dilakukan 30 orang diantanya, mengubah nama pemilik ijasah dengan namanya, mereka tidak terdaftar di Perguruan Tinggi asal sebagai mahasiswa dan tidak terdaftar dalam Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) Dikti.

Selain itu, ada juga yang terdaftar sebagai mahasiswa namun statusnya belum wisuda, terdaftar aktif sebagai mahasiswa tetapi tidak memiliki profil kemahasiswaan.

“Malam ini Panitia Seleksi melaksanakan pleno terkait dengan pemenuhan seleksi kesehatan, jadi bisa menentukan siapa yang lolos mengikuti tes kesehatan, maka selanjutnya bisa mengikuti seleksi tahap tes psikologis,”ujarnya.

Baca Juga:  Tiga Belas Tahun Disclaimer, Akhirnya Keerom Dapat Opini WDP Dari BPK

Wafatma menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan rapat evaluasi terhadap ijasah-ijasah hasil validasi, untuk mengambil langkah menyelamatkan proses rekrutmen calon anggota MRP PB.

” menjadi bahan koreksi untuk ke depan, perlu dilakukan upaya hukum, agar setiap orang atau Perguruan Tinggi yang mengeluarkan ijasah palsu dan melakukan pembodohan terhadap orang asli Papua, ini perlu di tindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum,”tegasnya.

Wafatma berharap, supaya peristiwa tidak sebatas proses seleksi, hal ini harus di telusuri oleh Polda Papua Barat ini menjadi pembelajaran kedepan. Dengan begitu tidak ada orang asli Papua yang berpikir untuk menduduki sebuah jabatan dengan cara instan.

Wafatma juga mengatakan bahwa Pansel juga memberikan kesempatan kepada pihak – pihak terkait untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan dan temuan Pansel tersebut.

Baca Juga:  Berkas Perbaikannya Ditolak, Ithaman Tago Nilai KPUD Mamberamo Tengah Tendensius

“jelas kita berikan mereka hak jawab lah, untuk mengklarifikasi kami berikan kesempatan kepada mereka karena itu hak mereka”, kata Wafatma. (ems/R1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*