Hanya Diikuti 6 Klub, LPI U-14 Diharapkan Bisa Cetak Boas Salossa dan Neymar Dari Keerom

Asisten III Setda Kabupaten Keerom Drs Winoto menyerahkan bola kepada wasit pertandingan sebagai tanda dimulainya Liga Pelajar Indonesia Umur 14 Tahun tingkat Kabupaten Keerom (Foto : Alfred/ Lingkar Papua)

 

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM – Dari 12 klub semestinya yang jadi peserta, tetapi hanya 6 yang berpartisipasi karena 6 klub lainnya tidak siap karena persiapan dan waktu yang terlalu mepet, hajatan Liga Pelajar Indonesia (LPI) Umur 14 Tingkat Kabupaten Keerom akhirnya digelar, Rabu (27/7/2017) kemarin di Lapangan Bola Arso Swakarsa, Keerom.

Event yang digelar oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemuda dan Olahraga Kabupaten Keerom tersebut di peruntukkan pemain bola yang duduk di bangku tingkat Sekolah Menengah Pertama dan sederajat.

LPI yang memperebutkan Piala Mempora ini diharapkan menjadi ajang mencari bibit sepak bola untuk dibina dan mewakili daerah pada LPI tingkat Provinsi Papua.

Bupati Keerom Drs Celcius Watae yang diwakili Asisten III Setda Kabupaten Keerom Drs. Winoto mengungkapkan, Pemda Keerom sangat mendukung pergelaran LPI karena dinilai dapat menjadi ajang pencarian bibit dan penyaluran bakat olah raga sepak bola di Kabupaten Keerom.

Dengan adanya LPI setiap tahun diharapkan mampu menjadi perangsang bagi pelajar yang gemar bermain sepak bola untuk tekun berlatih dan memiliki tujuan untuk menjadi seorang pesepakbola yang profesional.

“Saya menyambut baik dan mendukung LPI U-14 tahun 2017. Kegiatan ini benar-benar berkualitas dan bermanfaat bagi prestasi olah raga sepak bola. LPI merupakan wadah untuk mencari bibit unggul di setiap jenjang pendidikan, ke depan program seperti ini dapat ditingkatkan, sehingga bakat-bakat pelajar dapat disalurkan. Sehinga muncul atlit-atlit yang dapat mengharumkan nama daerah,” tutur Winoto dalam pembukaan LPI  U-14 yang berlangsung di lapangan sepak bola Swakarsa, Rabu (27/7).

Namun dibalik harapan itu, Pemda Keerom juga mengingatkan agar pergelaran LPI Keerom harus dilakukan dengan penuh sportifitas dan saling menghormati antar tim sepak bola.

“Saya harapkan kita belajar sportif, menghormati dan menjaga tali silaturahmi mulai dari liga usia dini ini. Sehingga kedepan dalam ajang yang lebih besar lagi kita sudah terbiasa dengan selalu menjaga sportifitas,” ungkapnya.

Selain itu, Winoto juga berpesan agar generasi muda dapat mengatur pola hidup sehat, disiplin dan terus meningkatkan latihan serta menjauh narkoba maupun minuman keras. Karena salah satu syarat terpenting menjadi atlit professional adalah memiliki tubuh sehat.

“Saya harap dari adik-adik ini nanti ada yang jadi Boaz Solosa dari Keerom, Neymar dari Keerom, Messi dari Keerom yang membanggakan keluarga dan daerah. Saya harap menjaga sporitifitas. Jauhi narkoba dan minuman keras. Tingkatkan latihan, olah raga menjadi kebutuhan bukan kewajiban,” tuturnya mengingatkan.

Sementara itu LPI U-14 Kabupaten Keerom sendiri hanya diikuti oleh sebanyak 6 klub dari 12 yang seharusnya mengambil bagian. Namun karena minimnya waktu persiapan sehingga membuat 6 klub tidak jadi mengikuti LPI U-14 yang menjadi ajang seleksi menuju LPI U-14 tingkat Provinsi Papua. (alf/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*