Modus Baru Kejahatan di Jalan Raya, ASN Dinkes Keerom Jadi Korbannya

Agus Pareira, staff Dinkes Kabupaten Keerom, saat di rawat di UGD RSUD Kwainggi Keerom, karena lehernya terjerat tali yang membentang di jalan raya, yang di duga dipasang oleh seseorang yang ingin berbuat jahat terhadap pengendara motor, modus baru kejahatan di jalan raya yang muncul di Jayapura dan perlu di waspadai. (Foto : Dok Humas Polda Papua)

LINGKAR PAPUA.COM, KEEROM—Modus baru melakukan kejahatan di jalan raya kembali muncul di Kota Jayapura dan sekitarnya, kali ini korbannya adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom.

Karena asyik mengendarai motornya dari arah Abepura menuju ke Keerom, Minggu (18/6/2017) sekitar pukul 18.30 WIT, setibanya di Kampung Yowong, ia tidak memperhatikan bila ada tali membentang di tengah jalan raya, hingga tali itu menjerat lehernya, dan ia tidak bisa bernafas barulah tersadar, dan akhirnya ia melepaskan genggaman tangan pada grip gas dan terjatuh ke sisi jalan raya.

Bila ia tidak inisiatif dan segera melepaskan motornya, bis di pastikan tali tersebut akan membetot lehernya hingga tidak bisa bernafas lagi.

“saya tidak lihat kalau ada tali di situ, kayaknya memang sengaja orang pasang, karena jalanan sunyi dan sudah mulai gelap, karena leher saya tiba – tiba seperti di cekek, makanya saya langsung lepas gas dan buang badan ke jalan”, kata Agus Pirera, yang tinggal di Kampung Yetti Kabupaten Keerom dan mengaku kerja di Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom.

Seperti dalam release yang di kirimkan Kabidhumas Polda Papua ke Lingkar Papua, korban sudah mendapatkan perawatan di RSUD Kwaingga, dimana kondisinya mengalami luka lebam di bagian leher.

“korban juga mengaku sempat pingsan beberapa saat, akhirnya tersadar lagi, ini modus baru dalam kejahatan di jalan raya, jadi kami sarankan agar khususnya para pengendara motor, lebih berhati – hati lagi apalagi melintasi daerah hutan atau perkampungan yang sunyi”, kata Kombes (Pol) Akhmad Musthofa Kamal, Kabidhumas Polda Papua, Minggu (18/6/2017).

Kerugian lainnya yang di derita oleh Agus Pareira adalah motornya yang mengalami kerusakan di beberapa bagian. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait siapa pelaku yang memasang jerat bentangan tali di jalan raya dekat Kampung Yowong tersebut.

Selain kasus, penjambretan, pencurian bermotor, dan peramasan motor dengan kekerasan yang belakangan marak, modus memasang jerat tali di jalan raya adalah modus baru kejahatan di jalan raya yang perlu di waspadai, apalagi para pengendara kendaraan bermotor.

Salah satu tips yang bisa diterapkan untuk mengantisipasi agar tidak mengalami kejadian serupa yang dialamai oleh ASN Dinas Kesehatan tersebut, apabila memang harus menggunakan motor tengah malam dan melalui jalan – jalan sepi, hutan yang banyak pohon, atau perkampungan, pastikan bahwa Anda mengikuti sebuah kendaraan mobil di bagian depan, sehingga kalau ada jeratan tali di tengah jalan raya bisa terhindar tentunya. (amr/R1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*