Tutup Pendaftaran, Ada 8 Cagub dan 2 Cawagub Mendaftar di PDI-P Provinsi Papua

Paskalis Letsoin, Ketua Bapilu DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua. (Foto : Amri/Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA – Per 10 Juni 2017 lalu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Provinsi Papua telah menutup pendaftaran Bakal Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Provinsi Papua dan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Periode 2018 – 2023.

Dimana pendaftaran yang dibuka sejak 31 Mei 2017 lalu itu berhasil menjaring sebanyak 8 (delapan) Bakal Calon Gubernur Provinsi Papua dan 2 (dua) Bakal Calon Wakil Gubernur yang mendaftar.

“saat ini kita tengah menjalani tahap pengembalian berkas formulir dan kelengkapan berkas pendaftaran, memang untuk di PDI P, berkasnya sangat komplit, jadi sudah sama dengan mau mendaftar di KPUD, tujuannya supaya saat mau mendaftar nanti, kandidat tidak perlu repot – repot siapkan berkas lagi, partai yang urus, karena semua sudah lengkap”, kata Paskalis Letsoin, SH, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PDI-P Provinsi Papua, Senin (19/6/2017) saat ditemui di kantor DPD PDI-P di Jalan Asrama Haji Kotaraja, Jayapura.

Menurutnya untuk pendaftaran Cagub dan Cawagub, para calon bisa mengambil formulir di DPD Provinsi atau bisa juga melalui DPP di Jakarta, sedangkan untuk Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati mekanismenya bisa daftar lewat kabupaten bisa juga di Provinsi.

Baca Juga:  “KATANYA HANYA 500 HEKTAR, TERNYATA YANG DI CAPLOK 50.000 HEKTAR”

“untuk Cagub Papua ada satu kandidat yang kemarin mendaftar (ambil formulir) lewat DPP yakni Paulus Waterpauw, karena untuk pengambilan formulir tidak bisa di wakilkan harus Cagub sendiri, makanya lebih dekat dari tempat tugasnya di Sumatera Utara kemarin jadi ambilnya di DPP,  tetapi untuk pengembalian berkasnya tetap di DPD Provinsi sini, dan Pak Waterpauw adalah Cagub yang pertama kali melengkapi berkas dan sekaligus sudah terdaftar, rencana hari ini (Senin-Red) Lukas Enembe juga mengembalikan berkas sekaligus mendaftar resmi”, kata Paskalis Letsoin di damping Bosko Yamlean, S.Si.

Untuk 8 Calon Gubernur yang sudah mendaftar di PDI-P adalah Irjen (Pol) Drs. Paulus Waterpauw, Lenis Kogoya, Pdt. A. Yoku, S.Th, Drs. Mesak Manibor, MMT, Jhon Wempi Wetipo, SH, MH, Lukas Enembe, S.IP, MH, Spei Y. M, ST, M.Si, DR. Ones Pahabol, sedangkan untuk Bakal Calon Wakil Gubernur ada dua nama yakni Habel M Suwae dan DR. R. Eduard. F. Wayoi, S.Sos.

“pendaftaran kita sudah tutup, memang masih ada kandidat yang komunikasi minta di perpanjang, tapi kita tidak layani, tetapi kalau memang masih ingin mendaftar bisa di coba saja lewat DPP, karena kewenangan lewat DPP masih menerima atau tidak, kalau di DPD sudah tutup”, kata Paskalis menyebutkan salah satu bakal calon yang telat mendaftar dimaksud.

Baca Juga:  Siap Mundur dari Dinas PU, Ini Jualan Djuli Mambaya di Pilgub Sulsel

Selain persiapan pelaksanaan Pilgub Papua, PDI-P juga melakukan pendaftaran bakal calon untuk Bupati dan Wakil Bupati di 7 kabupaten yakni Biak Numfor, Deiyai, Paniai, Jayawijaya, Puncak, Mimika dan Mamberamo Tengah.

Ketika di tanya soal target kemenangan PDI-P di 7 kabupaten dan 1 provinsi yang gelar Pilkada serentak 2018 ini, Paskalis Letsoin tidak ingin muluk – muluk, menurutnya saat ini ada dua daerah yang kemungkinan besar PDI P bisa mengusung kandidat sendiri di tingkat kabupaten yakni di Puncak dan Deiyai, sedangkan lima kabupaten dan 1 provinsi harus berkoalisi dengan partai lainnya.

“kita belum bicara target dulu lah, tapi yang pasti ada dua daerah yang mana kita sebagai pemenang di legislative kemarin, sedangkan untuk Provinsi ini kita belum bisa memprediksi, karena PDI- P hanya punya 7 kursi yang artinya membutuhkan koalisi dengan partai lain untuk bisa mengusung”, kata Paskalis Letsoin.

Ia juga menampik rumor yang berkembang di luar bahwasanya di dalam internal kubu PDI-P ada kubu – kubuan pendukung Bakal Calon Gubernur, dimana saat pendaftaran kemarin dari tiap kandidat yang mendaftar kesannya di terima dan saat berfoto bersama kandidat pengurus yang mendampingi berbeda – beda.

Baca Juga:  Soal Pasangannya di Pilgub Papua, HMS Masih ‘Baca Ombak dan Gelombang’

“jadi ada rumor yang keliru, seolah – olah pengurus DPD ikut dukung mendukung, karena saat pendaftaran Lenis Kogoya kemarin yang terima dan terlihat mendampingi di foto bersama yang keluar di media berbeda dengan yang foto dan damping saat Lukas Enembe maupun Jhon Wempi Wetipo, jadi saya tegaskan tidak ada pengurus yang terlibat aktif ikut dukung mendukung salah satu kandidat, hal itu terjadi karena kita berlakukan system piket selama masa pendaftaran kemarin, karena masing – masing kandidat datang di waktu yang berbeda, jadi pasti petugas piket yang menerima juga berbeda – beda”, katanya menampik rumor.

Bahkan Paskalis Letsoin menegaskan, apabila ada kader atau pengurus DPD yang terang – terangan menyatakan dukungan atau mendukung salah satu kandidat yang mendaftar kemarin, dari partai akan mengambil tindakan tegas kepada yang bersangkutan. (amr/R1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*