Ini Enam ‘Jawara Golkar’ di Pilgub Papua 2018

(Dari kiri – kanan /atas) Jhon Wempi Wetipo, Alberth Yoku, Ones Pahabol. (Dari kiri – kanan/Bawah) Lenis Kogoya, Lukas Enembe, Paulus Waterpauw

 

Ada kepala daerah aktif, ada pak polisi, ada professional, juga mantan Bupati, bahkan ada Pak Pendeta juga loh. Sayangnya tidak ada satupun kader aktif Partai Golkar yang lolos, justru dua Bakal Calon Gubernur yang di usulkan adalah kader aktif Partai Demokrat dan PDI-P. Pertanda gagalnya kaderisasi di tubuh ‘pohon beringin’ ???

Oleh : Titie / Walhamri Wahid

Setelah melalui serangkaian tahapan, mulai dari pemberkasan, fit and propert test, akhirnya Sabtu (29/7/2017) melalui forum pleno yang diperluas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Papua menetapkan 6 (enam) nama Bakal Calon Gubernur yang akan di usulkan oleh DPD Provinsi ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar di Jakarta untuk di godok kembali, sehingga sisa 1 (satu) nama saja yang akan di usung oleh Partai Golkar pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua periode 2018 – 2023 mendatang.

Keenam bakal calon terbaik dari DPD Partai Golkar Provinsi Papua (Jawara Golkar-Red) tersebut merupakan hasil penyaringan yang panjang dari 9 (sembilan) bakal calon yang telah mendaftar di Partai Golkar sejak pembukaan pendaftaran beberapa bulan lalu, dan dipastikan tidak ada kader aktif dari internal DPD Partai Golkar Provinsi Papua.

Baca Juga:  Lima Korban Pesawat AMA Yang Jatuh di Dekat Gunung Napua Sudah Dievakuasi Hari Ini

Adapun background enam Bakal Calon Gubernur (Bacagub) pilihan DPD Golkar Provinsi Papua, dua diantaranya adalah kader partai lain dan masih aktif sebagai Kepala Daerah di provinsi dan kabupaten, satu Bacagub berasal dari institusi kepolisian aktif, satu orang berlatar belakang professional, satu orang mantan Bupati dan seorang lagi adalah pendeta.

Adapun keenam ‘Jawara Golkar’ tersebut diantaranya adalah Lukas Enembe, SIP, MH, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua yang juga masih aktif sebagai Gubernur Papua, Irjen (Pol) Paulus Waterpauw yang saat ini masih aktif sebagai Kapolda Sumatera Utara, Jhon Wempi Wetipo, SH, MH, kader PDI-P dan juga masih aktif sebagai Bupati Kabupaten Jayawijaya, dan Lenis Kogoya, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua yang saat ini menjabat sebagai Staff Khusus Presiden RI.

Dua nama lainnya justru di luar perkiraan publik, yakni Pdt. Alberth Yoku, S.Th sebagai Ketua Badan Pekerja Am Sinode Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, dan DR. Ones Pahabol, SE, MM mantan Bupati Kabupaten Yahukimo dua periode yang jauh – jauh hari sebelumnya telah mendeklarasikan diri akan maju melalui jalur perseorangan dan sudah membentuk Tim Relawan Penggalangan KTP.

Dengan tidak adanya satupun rekam jejak Bakal Calon Gubernur Provinsi Papua dari internal Partai Golkar, menjadi pertanda kegagalan proses kaderisasi di dalam tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut.

Baca Juga:  Verifikasi Faktual KPU Papua, PKS dan Gerindra Memenuhi Syarat, PDI-P Terpending

Menurut Azis Samual, (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Papua, nama-nama yang telah diputuskan oleh DPD Golkar Provinsi Papua tersebut akan di lanjutkan ke DPP untuk diseleksi dan ditentukan siapa yang akan di usung oleh Partai Golkar bersama mitra koalisinya dalam pertarungan pada Pilkada 2018 mendatang, karena Partai Golkar tidak memiliki cukup “jatah kursi” di DPRP Papua untuk mengusung Bakal Calon Gubernur sendiri.

“hasil ini akan kami bawa ke DPP Golkar, untuk diseleksi berdasarkan aturan partai dan disandingkan dengan hasil survey partai”, kata Azis Samual di damping Ketua Harian DPD Partai Golkar, Paskalis Kossay dan Ketua Tim Seleksi Bakal Calon Gubernur – Wakil Gubernur, Bupati – Wakil Bupati DPD Partai Golkar, Sefnath Masnifit, SH, Sabtu (29/7/2017).

Menurutnya, siapapun yang nantinya akan mendapatkan rekomendasi partai, pastinya adalah orang terpilih yang telah memenuhi kriteria sebagaimana diatur dalam mekanisme Partai Golkar.

“Yang pasti, Golkar berharap kader partai harus diutamakan, dan orang yang mendapat rekomendasi nantinya haruslah calon yang benar-benar siap dari segi infrastruktur dan yang terpenting calon itu harus siap logistik, karena wilayah Papua logistiknya sangat mahal, dan ini bukan hanya siap di logistic saat awal sampai masa kampanye saja, tetapi hingga tahapan ke Mahkamah Konstitusi”, kata Azis Samual tanpa merinci lebih lanjut, apakah akan lebih memprioritaskan calon dari kader partai politik lain ketimbang calon non kader partai, karena dari enam nama yang di usulkan tidak satupun kader Partai Golkar aktif di DPD Provinsi Papua.

Baca Juga:  Mengintip Harta Kekayaan Cagub - Cawagub Papua Yang Dilaporkan ke KPK

Soal prioritas kader dalam proses rekrutmen Bakal Calon Gubernur Papua 2018 oleh DPD Provinsi Papua menurut Ketua Tim Seleksi, Sefnath Masnifit memang menjadi salah satu indicator dalam penilaian, namun tetap mempertimbangkan aspek lainnya, jadi Golkar tetap realistis, sekalipun ada kader yang ikut mendaftar, tetapi di aspek lain tidak memenuhi, tentunya tidak bisa di paksakan.

“kita tetap prioritaskan kalau ada kader yang mendekati kriteria yang sudah ditetapkan, jadi itu salah satu indikatornya saja, masih ada parameter lainnya yang kita nilai, dan akan kita gabungkan keseluruhan indikatornya sebelum kita tetapkan”, kata Sefnath Masnifit mengakui bila dari 6 (enam) nama Bakal Calon Gubernur yang di usulkan ke DPP tidak ada satupun kader Golkar aktif yang lolos.

Selain memplenokan 6 bakal calon Gubernur Provinsi Papua, DPD DPD Partai Golkar Provinsi Papua juga menetapkan nama – nama bakal calon Bupati dari 7 kabupaten yang akan menggelar hajatan Pilkada serental di tahun 2018 mendatang, diantaranya dari Kabupaten Biak ada 5 nama Bakal Calon Bupati (Bacabup), Mimika, Deiyai, Paniai, masing – masing 6 Bacabup yang di usulkan, Kabupaten Jayawijaya ada 7 Bacabup, sedangkan Kabupaten Puncak hanya dua nama saja yang lolos. (***)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*