Penutupan FBK, 2 Agustus Jadi Event Tahunan, Wabup Ajak Anak Muda Kenal dan Cinta Budaya Sendiri

Wakil Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM saat menyerahkan penghargaan kepada sanggar budaya yang ada di Keerom dalam rangka penutupan Festival Budaya Keerom (FBK) ke 4 Tahun 2017. (Foto : Alfred / Lingkar Papua)

 

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM – Setelah di gelar selama 3 hari, akhirnya Jumat (4/8/2017) kemarin, Festival Budaya Keerom (FBK) 2017 di tutup oleh Wakil Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM secara resmi di Lapangan Swakarsa, Arso.

“melalui penyelenggaraan FBK ini kita harapkan selain melestarikan dan membangkitkan kembali nilai dan kekayaan budaya local sebagai pilar budaya nasional, dan yang terpenting bisa menjadi pendidikan bagi anak muda, agar mau belajar dan mencintai budaya sendiri, ketimbang tergila – gila dengan budaya asing”, kata Markum

Festival Budaya Keerom (FBK) ke 4 yang digelar tiga hari mendapat respon positif dari masyarakat, itu terlihat saat FBK yang ditutup Jumat (4/8/2017) diserbu oleh masyarakat.

Dari pantauan Lingkar Papua di lapangan Swakarsa yang menjadi tempat penyelenggaraan dipenuhi oleh masyarakat untuk menikmati berbagai pentas seni baik yang berasal dari budaya nusantara maupun budaya asli Keerom.

“Sengaja mas bawa keluarga inikan hari terakhir jadi harus sempatkan datang. Karena dengar cerita disini rame dan banyak tariannya,” ujar Usman warga Arso X yang mengaku baru sempat bisa hadiri FBK karena sibuk bekerja.

Sementara itu Wakil Bupati Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM dalam sambutan penutupan FBK mengungkapkan, Festival Budaya akan selalu digelar setiap tahun sebagaimana arahan Bupati yang telah menetapkan tanggal 2 Agustus sebagai penyelenggaraan FBK.

Untuk itu selaku masyarakat Keerom diharapkan untuk terus menjaga nilai-nilai budaya lokal sebagai penyanggah nilai-nilai nasional.

“Budaya merupakan aset wisata dan menjadi daya tarik sendiri. Festival budaya kali ini sudah mempunyai warna positif kiranya harus terus ditingkatkan,” ungkap Wakil Bupati.

Markum mengingatkan terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya menuntut semua pihak untuk terlibat dalam pelestarian nilai-nilai budaya bangsa termasuk didalamnya nilai-nilai budaya lokal.

Untuk itu kedepan diharapkan FBK tidak hanya menjadi daya tarik wisatawan, namun mampu menjadi faktor berkembangnya dunia ekonomi kreatif.

“Kedepan promosi yang lebih gencar sehingga dampak dari kegiatan ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Markum lagi. (alf/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*