Sekda Dapati Obat Ekspayer, Kadinkes Itu Obat Lama Yang Dipesan Berlebihan

Sekda Keerom Blasius Waluoy Sejat (baju merah) saat melakukan sidak di RSUD Kwaingga kemarin.

 

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM – Ditengah berbagai keluhan minimnya obat di rumah sakit maupun puskesmas yang ada di Kabupaten Keerom, ternyata di gudang obat milik Dinas Kesehatan Keerom dijumpai obat-obatan yang sudah ekspayer, alias sudah lewat masa waktu penggunannya.

Hal itu diketahui Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom Blasius Waluyo Sejati ketika melakukan sidak Jumat 22 September 2017 dikantor Dinas Kesehatan dan RSUD Kwaingga. “ Kami ke Dinkes untuk mengecek stok obat sejauh mana. Ada sejumlah obat yang sudah ekspayer, makanya saya minta itu di data karena itu bahan evaluasi. Dimana kita akan lihat kenapa itu sampai bisa terjadi,” tutur Sekda Keerom diruang kerjanya kepada wartawan seusai melakukan sidak.

Baca Juga:  Kopdarwil DPW Papua, PSI Harus Jadi Alternatif Baru Dalam Politik Indonesia

Sekda juga mengakui, dari hasil sidaknya di RSUD Kwaingga ditemukan keluhan tentang minimnya stok obat. “Kaitan dengan ketersediaan obat memang tadi kami tanya di RSUD sampai paracetamol saja tidak ada inikan fatal,” kata Sekda.

Namun Blasius mengacungi jempol kepada RSUD Kwaingga yang tetap melayani dan mengambil solusi bagi pasien tidak mampu, dimana pasien tidak mampu yang menggunakan BPJS akan dibelikan obatnya oleh rumah sakit jika obatnya tidak tersedia diapotik milik rumah sakit. Hal ini dilakukan agar pasien tidak mampu tetap bisa mendapatkan obat.

“Saya kira itu sebuah langkah maju ya dalam kesadaran pelayanan. Karena memang kondisinya obat yang diresepkan tidak ada dirumah sakit. Jadi nanti uang rumah sakit itu diganti setelah klaim BPJS dilakukan,” papar Sekda.

Baca Juga:  Sudah Daftar di Tiga Partai, Kamaniel Kiwak Semangat dan Harapan Baru Mimika

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Keerom dr. Ronny Situmorang saat dikonfirmasi membenarkan jika terdapat beberapa jenis obat yang sudah habis masa pakainya yang tersimpan di gudang obat. Obat-obat tersebut berasal dari pengadaan tahun-tahun sebelumnya yang tidak sesuai dengan kebutuhan.

“Itu dipesan tidak sesuai dengan kebutuhan, sudah begitu dipesan dalam jumlah banyak, padahal kebutuhannya sedikit untuk jenis-jenis obat itu. Seandainya obat-obat itu sangat dibutuhkan lebih baik kami distribusikan ketimbang hanya digudang sampai ekspayer begitu,” tuturnya saat dihubungi via ponselnya.

Sedangkan terkait dengan tidak adanya paracetamol di RSUD Kwaingga, Ronny mengklaim kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Keerom namun juga terjadi di Kota Jayapura maupun Kabupaten Jayapura. Dikarenakan saat ini stok obat tersebut sedang minim.

Baca Juga:  29 Tanda Pasangan Anda Selingkuh

“Memang barangnya (paracetamol) lagi sedikit stoknya. Makanya kami juga tidak bisa datangkan saat ini tapi mudah-mudahan secepatnya stoknya sudah ada,” ungkap Ronny tanpa memastikan kapan paracetmol akan tersedia kembali.

Disinggung soal pengadaan obat-obatan, Ronny menjelaskan pihaknya telah melakukan pemesanan lewat e-katalog dan saat ini beberapa jenis obat telah datang. “Mudah-mudahan secepatnya semua item obat masuk. Distribusi tetap kami lakukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing tempat pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (alf/R1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*