Kamaniel Kiwak : Saya Butuh Partai Politik Bukan Untuk Mendaftar Saja, Tapi Untuk Sama – Sama Pikir, Kerja dan Bangun Mimika Lima Tahun Kedepan

 

Salah satu Bakal Calon Bupati Mimika periode 2018 – 2023, Kamaniel Kiwak, S.Sos saat mengembalikan berkas ke DPC Partai Nasdem Kabupaten Mimika yang diterima oleh Daud Bunga, Sekretaris DPC. (Foto : Dok. Honai Kamaniel Kiwak)

 

LINGKAR PAPUA.COM, MIMIKA— Proses pendaftaran yang sedang di lalui saat ini meurut Kamaniel Kiwak, salah satu bakal calon Bupati Mimika periode 2018 – 2023 bukan sekedar proses meminta dukungan partai politik untuk menghantarkan dirinya sebagai Calon dalam Pilkada 2018 mendatang, namun juga sebuah proses membangun kesepahaman, menyatukan visi antara dirinya dengan partai politik pendukung untuk membangun Mimika lima tahun ke depan.

“saya sudah daftar di 4 partai, dan sudah mengembalikan berkas semuanya, saya memilih melalui semua proses dan tahapan dari bawah, karena itu bagian dari pembelajaran politik yang ingin kita bangun untuk Mimika ke depan, meskipun ada peluang dan jalan untuk tembak langsung ke atas, tapi bagi saya pribadi itu sama saja kita tidak menghargai ‘tuan rumah”, karena partai politik di kabupaten itulah pemilik hak usung yang sebenarnya”, kata Kamaniel Kiwak kepada Lingkar Papua melalui saluran telepon, Sabtu (8/7/2017).

Menurutnya secara pribadi ia prihatin selama dua periode ini selalu ada pertentangan kepentingan antara eksekutif dengan legislative, salah satu bukti kongkritnya adalah berlarut – larutnya masalah di DPRD Mimika seperti pada periode yang lalu – lalu.

“partai politik ataupun legislative itu mitra eksekutif, tidak akan ada pemerintahan berjalan bagus tanpa adanya legislative atau partai politik, jadi bagi saya bukan butuh partai politik sekedar untuk mengusung saya dan mendaftar, tapi saya punya kerinduan DPRD Mimika ke depan tidak ada ribut – ribut lagi, ditetapkan sesuai jadwal, jadi harus sejalan dengan eksekutif, untuk apa kita dapat rekomendasi kelak misalnya, kalau Tuhan ijinkan, tapi orang – orang partai di daerah tidak ikut mendukung saya membangun Mimika, karena saya bukan butuh partainya, tapi saya butuh dukungan partai politik untuk sama – sama pikir, dan kerja bangun Mimika lima tahun ke depan”, kata Kamaniel Kiwak lagi.

Menurutnya saat ini ia sudah mendaftar dan mengembalikan berkas di 4 partai politik, ia yakin dan percaya di tengah pesimistis masyarakat akan praktek – praktek transaksional partai politk yang di gembar – gemborkan selama ini, ia meyakini masih ada pengurus dan partai politik di Mimika yang punya hati dan benar – benar ingin mengabdi serta menolong rakyat.

“sudah pengembalian berkas ke PDI P, Golkar, Hanura dan baru kemarin ke Partai Nasdem, tidak ada lobby khusus, saya hargai mereka punya aturan, saya ikuti procedural, ada yang bilang memang harus segera lobby ke provinsi, ke pusat, saya orang biasa, anak dusun, mungkin orang lain sudah main sampai jaringan tingkat tinggi ke Provinsi dan Pusat mungkin, kalau saya ade saya hanya minta ke Tuhan saja untuk buka teman – teman partai di Mimika ini punya hati, dan mereka mau sama – sama dengan saya kita benahi Mimika”, kata Kamaniel Kiwak merendah.

