Remisi Idul Fitri Untuk Tiga Koruptor dari Sorong Tunggu SK Dirjen Kumham

Agus Soekarno, Bc.IP, SH, Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Papua Barat saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Manokwari, Papua Barat, Kamis (22/6/2017) terkait pemberian remisi kepada sejumlah narapidana di beberapa Lapas di Papua Barat. (Foto : Dok Kumham Papua Barat)

 

LINGKAR PAPUA.COM, MANOKWARI – Jelang Hari Raya Idul Fitri, 25 Juni 2017 kemarin, sebanyak 147 orang Narapidana (napi) dari 4 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) da 1 Rutan Cabang yang ada di Provinsi Papua Barat mendapatkan remisi (pengurangan masa hukuman-Red) Idul Fitri 1438 Hijriah, sedangkan 3 narapidana kasus korupsi (koruptor-Red) dari Sorong kepastian mendapat remisi atau tidak masih di tangan Dirjen Kumham, karena hingga kini SK- remisi ketiganya belum turun.

Baca Juga:  Pangdam Berang, Anggota Dewan Heran ?

“dari total 862 narapidana yang ada di 3 lapas di wilayah Kanwil Kemenkumham Papua Barat, hanya 147 narapidana saja yang mendapatkan remisi Idul Fitri, untuk 3 terpidana kasus korupsi dari Sorong, masih tunggu SK persetujuan Dirjen dapat remisi atau tidak”, kata Agus Soekarno, Bc.IP, SH, Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Papua Barat melalui releasenya yang diterima Lingkar Papua.

Menurutnya jumlah narapidana yang berada di Lapas kelas II Manokwari sekitar 267 orang namun yang mendapatkan remisi hanya 46 orang, sementara di Lapas II B Sorong jumlah narapidana 400 orang, yang dapat remisi 53 orang.

Untuk Lapas Fakfak dari 99 narapidana, sebanyak 35 orang mendapatkan remisi, Lapas Teluk Bintuni dari 53 narapidana sebanyak 10 orang mendapatkan remisi, sedangkan di Rutan Cabang Teminabuan dari 10 orang hanya1 yang mendapatkan remisi.

Baca Juga:  Di Sentani, Dua Pelajar Penikmat Ganja Diamankan BNN, Ngaku Sudah Dua Tahun Jadi Pemake'

“narapidana yang mendapatkan remisi mereka menjalani masa hukuman kurang lebih 6 bulan, hal ini dilihat pada hasil verifikasi maupun penelitian, dimana 6 orang narapidana khusus kami usulkan dapat remisi, dan setelah melalui verifikasi akhirnya disetujui oleh Kementerian Kumham di Jakarta”, kata Agus Soekarno tanpa merinci lebih lanjut siapa saja keenam orang yang mendapatkan remisi khusus itu dan dalam kasus apa. (ers/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*