Ini Lagu Sentilan Pak Menteri Untuk Pak Walikota Terkait Jembatan Holtekamp !

Basoeki Hadimoeljono, Menteri PUPR. (Foto : dok. Titie / Lingkar Papua)

LINGKAR PAPUA.COM, JAYAPURA – Selain mahir menggebuk drum, ternyata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basoeki Hadimoeljono ternyata juga mahir memanfaatkan media lagu untuk menyentil kebijakan pemerintah, salah satunya dalam kasus komitmen Pemerintah Kota Jayapura dalam penuntasan pembangunan Jembatan Holtekamp yang diharapkan kelak akan menjadi icon dan landmark Kota Jayapura.

“kau yang berjanji, kau pula yang mengingkari, itu kira – kira lagu yang pas”, kata Basoeki Hadimoeljono sambil senyum – senyum ketika ditanyakan soal kelanjutan pembangunan Jembatan Holtekamp, mengingat sampai hari ini Pemerintah Kota tidak menganggarkan dana Rp. 200 miliar untuk penuntasan jembatan dimaksud.

Padahal 2 Agustus 2013, atau empat tahun silam, Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM) sendiri yang menandatangani MoU tersebut bersama – sama dengan Gubernur Papua Lukas Enembe, dan Staff Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otda Velix Wanggai.

Tetapi kini kabarnya Pemkot Jayapura ‘angkat tangan’ untuk menuntaskan apa yang sudah di sanggupi Walikota BTM sebelumnya itu, karena minimnya alokasi anggaran pada APBD Kota Jayapura tiap tahunnya.

Baca Juga:  Merry Yoweni, Perempuan Papua Pertama Yang Terjun di Bisnis Tambang

“Ya dulu kan janjinya APBN hanya untuk jembatan, sementara provinsi dan kota jalan penghubungnya dan sekarang setelah pusat dan provinsi mau biayai jembatannya, ehh, malah lempar handuk”, kata Menteri PUPR senyum – senyum simpul.

Menurutnya darimanapun sumber pembiayaan penuntasan pembangunan Jembatan Holtekamp baik dari APBN, APBD Provinsi maupun APBD Kota, semuanya adalah uang negara, uang rakyat, jadi tidak masalah.

“itu kan sama-sama uang negara semua, uang rakyat juga mau dari APBN, atau APBD, jadi sama saja,” kata Basoeki Hadimoeljono

Menyangkut target pemerintah untuk penyelesaiannya, jebolan SMA Gabungan Jayapura ini, mengatakan, jika pekerjaannya bisa dikeroyok akan lebih cepat, maka pihaknya akan menggenjot agar prosesnya sesuai target akhir 2018.

“ya tapi disana ceritanya, karena Pemkot sudah lempar handuk berarti kita harus menganggarkan kembali pembiayaan yang tidak sanggup dibiayai oleh Pemkot, itu berarti urusan jadi akan lebih lama, tidak bisa sesuai target kita 2018 ini tuntas”, katanya lagi.

Baca Juga:  Bank Papua : Untuk Lelang Kredit Macet, Paling Cepat Setahun, Bahkan Bisa Bertahun – Tahun, Kita Utamakan Pembinaan Ke Debitur !

Memang, sambungnya, jika pembiayaan pekerjaan jembatan tersebut ada kerjsama dari pusat, provinsi dan kota, tentunya akan sesuai target. Sebab, masing-masing sudah mengetahui jelas pekerjaanya, dan yang pasti akan selesai bersamaan.

“kalau Pemkot tidak bisa memenuhi komitmennya, kan kami harus menunggu jembatan selesai dulu, baru kami mengerjakan jalan, jadi mundur”, kata Menteri PUPR.

Meski demikian, Basoeki mengaku pemerintah pusat tetap berkomitmen dan akan menyelesaikan pembangunan jembatan Holtekamp tersebut, meski tanpa bantuan biaya APBD Pemerintah Kota Jayapura.

“tetap kami selesaikan, tapi yang kita selesaikan jembatannya dulu karena kalau tidak diselesaikan malah tidak bermanfaat. Tapi itu tadi, kau yang berjanji, kau pula yang mengingkari”, kata Menteri PUPR lagi menyentil Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano (BTM) yang tidak komitmen dengan apa yang sudah di sepakati secara tertulis itu.

Baca Juga:  KPU KEPULAUAN YAPEN ‘KRASS’ !

Dalam kunjungannya kemarin, Basoeki Hadimoeljono juga menyempatkan diri melihat langsung perkembangan pembangunan jembatan tersebut, dimana dilihat dari persentasinya untuk pembangunan bentangan tengah telah jadi, tinggal menunggu rangka yang dikirim dari Surabaya.

Direncanakan per 25 September nanti diluncurkan dari Surabaya dari PT. PAF dan kira-kira 30 hari sudah bisa sampai di Jayapura, untuk kemudian bisa di pasang, dan ditargetkan akhir tahun 2017 ini sudah rampung jembatannya.

“kecewa sih tidak, kita akan tetap dan terus mendukung serta bangun Papua, karena sejak Jokowi memimpin tahun 2015 sudah ada Rp 6 Triliun dana yang di gelontorkan pemerintah pusat, tiap tahunnya anggaran infrastruktur Papua naik sekitar Rp 3 hingga Rp4 triliun, jadi kita tetap komitmen untuk menuntaskan pembangunan Jembatan Holtekamp walaupun tanpa kontribusi Pemkot Jayapura”, tandas Menteri PUPR. (tie/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*