Karyawan PT. Freeport Indonesia yang selama ini berkecimpung sebagai salah satu pengajar di Nemangkawi Institute itu mengajak kepada seluruh calon pemimpin di Kabupaten Mimika yang hendak maju dalam Pilkada Mimika hendaknya memberikan pembelajaran politik yang positif kepada masyarakat.

“politik itu adalah alat saja, dia bukan tujuan, sama juga, kekuasaan itu alat saja, kalau kita salah gunakan nanti kita juga celaka, jadi mari kita kasih edukasi politik yang baik dan benar, saling hargai, kita berkompetisi secara sehat, fair play kah, dong bilang, tetap jaga persaudaraan sesama kandidat maupun pendukung, karena saya yakin yang sudah nyatakan maju ini pasti punya hati ingin menolong rakyat semua, kalau kita gunakan segala macam cara untuk mendapatkan kekuasaan, maka nanti Tuhan yang akan kasih pelajaran juga buat kita”, katanya lagi mengaku enjoy saja menjalani semua proses yang tengah berlangsung.

Menurutnya aman atau tidaknya Kabupaten Mimika tergantung pemimpin, bagaimana mampu merangkul seluruh kelompok kepentingan, demikian juga jelang Pilkada potensi gesekan juga makin tinggi, untuk itu ia berharap sesama kandidat harus bisa menenangkan pendukung masing – masing untuk jaga kedamaian dan kebersamaan, jangan hanya karena beda kandidat dan beda dukungan, jadi bermusuhan, saling serang dan saling menjatuhkan.

“kita harus kasih edukasi politik yang baik ke pendukung kita, agar demokrasi itu berjalan sesuai aturan, rule of the law, jangan seperti di daerah – daerah lain di Indonesia, ada beberapa contoh kandidat yang justru memprovokasi pendukungnya akhirnya terjadi pertumpahan darah, Pilkada Mimika besok kita berdoa dan harus kawal agar berjalan aman, damai, demokratis, tidak perlu pake rebut – rebut, itu bukti kita sudah dewasa berpolitik”, harapnya lagi.

Kamaniel Kiwak juga mengucapkan terima kasih untuk doa, dukungan materiil maupun moril dari masyarakat Mimika kepada dirinya baik di social media maupun secara langsung, karena menurutnya semua itu adalah amanah dan tanggung jawab yang besar bagi dirinya dan keluarga.

“ada harapan rakyat yang di titipkan ke saya ade, itu berat, siang malam saya selalu berdoa, ajak keluarga juga berdoa, agar Tuhan menolong kami, menjaga hati, kata dan sikap kami agar kami tidak jadi sombong, lupa diri, apalagi sampai melupakan rakyat, semua anak, istri dan kerabat semua sudah saya kumpulkan dan sampaikan, bahwa niat saya maju ini untuk tolong rakyat kita di kampung – kampung, jadi kalau ada keluarga yang berpikir mau jadi kaya dengan ikut dalam Pilkada dan jadi pejabat, dari awal saya bilang kasih bersih hati dan luruskan niat”, tegasnya lagi.

Kamaniel Kiwak mengaku terinspirasi dari sosok Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok, ia mengaku sudah membaca habis buku Ahok, dan ada beberapa point pembelajaran yang menurutnya harus di pahami oleh setiap pemimpin atau orang yang mau jadi pemimpin.

“Ahok dia bilang di dia punya buku, sebagai pengusaha yang kaya raya kita bisa menolong orang banyak, tapi jumlahnya terbatas, karena tidak mungkin dalam 1 tahun pengusaha kaya mampu beramal atau mengeluarkan derma untuk sampai 1 miliar – 100 miliar, tapi kalau kita jadi pemimpin yang amanah, pemimpin yang takut Tuhan, kita tiap tahun mengatur dan mengelola dana Triliunan, dan kita diberikan kewenangan untuk menolong orang sebanyak – banyaknya, dan untuk bisa menolong rakyat Mimika itulah yang jadi tujuan utama saya dan keluarga”, kata Kamaniel Kiwak lagi. (amr/R1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*