DPR Papua Soroti Berbagai Aksi Penjambretan di Argapura Pelni, Harus Ada Penanganan Serius

Laurenzius Kadepa, Anggota Komisi I DPR Papua. (Foto: dok. kabarmapegaa.com)


LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA – 
Aksi penjambretan yang kerap terjadi di kawasan Argapura Pipa (depan, kantor Pelni, red) mendapat sorotan dari Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzius Kadepa.

Kepada  Lingkarpapua.com, Kadepa mengaku, aksi-aksi tersebut hendaknya mendapat tindakan tepat dari pihak kepolisian, lantaran sangat meresahkan masyarakat, apalagi kebanyakan korban adalah  perempuan. Ditambah lagi, kejadian penjambretan tersebut terjadi di jantung kota, bahkan dari berbagai informasi yang masuk ditelinganya, hasil dari penjambretan tersebut digunakan untuk hal-hal yang tidak baik.

“Kasus ini harus ditindak tegas, apa motif mereka, sengaja atau tidak. Pihak kepolisian harus serius menangani ini, apalagi hasil penjambretan digunakan untuk hal-hal seperti beli aibon, konsumsi miras, bahkan beli ganja,” kata Kadepa saat dikonfirmasi lingkarpapua.com, via selularnya, kemarin.

Baca Juga:  6% Dana Otsus Untuk Adat, Perempuan dan Agama Kemana ?

Kata Kadepa, tindak lanjut kepolisian harusnya aksi disertai dengan reaksi, tanpa memandang bulu. Sebab, segala tindak dan tanduk tentang kinerja aparat menjadi nilai tersendiri bagi masyarakat. Dengan  penangangan cepat dan tepat, kasus penjambretan di Argapura tentunya akan menjadi bagian dari kepercayaan public kepada citra institusi kepolisian khususnya jajaran Polres Jayapura Kota dan bawahannya.

“Tidak boleh ada alasan  lagi, kompleks Argapura itu sudah darurat, ini public atau masyarakat akan menilai, jangan sampai instansi kepolisian dicap melakukan diskriminasi penanganan,” katanya

Selanjutnya, kata Kadepa, diharapkan ada campur tangan Pemerintah Kota Jayapura, agar dapat melihat dan melakukan pengawasan. “ apakah itu kesenjangan ekonomi atau bagaimana, sehingga ini harus mendapat perhatian serius,” ujarnya.

Baca Juga:  6 Daerah Ini Dapat Kucuran Dana 2,5 Triliun Untuk Bangun Kawasan Perbatasannya !

Soal informasi pelakunya anak dibawah umur atau sejenisnya. Itu bukan alasan, tegas Kadepa,  sebab, yang namanya kejahatan tetaplah kejahatan. “Jadi siapapun besar, kecil, perempuan, atau laki-laki yang sudah meresahkan masyarakat umum, itu harus ditindak,” tegasnya.

Sekedar diketahui, aksi penjambretan di lokasi Argapura tepatnya depan Kantor Pelni dan sekitarnya, menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kota Jayapura. Berdasarkan data yang dihimpun lingkarpapua.com, sepekan terakhir di Bulan September 2017, banyak masyarkat yang menjadi korban penjambretan di lokasi tersebut dengan berbagai macam modus.

Saat dikonfirmasi terkait banyaknya kejadian penjambretan tersebut, Kapolres Jayapura Kota, AKBP Tober Sirait, mengaku beberapa kasus penjambretan sedang dalam proses. “Infonya, penjambretan di sekitar kantor Pelni Jayapura sudah beberapa yang kita proses, dan akan kita maksimalkan lagi,” kata Kapolres via SMS, belum lama ini.

Baca Juga:  Islamophobia dan Kerukunan Umat Beragama

Pantauan lingkarpapua.com, sejak tiga hari terakhir Kepolisian Polsek Jayapura Selatan melakukan penjagaan di lokasi penjambretan. Diharapkan, dengan aksi tegas dari Kepolisian tersebut, tindak pidana kriminal di Jayapura khususnya  titik rawan jambret berkurang  dan pelaku dapat segera ditindak. (tie/r2)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*