PSU Puncak Jaya, 3 Orang Tewas, 20 Luka – Luka

Ketua DPRP Provinsi Papua, Yunus Wonda bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi Papua saat menyambangi Posko ketiga Timses di Mulia, Puncak Jaya Selasa (4/7/2017) kemarin dan meminta bentrok antar pendukung dihentikan karena sudah cukup banyak korban jiwa dan harta benda yang jatuh. (Foto : Dok, Humas Polda Papua

 

LINGKAR PAPUA.COM, MULIA— Sejak pelaksanaan Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kabupaten Puncak Jaya yang digelar Kamis, (15/7/2017) hingga usai tahap rekapitulasi perolehan suara hasil PSU di KPU Provinsi Papua, Jumat (23/7/2017) lalu, dan Minggu (2/7/2017) kembali terjadi bentrok antar pendukung tiga pasangan calon telah menelan korban nyawa sebanyak 3 orang, 20 orang luka – luka baik dari pendukung ketiga pasangan calon maupun aparat yang bertugas mengamankan pelaksaan PSU di kabupaten tersebut.

Sedangkan kerugian materi yang di timbulkan akibat bentrok yang terjadi hingga kemarin berdasarkan data yang disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Yunus Wonda, sedikitnya 14 rumah dan 10 honai (rumah penduduk asli Papua-Red) ludes terbakar, 9 unit sepeda motor rusak berat maupun terbakar, belum lagi rusak – rusak ringan lainnya pada beberapa fasilitas pemerintah.

Baca Juga:  Pulang Gereja Langsung ke TKP Untuk Tenangkan Warga, Kapolresta dan Ajudannya di Amuk Massa

“sudah cukup banyak yang jadi korban baik jiwa maupun harta benda, saya harap semua pertikaian ini harus dihentikan, jangan hanya gara – gara politik sehingga kita di pecah belah, kita semua harus kembali bersatu untuk bangun daerah kita”, kata Yunus Wonda, Ketua DPRP Provinsi Papua dalam arahannya di hadapan simpatisan dan pendukung masing – masing pasangan calon saat menyambangi ketiga Posko Timses Paslon yang ada di Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (4/7/2017) kemarin.

Dalam release yang diterima Lingkar Papua semalam, Ketua DPRP Provinsi Papua yang datang ke Puncak Jaya bersama unsur pimpinan Forkompimda Provinsi Papua, diantaranya Kapolda Papua, Irjen (Pol) Drs. Boy Rafli Amar, MH, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen (TNI) George E. Supit, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE, MM mengajak seluruh warga Kabupaten Puncak Jaya menyudahi saling serang dan baku bunuh antara kedua belah pihak, karena tidak ada yang di untungkan, justru warga yang dirugikan baik nyawa maupun harta.

“saya harap tidak ada lagi saling hujat antara masing – masing pendukung dan tim sukses, saya harap Timses masing – masing juga bisa menahan diri dan jangan saling memprovokasi, apalagi sampai memprovokasi jemaat, di hari ibadah lagi, karena yang jadi korban adalah kalian sendiri, bukan orang lain”, kata Ketua DPRP saat menyambangi ketiga Posko Timses masing – masing calon.

Baca Juga:  Adam Arisoy: PSU Kabupaten Jayapura Tetap Tanggal 9 Agustus

Ketua DPRP menegaskan bahwa siapapun yang ditetapkan oleh MK atau apapun hasil dari MK, hendaknya seluruh masyarakat Puncak Jaya harus mendukung untuk kemajuan Puncak Jaya.

Ketua DPRP juga sangat menyayangkan hanya gara – gara perebutan kursi jabatan sehingga rakyat kecil yang jadi korban, padahal ketiga pendukung dan timses pasangan calon adalah keluarga dan kerabat semua.

“stop pertikaian ini, kita serahkan proses demokrasi sesuai aturan, dan tidak ada lagi yang baku serang, tidak boleh ada timses yang memprovokasi warga, dan semua harus pulang ke rumah masing – masing jalankan aktifitas seperti biasa”, himbau Ketua DPRP juga.

Dari masa ke masa, Pilkada Kabupaten Puncak Jaya selalu menyisakan momok yang berdarah – darah, akibat system noken sehingga membuka peluang perang dan bentrok secara terbuka antar pendukung untuk memperebutkan suara di setiap TPS, apalagi bila kubu dan pendukung dari masing – masing timses pasangan calon tidak bisa menahan emosi, dipastikan aka nada korban jiwa.

Baca Juga:  Laki - Laki Napo, Pamer ‘Senjata’ ke Karyawan Bank Dalam Angkot

Pelaksanaan PSU Pilkada Kabupaten Puncak Jaya sendiri sesuai putusan dari Mahkamah Konstitusi sedianya dilaksanakan pada 6 Juni 2017 lalu oleh KPU Provinsi Papua, namun karena ada sejumlah hambatan sehingga molor di undur ke 14 Juni 2017, namun karena belum adanya sosialisasi dan kesiapan penyelenggara sehingga baru bisa dilaksanakan pada 15 Juni 2017.

PSU berhasil dilaksanakan pada 6 Distrik yakni Lumo, Yamoneri, Yambi, Dagai, Ilamburawi dan Distrik Nukanikime yang terdiri dari 72 TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 31.240 suara, namun seperti yang lalu – lalu, proses PSU tidak berjalan mulus juga, di beberapa TPS terjadi bentrok antar pendukung meski sudah di lakukan pengamanan yang ketat oleh aparat, bahkan juga sempat diwarnai dengan insiden penembakan terhadap pesawat terbang yang mengangkut logistik Pilkada.

Akhirnya, 23 Juni 2017 lalu, Rekapitulasi dan Pleno hasil PSU Pilkada Puncak Jaya berhasil di tuntaskan di KPU Provinsi Papua hingga tengah malam, dan hasilnya juga telah di laporkan kembali ke Mahkamah Konstitusi dengan sejumlah catatan dan di saat menanti apa hasil dari Mahkamah Konstitusi, Minggu (2/7/2017) kemarin, di saat umat Nasrani harusnya menggelar ibadah, kembali terjadi bentrok antara ketiga para pendukung pasangan calon. (amr/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*