Pembangunan Gedung Baru DPRP, Target Tidak Tercapai, Kok Biayanya Malah Membengkak ?

Gedung II DPRP Provinsi Papua yang sudah rampung 7 lantai di tahap pertama yang katanya habiskan dana sebesar Rp 80 Miliar yang bersumber dari APBD 2016, padahal sesuai data lelang di LPSE nilai proyek tahap pertama sekitar Rp 72 miliar, demikian juga disampaikan Gubernur dan Sekwan saat peletakan batu pertama setahun lalu, bahwasanya untuk tahap pertama di anggarkan sebesar Rp 72 miliar dengan target realisasi 9 lantai termasuk basement. (Foto : Titie / Lingkar Papua)

 

Data LPSE maupun sambutan Gubernur dan laporan Sekwan saat peletakan batu pertama setahun lalu pembangunan gedung baru DPRP tahap I dialokasikan 72 Miliar dengan target realisasi selesai 9 lantai, belakangan Komisi IV DPRP meralat katanya tahap I habiskan 80 Miliar, itupun hanya untuk 7 lantai saja, dan dipastikan untuk tahap II, bukan PT. Waskita Karya lagi yang kerjakan !

Oleh : Titie / Walhamri Wahid

“total anggaran untuk tuntaskan pembangunan Gedung baru DPRP sampai selesai diperkirakan sekitar Rp 265 miliar, untuk tahap pertama 7 lantai, tahap kedua 7 lantai lagi, untuk anggaran tahap pertama Rp 80 miliar dari target Rp 100 miliar untuk 9 lantai, tapi karena ada pemangkasan untuk kepentingan PON dan lain – lain jadi hanya dapat 7 lantai saja dengan dana Rp 80 miliar”, kata Thomas Sondegau, anggota Komisi IV DPRP Provinsi Papua dari Fraksi Demokrat kepada Lingkar Papua, Kamis (27/7/2017) malam di kawasan Ruko Dok II Pasifik Permai Jayapura, tanpa menjelaskan apakah dalam perjalanannya kemarin terjadi addendum kontrak atau alasan lainnya.

Baca Juga:  Puluhan Pengusaha Asli Papua GEL Tuntut Janji Kadis PU

Sedangkan saat peletakan batu pertama oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH pada 21 Juli 2016 dalam sambutannya Gubernur Papua menjelaskan bahwa pembangunan Gedung baru DPRP dengan tinggi 14 lantai akan menghabiskan dana Rp 250 miliar, yang akan dianggarkan dalam dua tahun yaki Tahun Anggaran 2016 – 2017.

“Ada 14 lantai dan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama 9 lantai menghabiskan dana Rp 72 miliar lebih dan dikerjakan selama 205 hari kalender, tahap kedua akan dikerjakan tahun anggaran 2017 untuk melanjutkan pekerjaan lantai 10 hingga 14”, kata Gubernur Papua setahun lalu tanpa merinci berapa anggaran yang dialokasikan di Tahun Anggaran 2017.

Untuk itu, Gubernur Papua meminta kepada PT Waskita Karya yang memenangkan tender pembangunan Gedung II Kantor DPRP itu dapat melaksanakan pekerjaan dengan teliti, sehingga penyelesaian pekerjaan bisa tepat waktu.

“ini akan jadi sejarah dan simbol kebanggaan rakyat Papua, terima kasih kepada Ondoafi yang telah merelakan tempatnya untuk pembangunan gedung yang diperkirakan menghabiskan anggaran Rp. 250 miliar, yang akan di anggarkan bertahap, tahun ini (2016-Red) dianggarkan Rp. 70 miliar, dan targetnya selesai  dalam dua setengah tahun paling lama”, kata Lukas Enembe setahun lalu dalam sambutannya saat peletakan batu pertama.

Baca Juga:  ADA JEJAK BOY RAFLI AMAR DI POLDA PAPUA

Informasi tentang nilai proyek dan target realisasi pekerjaan di tahun anggaran 2016 juga disampaikan Sekretaris DPRP Provinsi Papua, Julia Waromi seperti dilansir tabloidjubi.com edisi 22 Juli 2016.

Ditempat yang sama, Sekertaris DPR Papua, Julia Waromi dalam laporannya menyebutkan, untuk pembangunan tahap pertama disediakan anggaran sebesar Rp72 miliar lebih bersumber dari Daftar Pelaksana Anggaran (DPA) Sekertariat DPR Papua tahun 2016.

“Tahap pertama akan dimulai dari lantai basement sampai lantai 9. Untuk tahap kedua yakni di tahun 2017, akan dibangun dari lantai 10 sampai dengan 14. Untuk pelaksananya oleh kontraktor PT.Waskita Karya,”kata Julia Waromi seperti dilansir tabloidjubi.com.

Penelusuran Lingkar Papua di laman LPSE paket pembangunan Gedung II DPRP Tahap 1 yang di umumkan per 10 mei 2016 ditetapkan nilai pagunya Rp 75 miliar, dengan nilai Harga Perkiraan Sementara (HPS) Paket Rp. 74.121.412.000 yang ketika itu di ikuti oleh 28 perusahaan yang dimenangkan oleh PT. Waskita Karya dengan penawaran sebesar Rp. 72.455.518.000

Sedangkan untuk pembangunan Gedung II DPRP Papua tahap kedua sudah dimulai tahap lelangnya sejak 3 Mei – 12 Mei 2017 dimana pagu anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 70 miliar dengan metode pasca kualifikasi.

Baca Juga:  Rumah Dibakar Massa, Keberadaan Bupati Masih Misteri ?

Hingga berita ini dimuat, Sekretaris DPRP Papua belum bisa di konfirmasi Lingkar Papua, karena yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat, sms konfirmasi yang di kirimkan juga tidak di balas, sehingga belum bisa dipastikan, mengapa ada perbedaan nilai proyek yang disebutkan Thomas Sondegau, salah satu anggota DPRP Papua dengan informasi lelang, dan penyampaian Gubernur maupun Sekwan setahun lalu saat peletakan batu pertama.

Apakah karena Thomas Sondegau lupa dengan data teknis pekerjaan dimaskud, atau memang benar adanya nilai proyek tersebut telah ‘membengkak’ sehingga perlu di lakukan perubahan melalui adendum.

“pembangunan tahap II tahun 2017 sedang dalam proses pelelangan di LPSE, pembangunan gedung baru tetap berjalan hanya harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada, tahun 2017 sudah ada anggarannya”, kata Thomas Sondegau lagi.

Menurutnya juga terkait kontraktor yang akan menangani kelanjutan proyek tersebut bukan PT. Waskita Karya lagi, karena masih menanti hasil pelelangan dari LPSE dahulu, namun menurutnya kemungkinan yang akan kerjakan lanjutannya adalah perusahaan lain, padahal menurtunya sebagai BUMN tentunya PT. Waskita Karya bisa saja menuntaskan pembangunan gedung II DPRP tersebut dengan biaya sendiri, namun ada aturan yang melarangnya.

“Waskita Karya hanya bisa mengerjakan jembatan dan jalannya saja, jadi ada aturan yang mengikat, karna ini bukan pekerjaan multi years, juga ada aturan yang melarang perusahaan yang sama tidak boleh mengerjakan proyek itu kembali, jadi Waskita Karya sudah tarik diri, sehingga untuk pembangunan lanjutan tahap kedua akan dikerjakan oleh perusahaan lain sesuai pemenang tendernya”, kata Thomas Sondegau lagi. (***)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*