Jaya Suprana Bilang Graha Pemilu Mamteng Bukan Yang Pertama di Indonesia, Tapi di Dunia

Yang Pertama di Dunia. Pendiri dan Ketum MURI mengatakan bahwa Graha Pemilu Mamteng bukan yang pertama di Indonesia, tetapi yang pertama di dunia, saat penugerahan Penghargaan Rekor MURI kepada Bupati dan Wakil Bupati Mamberamo Tengah. (Amri/ Lingkar Papua)

LINGKAR PAPUA.COM, JAYAPURA – Bila pada tahap penilaian dan verifikasi sebelumnya dan berdasarkan Surat Keterangan KPU RI Nomor : 887/SJ/VIII/2017 yang menyatakan bahwa Graha Pemilu Mamberamo Tengah adalah Graha Pemilu yang pertama di Indonesia dari 34 Provinsi dan 514 kabupaten / kota yang ada di Indonesia saat ini.

Namun saat menganugerahkan Piagam Penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Jaya Suprana selaku Pendiri dan Ketua Umum MURI memberikan pernyataan mengejutkan, dan membantah kalau Graha Pemilu Mamteng adalah yang pertama di Indonesia.

“jadi saya mau ralat ini, system Pemilu di seluruh dunia hanya ada di Indonesia, tidak benar kalau Graha Pemilu Mamteng adalah yang pertama di Indonesia, tetapi yang benar adalah yang pertama di dunia, di planet bumi ini”, kata Jaya Suprana sempat membuat para wartawan dan undangan yang hadir terhenyak, tetapi kemudian bertepuk tangan.

Menurutnya pembangunan Graha Pemilu Mamberamo Tengah oleh Bupati Ricky Ham Pagawak, SH, M.Si dan Wakil Bupati Yonas Kenelak, S.Sos menjadi sangat special dan memiliki nilai luar biasa karena pembangunan tersebut di lakukan di daerah timur Indonesia, yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Baca Juga:  Di Kampung Yeni Asmat, Anak Gejala Campak Digosok Pake Sagu, Pustu Tidak Ada Petugas, Berobat ke Pastoral

“kalau tadi Pak Bupati sambutan bilang merasa mendapat kehormatan karena mendapat apresiasi dari MURI, kalau saya lain, malah saya yang merasa terhormat bisa menganugerahkan Rekor MURI kepada Pak Bupati, juga saya sangat bangga dan senang ada anak bangsa yang memiliki inisiatif dan kreatifitas dalam membangun daerahnya, jadi Pak Bupati ini harus menjadi contoh dan teladan bagi Kepala Daerah yang lain, tidak harus semua tunggu dari pusat, kalau memang itu menjadi kebutuhan daerah, harus berani lakukan terobosan”, kata Jaya Suprana dalam sambutannya sebelum menganugerahkan Penghargaan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia di Theater OSO Galery MURI di Mall of Indonesia, Rabu (9/8/2017) hari ini yang diterima langsung oleh R.Ham Pagawak, SH, M.Si.

Selain diberikan kepada Bupati Mamberamo Tengah, Anugerah Penghargaan Rekor MURI tersebut juga diberikan kepada Wakil Bupati Mamberamo Tengah, Yonas Kenelak, S.Sos namun karena ada kegiatan di Kobakma, Mamberamo Tengah sehingga tidak bisa menghadiri penganugerahan tersebut.

Ricky Ham Pagawak, SH, M.Si dalam sambutannya menjelaskan bahwa pada dasarnya pembangunan Graha Pemilu tersebut dilakukan karena menjawab kebutuhan daerah dan sama sekali tidak mengejar penghargaan seperti yang didapatkan hari ini.

Baca Juga:  Pilkada Serentak 2018 di Papua, BI Siapkan 5 Triliun Uang Cash dan Waspadai Uang Palsu

“kami, saya dan Pak Wakil saat merencanakan bangunan tersebut kami dua tidak tahu dan tidak kenal bahwasanya bangunan KPU dan Panwaslu yang dibangun dalam satu komplek terintegral adalah Graha Pemilu dan itu sudah menjadi program nasional, jadi kami bangun saja karena memang ada kebutuhan daerah ke sana, saya berharap dengan adanya fasilitas kerja dan pendukung yang memadai bisa lebih memacu para penyelenggara Pemilu di Mamberamo Tengah untuk lebih baik dalam bekerja dan melaksanakan Pilkada Bupati dan Gubernur pada 2018 maupun saat Pileg 2019 mendatang”, kata Bupati yang sama sekali tidak menyangka bahwa apa yang ia kerjakan akan mendapatkan apresiasi seperti itu.

Graha Pemilu adalah sebuah bangunan terintegral bagi penyelenggara Pemilu di suatu daerah, yang terdiri dari bangunan lengkap bagi KPUD dan Panwaslu dan juga sejumlah fasilitas penunjang di dalamnya, termasuk rumah staff.

Selama ini hampir di seluruh daerah di Indonesia, belum ada daerah yang memiliki fasilitas tersebut, karena lazimnya baik kantor KPUD maupun kantor Panwaslu menumpang di fasilitas Pemda ataupun sewa dan kontrak ruko, padahal kegiatan yang dilakukan oleh penyelenggara Pemilu hampir tidak berhenti lima tahun sekali saja, tetapi terus menerus dalam kurun waktu lima tahun, sehingga membutuhkan fasilitas pendukung yang memadai dan layak, tidak bersifat insidentil apalagi darurat.

Baca Juga:  Bupati Mimika di 'Impeachment' ?

Konsep Graha Pemilu ini sudah menjadi wacana di pusat juga di KPU RI dan Bawaslu, bahkan sudah ada master plan dan desain model bangunannya yang nantinya terstandar di seluruh Indonesia, namun hingga kini baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten lainnya di Indonesia belum ada yang mewujudkan agenda tersebut, baru Kabupaten Mamberamo Tengah di era kepemimpinan Bupati R. Ham Pagawak, barulah hal itu di wujudkan sehingga menjadi yang pertama di Papua dan di seluruh Indonesia.

Dimana grand desainnya secara nasional nantinya Pemda menyediakan lahan untuk di hibahkan ke penyelenggara negara (KPU RI dan Bawaslu), dan nantinya, KPU RI dan Bawaslu di semua tingkatan yang akan membangun sendiri Graha Pemilu di daerah masing – masing sesuai tingkatan.

Dimana untuk Graha Pemilu Mamberamo Tengah sudah di resmikan langsung oleh Ketua KPU RI Juri Ardianto dan Ketua Bawaslu RI Prof. Muhammad pada Senin, 27 Maret 2017 lalu di Kobakma, ibukota Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua, dimana ketika itu salah satu Komisioner KPU RI Arief Budiman yang kini telah menjabat sebagai Ketua KPU RI ikut hadir mendmpingi Ketua KPU RI Juri Ardianto. (amr/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*