Mabuk Aibon, Trend Anak – Anak di Papua, Pemerintah Jangan Diam Saja !

Ignasius Mimin, anggota Komisi V DPRP Provinsi Papua. (Foto : Titie / Lingkar Papua)

 

LINGKAR PAPUA.COM, JAYAPURA – Kebiasaan mengkonsumsi zat – zat adiktif dan berbahaya yang sudah mulai di kenal sejak dini adalah salah satu mesin pemusnah massal bagi orang Papua yang selama ini tidak mendapat perhatian dan penanganan serius dari Pemerintah, salah satunya yang tengah marak adalah fenomena anak – anak aibon.

Sering kita dapati di pinggir – pinggir jalan, pasar dan area public lainnya di beberapa kota bahkan kampung – kampung di Papua berkeliaran segerombolan anak – anak usia sekolah dengan pakaian kumal dan tangan masuk di dalam baju, menyembunyikan kaleng aibon dalam genggamannya.

Baca Juga:  PT. Pacific Mining Jaya, Diduga Baru Kantongi Izin Eksplorasi Tapi Kok Sudah Eksploitasi Emas di Musairo ?

Namun sayangnya hingga kini, tidak ada penanganan dan perhatian khusus dari pemerintah terhadap fenomena anak aibon tersebut.

“Tugasnya pemerintah dimana, sekarang anak yang mengkonsumsi aibon di Kota Jayapura sudah sangat merajalela, bahkan hingga keseluruh pelosok Papua, siapa yang bertanggung jawab, jelas kedua instansi itu di kabupaten/kota dan provinsi”, tanya Ignasius Mimin, anggota Komisi V DPRP Provinsi Papua mempertanyakan kinerja dan upaya pemerintah dalam menangani masalah anak – anak aibon tersebut.

Menurutnya, yang harus bertanggung jawab adalah Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta Dinas Sosial.

“Dua instansi teknis ini, punya peran penting dalam mengatasi permasalahan ‘aibon’, ada anggaran yang disiapkan pemerintah untuk melakukan tindakan yang berkaitan dengan perempuan dan anak, jelas ada anggaran diserahkan sepenuhnya kepada bidang terkait, tapi kok kita lihat tidak ada penanganan yang serius, yang jadi pertanyaan apa kerja dinas bersangkutan ? Jangan hanya menguntungkan diri sendiri, atau perkaya semua yang ada didalam dinas ini ?”, kata Mimin keras.

Baca Juga:  Pilkada Biak 2018, Harry Naap Cabup Termiskin, Akmal Bahri Cawabup Terkaya

Menurutnya fenomena anak aibon yang mabuk dan juga sempat viral di social media bukan semata – mata kesalahan keluarga saja, tapi juga ada tanggung jawab pemerintah yang tidak berfungsi baik, apalagi bila anak – anak tersebut masih dalam usia sekolah.

“pemerintah harus turun ke jalan, data dan rehabilitasi mereka, di kembalikan ke orang tuanya, bila itu anak yatim piatu perlu di berikan tempat dan perhatian yang layak di Panti Asuhan mungkin”, kata Igansius Mimin lagi.

Dikatakan, anak-anak Papua itu, jangan sampai terlantar masa depannya. Sebab, mereka yang akan menggantikan generasi sebelumnya.

“dana Otsus 20 persen sudah masuk ke kabupaten/kota, lakukan rehabilitasi mereka, jangan biarkan ini berlanjut,” tandasnya.

Baca Juga:  Membaca Musda Demokrat Papua Jilid Tiga di Biak

Menurutnya juga Pemerintah perlu membuat semacam aturan tegas kepada para pengusaha, yang tidak boleh juga sembarangan menjual lem aibon kepada anak – anak, karena lem aibon.

“pengusaha dan penjual juga harusnya punya kesadaran, mereka juga harus di sosialisasi oleh pemerintah, jangan asal jual saja, biar anak – anak yang beli juga di kasih, harus ada tindakan buat pengusaha yang sengaja jual itu”, kata anggota DPRP yang membidangi urusan kesehatan itu. (tie/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*