20 Tenaga Konseling PMKS Dari Keerom Ikut Workshop KIE

Kepala Dinas Sosial Keerom Lena Beru, SE yang didampingi perwakilan Kementerian Sosial RI, Aisyah Arifin dan Badan Nasional Narkotika (BNN) Papua Sefnat B Layan saat memberikan arahan kepada peserta workshop. (Foto: Alfred/Lingkar Papua)

LINGKAR PAPUA.COM, KEEROM — Pemerintah Daerah Kabupaten Keerom melalui Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinsos) Kabupaten Keerom mengadakan kegiatan Workshop Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) bagi 20 tenaga Konseling bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Keerom yang terdiri dari beberapa tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan tokoh masyarakat yang peduli di Kabupaten Keerom.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Keerom Lena Beru, SE. Msi itu juga dihadiri perwakilan Kementerian Sosial RI, Aisyah Arifin dan Badan Nasional Narkotika (BNN) Papua Sefnat B Layan bertempat di Hotel Grand Talen Abepura, Rabu (27/9/2017).

Kadinas Sosial Kabupaten Keerom Lena Beru mengatakan peserta Workshop telah dipilih untuk membatu Pemerintah Daerah di lapangan dan memberikan pelayanan rehabilitasi kepada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) bagi korban narkoba, alkohol, psikotrapi dan zat adiktif (Napza) di Keerom dan diharapkan benar- benar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, karena petugas PMKS merupakan ujung tombak di lapangan.

“Pemda pastinya tidak mengetahui semua jika terjadi persoalan di lapangan apabila petugas PMKS tidak membantu pemerintah di lapangan, tapi dengan adanya petugas PMKS di lapangan persoalan di lapangan bisa diketahui, kami mengajak masyarakat yang telah dilatih untuk dapat bekerja sama dengan Pemda dalam memberantas Napza di Kabupaten Keeorm”, kata Lena Beru dalam sambutannya.

Menurutnya, pemberantasan dan rehabilitasi korban Nafza merupakan program nasional dan telah mendunia, karena dampak Nafza sangat berbahaya dan telah telah menjadi isu internasional dan bisa dikatakan ‘naik daun’ (terkenal – Red).

“kalau giat positif naik daun kami sangat salut, tetapi naik daun hanya menghancurkan anak- anak generasi bangsa tidak usah, mari sama- sama menghentikan yang namanya Nafzsa di Keerom agar anak- anak tidak hancur kerana Nafza, karena sangat merusak masa depan generasi muda”, katanya lagi.

Selain itu, wilayah Keerom merupakan berbatasan langsung dengan PNG sehingga perlu diwaspadai kerana pintu masuknya narkoba jenis ganja dari PNG.

Dengan persoalan ini, merupakan tanggung jawab semua pihak, bukan hanya dari pemerintah saja tetapi memalui secara pribadi, organisasi dan lain sebagainya.

“ lebih baik kita mencegah sedini mungkin, dari pada mengobati, kami berharap bagi peserta workshop yang mewakili masyarakat Keerom yang dipercayakan untuk membatu pemerintah memahami secara baik karrna peserta konseling bagi PMKS adalah ujung tombak di lapangan”, tegasnya lagi. (alf/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*