Empat Tahun Festival Budaya Keerom, Tahun Ini Tampil Beda

(dari kiri) Ketua Dewan Adat Keerom Servo Tuamis, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kementrian Pariwisata M. Iqbal Alamsjah, Bupati Keerom Drs Celcius Watae, MH, Wakil Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM dan Sekda Keerom Drs Blasius Waluyo Sejati, MM berpose bersama saat melepas 1000 balon sebagai tanda dibukanya Festival Budaya Keerom ke 4 Tahun 2017.

 

Selama empat tahun, tiap tahun digelar. Namun dalam pelaksanaannya jangankan mendatangkan turis atau pengunjung dari Kota Jayapura, warga sekitar Arso saja terkesan ogah untuk menengoknya, karena tak ubahnya acara syukuran kampung, tetapi Festival Budaya Keerom (FBK) tahun ini tampil beda, karena di kelola oleh OPD baru di Pemda Keerom, OPD Pariwisata. Butuh kreatifitas, dan sesuatu yang baru agar setiap tahunnya FBK akan selalu dinanti dan menjadi destinasi wisata baru di kawasan Papua, khususnya di perbatasan RI – PNG

Oleh : Alfred Kaempe / Walhamri Wahid

Ratusan masyarakat terlihat antusias memadati Lapangan Swakarsa, beberapa tarian dan adat – istiadat masyarakat bersuku – suku yang hidup di Keerom dan selama ini tidak ter eksplor dan diketahui warga, kini mencuat ke permukaan dan menjadi tontonan yang menarik dan buat penasaran.

“Memang beda kok mas, dari tahun-tahun sebelumnya kalau yang ini lebih hidup suasanannya, lebih kelihatan bahwa ini Festifal Budaya. Kalau yang sebelumnya jangankan mau datang, kita lewat saja tidak tertarik untuk lihat. Bagaimana mau tertarik sepi begitu, trus cuma ada tenda untuk peserta tari tidak ada untuk masyarakat. Sudah begitu dibuat seperti acara syukuran saja,” ungkap Pratikno yang ditemui saat menonton Festifal Budaya Keerom ke 4 di lapangan Swakarsa, Rabu (2/8/2017).

Baca Juga:  Ini Agenda Presiden Jokowi Sehari di Nabire !

Pemerintah Kabupaten Keerom setiap tahunnya selalu menggelar Festifal Budaya Keerom (FBK), namun selama tiga tahun berjalan ajang tahunan ini seperti bertepuk sebelah tangan. Bertujuan menjadi destinasi wisata baru di daerah perbatasan, namun kenyataannya semenjak digelar pertama kali tahun 2014 hingga 2016 animo wisatawan tidak terlihat sama sekali. Jangankan wisatawan, penduduk lokal setempat pun seperti tidak tertarik untuk menyaksikan.

Padahal setiap tahunnya rata-rata Pemda Keerom mengeluarkan kocek sebesar Rp. 800 juta untuk menggelar FBK. Nominal tersebut dinilai tidak berbanding lurus dengan hasil yang diharapkan.

FBK yang saat itu masih ditangani Dinas Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan (Disporabud), dinilai tidak mampu memancing minat pengunjung, padahal tarian asli Keerom turut ditampilkan dalam ajang waktu itu.

Pemda Keerom pada tahun 2017 kembali menggelar Festifal Budaya Keerom untuk ke empat kalinya. Namun nampaknya pemerintah telah berkaca dari hasil-hasil FBK sebelumnya. Untuk kali ini ajang rutin tiap tahun ini dikemas secara berbeda.

Untuk menjaring minat pengunjung, FBK kali ini menghadirkan artis Edo Kondologit. Selain itu untuk makin melestarikan budaya yang ada di Keerom, tidak hanya budaya asli Keerom saja yang ditampilkan, tetapi ada pula budaya nusantara yang turut disertakan.

“Untuk festival kali ini diikuti oleh 17 sanggar asli Keerom, 9 sanggar nusantara dan 4 sanggar yang berasal dari Papua New Guinea. Ini sebagai tanda bahwa kita di Keerom adalah saudara, Keerom adalah miniatur Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa,” ujar Drs Blasius Waluyo Sejati, Sekretaris Daerah Keerom sekaligus Ketua Panitia FBK tahun 2017.

Baca Juga:  Lukas Enembe – Habel Melkias Suwae, Mungkinkah ?

Selain itu FBK 2017 yang ditangani Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pariwisata Kabupaten Keerom ini, turut bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata lewat programnya Wonderful Indonesia. Sehingga diharapkan Festifal Budaya Keerom bisa menjadi salah satu kalender event nasional.

Bupati Keerom Drs. Celcius Watae, MH dalam sambutan pembukaan FBK ke 4 menuturkan, kelestarian budaya yang merupakan peninggalan nenek moyang makin hari semakin tergerus dengan perkembangan jaman saat ini. Dimana generasi muda sebagai tonggak utama melestarikan kekayaan bangsa ini mulai bergeser dengan menyukai budaya yang berasal dari luar.

Untuk itu Pemda Keerom berharap dengan digelarnya Festifal Budaya Keerom mampu menumbuhkan minat generasi muda Keerom untuk mempelajari dan melestarikan budaya.

“Keerom merupakan suatu entitas daerah yang dihuni berbagai etnis, keberagaman etnis tersebut jadikan Kabupaten Keerom syarat dengan nilai budaya lokal yang sangat luhur dan tidak ternilai harganya. Sayangnya nilai budaya lokal mulai bergeser karena transformasi teknologi dan terancam punah jika tidak kita lestarikan,” ungkap Bupati Watae.

Baca Juga:  Auri Jaya Digadang Jadi Ketua Umum SMSI di Silatnas Padang

Selain itu Bupati Watae nampaknya sangat puas dengan pelaksanaan FBK kali ini. Dimana ia menilai OPD Pariwisata yang baru terbentuk mampu melaksanakan FBK dengan baik dan diharapkan ditahun-tahun mendatang makin eksis.

“Sebagai pimpinan daerah saya beri apresiasi kepada Dinas Pariwisata yang baru lahir tapi bisa menyelenggarakan FBK ini. Diharapkan kedepan kita terus melangkah dan saya tetapkan FBK akan selalu digelar pada tanggal 2 Agustus setiap tahunnya,” ungkap Bupati mengapresiasi kerja bawahannya.

Sementara itu Kementrian Pariwisata yang diwakili Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik M. Iqbal Alamsjah mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Pemda Keerom yang telah berhasil melakukan Festifal Budaya selama empat tahun berturut-turut. Hal itu dinilai sebagai prestasi yang sangat tinggi untuk selalu konsisten menyelenggarakan ivent budaya.

“Ini menunjukkan kecintaan masyarakat Keerom terhadap budaya yang terkenal unik, otentik dan berbudi luhur. Dan saya berharap hal ini terus berlanjut dan memberikan dampak yang postif,” bebernya.

Iqbal mengingatkan FBK yang dilakukan setiap tahun sebaiknya tidak terputus dan makin terus ditingkatkan, karena hal tersebut bisa menjadi salah satu sumber pendapatan daerah dan mensejahterahkan masyarakat.

“Kita yakini budaya semakin dilestarikan semakin mensejahterakan. Saya berharap melalui FBK ini budaya Keerom dapat terus lestari dan terus meningkat dalam ivent-ivent selanjutnya,” tutupnya. (***)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*