Diharapkan Jadi Agen Perubahan Kampung Mandiri, 76 Fasilitator PPDM ‘Digembleng’ Sebulan

 

Kepala BPMK Provinsi Papua, Patridje Dimara Co Team Leader PPDM Provinsi Papua bersama Trainer dari PPDM Pusat dan sejumlah Fasilittaor yang mengikuti sesi pembukaan pelatihan belum lama ini. (Foto : Amri / Lingkar Papua)

 

LINGKAR PAPUA.COM, JAYAPURA – Diharapkan mampu memotivasi, memfasilitasi dan advokasi kepada masyarakat, terkhusus para kelompok tani di wilayah kerja masing – masing, sebanyak 76 tenaga fasilitator kabupaten maupun distrik pada Program Pembangunan Desa Mandiri (PPDM) di 6 kabupaten Provinsi Papua mengikuti pelatihan dan penyegaran Fasilitator PPDM selama sebulan sejak Senin (18/9/2017) kemarin di salah satu hotel di kawasan Entrop, Jayapura.

“jadi pada hari ini hingga sebulan mereka kita kumpulkan semua, termasuk data dan laporan mereka sejak bulan Mei lalu, ini moment yang bagus untuk berbagi informasi, sharing pengalaman antar fasilitator dari daerah satu dengan daerah lainnya, misalnya bagaimana pengalaman dari pendamping di Nabire sehingga bisa mendapat dukungan dari aparat kampung, SKPD dan Pemerintah Daerah, kita berharap ada transfer skill diantara sesama Fasilitator, agar mereka benar – benar mampu membawa perubahan di daerah tugas masing – masing, bisa menjadi agen perubahan”, kata Ny. Patridje Dimara, Co. Team Leader Provinsi Papua belum lama ini di sela – sela pembukaan Pelatihan Penyegaran Fasilitator PPDM.

Menurutnya sejak bergulir bulan Mei 2017 lalu, para fasilitator kabupaten maupun distrik sudah turun lapangan tanpa pelatihan, karena rata – rata mereka adalah eks program PNPM Pertanian yang nota bene telah memiliki sejumlah pengalaman.

“jadi sejak Mei mereka turun lapangan, kita berikan tugas untuk mendata dan mereview ulang bagaimana kinerja kelompok tani yang pernah ikut program PNPM Pertanian sebelumnya, kita bekali mereka alat bantu untuk ukur dan evaluasi kinerja tiap – tiap kelompok tani, jadi hari ini mereka kumpulkan semua data dan laporan termasuk progress dari masing – masing kabupaten sekaligus ada pelatihan dan penyegaran serta pembekalan dari pusat terhadap 76 fasilitator yang ada”, kata Ny. Patridje Dimara lagi.

Menurutnya selama sebulan ini para Fasilitator benar – benar di gembleng berbagai macam materi dan pola pendekatan atau strategi untuk berhasil dalam memfasilitasi usulan program kelompok tani agar dapat di biayai dari Dana Desa yang di kelola oleh aparat kampung bersama Bamuskam selama ini.

“selain kumpulkan lapora, juga moment ini tempat yang cocok untuk proses sharing skill dan pengalaman diantara sesama Fasilitator dari masing – masing daerah, agar pengalaman dari satu daerah bisa di aplikasikan pada daerah lainnya, jadi dari Nabire mungkin bisa berbagi pengalaman mereka, karena tiap kabupaten apalagi distrik memiliki karakteristik yang berbeda, tentunya juga butuh trik dan tips khusus untuk berhasil, kegiatan akan selesai pada 17 Oktober 2017”, kata Ny. Patridje Dimara.

Adapun beberapa tugas yang harus di emban sebagai fasilitator di distrik diantaranya adalah mengidentifikasi potensi kampung, identifikasi kebutuhan pelatihan, memberikan pelatihan teknis pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan, termasuk juga di dalamnya memfasilitasi kerja sama dan koordinasi kegiatan, monitoring dan melaporkan setiap kendala yang dihadapi.

Selain itu juga para fasilitator distrik ini di harapkan mampu memfasilitasi pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam pertanian sehingga layak di produksi sebagai produk – produk tertentu, mulai dari pengolahan hasil, peckaging hingga pemasaran, termasuk juga di dalamnya melakukan pembinaan dan bimbingan kepada para fasilitator kampung secara berkala dan melaporkannya kepada fasilitator kabupaten.

Menurut Ny. Patridje Dimara, tidak semua distrik dan kampung yang ada di satu kabupaten menjadi peserta atau partisipan dalam Program PPDM, ada beberapa indicator, tetapi rata – rata yang menjadi partisipan pada PPDM tahun ini adalah eks peserta PNPM Pertanian.

“Di Nabire hanya 5 distrik dan 2 kampung, Jayawijaya 11 distrik dan 5 kampung ada juga yang 4 kampung, di Yapen ada 6 distrik 5 kampung, di Sarmi dua distrik 5 kampung, di Boven Digoel ada 2 distrik 5 kampung, Yahukimo 7 distrik 5 kampung”, kata Patridje Dimara.

Menurutnya sebagai fasilitator, mereka adalah orang – oang yang sudah di persiapkan untuk melakukan pendekatan dengan berbagai pola dan strategi, sehingga ada respon positif dari pemerintah kampung, entah pendekatan, kekeluargaan, sosialisasi dan komunikasi yang intens sehingga dalam pengelolaan Dana Desa, aparat kampung juga mau memberikan perhatian dan dukungan kepada kelompok tani yang mengembangkan beberapa komoditi.

“banyak kampung – kampung lain tertarik dengan pola pendampingan dan strategis dan berminat untuk ikut bergabung dan di bantu untuk fasilitasi, tetapi karena memang ada keterbatasan sehingga kita focus pada kampung yang sudah ada dulu”, kata Patridje lagi.

Harapannya dengan kegiatan Pelatihan dan Penyegaran Fasilitator ini para fasilitator yang terlibat dalam program PPDM ini benar – benar mampu menginspirasi dan menjawab sejumlah persoalan yang di hadapi kaum tani maupun kelompok taninya.

“untuk fasilitator distrik diharapkan mampu menjembatani masyarakat kampung, pemerintah kampung, distrik dan juga kabupaten / kota melalui SKPD yang ada sehingga mampu mengurangi angka kemiskinan melalui pengusulan program berbasis pertanian yang di biayai melalui Dana Desa di masing – masing kampung sebagai salah satu upaya menciptakan investasi produktif di sector pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan holtikultura”, kata Patridje Dimara.

Menurutnya dengan adanya fasilitator yang cakap membantu para kelompok tani sehingga dapat mendorong usulan program mereka masuk dalam RPJMK, ataupun mendapat alokasi dana dari Dana Desa melalui proses musyawarah perencanaan partisipatif yang melibatkan seluruh komponen masyarakat di tingkat kampung.

“program ini penting, karena diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memanfaatkan dan mengelola SDA Pertanian agar menjadi sumber pendapatan, dan juga mempertahankan ketersediaan bahan pangan dan usaha produktif lainnya”, kata Ny. Patridje. (amr/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*