Meski Diguncang Kredit Macet, Direksi Jamin Likuiditas Bank Papua Aman

Direktur Utama Bank Papua, F. Zendrato (baju putih) saat memberikan keterangan pers kepada awak media, Rabu (21/6/2017) di kantor Bank Papua. (Foto : Amri)

LINGKAR PAPUA.COM, JAYAPURA – Meski saat ini Bank Papua lagi di landa kredit bermasalah dan bahkan kredit macet dalam jumlah yang besar, melampaui batas maksimum yang sudah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tetapi Direksi Bank Papua yang baru dilantik beberapa waktu lalu menjamin bahwa likuiditas Bank Papua saat ini aman, apalagi jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri yang dipastikan akan terjadi peningkatan kebutuhan nasabah akan dana tunai dan segera ataupun mendadak.

“posisi likuiditas Bank Papua sangat aman, kas Giro kita di BI sekitar 2,1 Triliun, yang ada di Bank lain ada sekitar 3,1 Triliun, jadi rasio secondery reserve (cadangan likuiditas) Bank Papua safety yakni 14,8 % sebanyak Rp 3 triliun, sedangkan syarat minimum 5%, jadi likuiditas Bank Papua aman”, kata F. Zendrato, Direktur Utama Bank Papua yang baru dalam jumpa pers di kantor Bank Papua, Rabu (21/6/2017).

Baca Juga:  WALIKOTA MENANGIS, TIDAK INGIN JAYAPURA SEPERTI POSO DAN AMBON

Direksi menjamin, bahwa saat ini posisi likuiditas Bank Papua aman sehingga bila nasabah hendak menarik dana mereka dalam jumlah besar sekalipun tidak masalah, karena dana cadangan Bank Papua diatas batas ketentuan minimal yang di persyaratkan.

“jelang lebaran kita juga sudah sediakan dana segar sekitar Rp. 1,5 triliun – Rp. 2 triliun, jadi tidak ada masalah, mungkin ada mau pembayaran gaji 13 belas, bayar THR, bahkan selama hari libur juga kita sudah sediakan kebutuhan khusus untuk di ATM, jadi kami menjamin kebutuhan nasabah akan dana cash bisa terpenuhi, bahkan meski libur, pada tanggal 30 Juni kita buka layanan kas secara terbatas”, kata F. Zendrato lagi.

Menurutnya, meski saat ini Bank Papua tengah digonjang – ganjing kredit macet yang menurut OJK tertinggi di seluruh perbankan yang ada di Indonesia, namun kondisi tersebut tidak menyurutkan animo dan kepercayaan pihak ketiga terhadap Bank Papua, hal itu dibuktikan dengan masih terjalinnya kerja sama dengan beberapa institusi pemerintahan di tahun ini.

Baca Juga:  KPK Layangkan Surat Panggilan Untuk Bupati Merauke ?

“tahun ini kita juga kerja sama dengan PT. Taspen untuk menyalurkan dana pension dari Januari sampai saat ini kurang lebih Rp 53 Miliar, dengan Kementerian PU & Perumahan Rakyat penyaluran bantuan stimulant perumahan swadaya dari Januari – Juni sebesar Rp 75 Miliar di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat juga Rp 75 Miliar, penyaluran Dinas Perumahan Kabupaten / Kota se Provinsi Papua, bantuan DAK Perumahan 150 Miliar, Dinas Pendidikan Provinsi Papua untuk penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) semester pertama tahun 2017 Rp. 46,3 Miliar untuk provinsi Papua BOS SMA, sedangkan BOS untuk SD – SMP sebesar 233,1 Miliar, BOS SMK Rp. 21, 3 miliar, Tunjangan Profesi Guru semester pertama Rp. 20 miliar”.

Baca Juga:  Adam Arisoy: PSU Kabupaten Jayapura Tetap Tanggal 9 Agustus

Dan menurutnya setelah penyaluran semester pertama ini nantinya kerja sama tetap akan dilanjutkan untuk penyaluran semester kedua, sehingga tidak perlu ada keraguan public terhadap kinerja dan operasional Bank Papua yang tetap aman dan dana – dana nasabah yang ada terjamin, karena kredti macet yang sedang menimpa Bank Papua tidak mengurangi ataupun menurunkan tingkat kepercayaan public terhadap Bank Papua.

“16 Juni kemarin sudah dilakukan RUPS Tahun Buku 2016, hasilnya pemegang saham menerima Laporan Kinerja Tahun Buku 2016, juga Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 2017, dimana pemegang saham yang hadir Gubernur dan sejumlah Kepala Daerah lainnya, dan semuanya meneirma”, kata Direktur Utama lagi. (amr/R1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*