Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kejati Papua Gelar Bhaksos Deteksi Kanker Dini, Hadiri dan Periksakan Diri Anda

Ikatan Adhyaksa Dharma Karini Kejaksaan Tinggi Papua saat melihat langsung proses bhakti sosial pemeriksan deteksi dini Kanker Payudara dan Kanker Serviks yang berlangsung di Kantor Kejaksaan Tinggi Papua. (Foto: Titie/ Lingkar Papua)


LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA –
  Ikatan  Adhyaksa Dharmakarini Kejaksaan Tinggi Papua, menggelar bhakti sosial berupa pemeriksan deteksi dini Kanker Payudara dan Kanker Serviks. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kejati Papua, Selasa (3/10), dalam rangka Bulan Peduli Kanker Payudara Internasional.

Pemeriksaan kanker payudara dan kanker servisk ini dilakukan melalui uji tes IFA dan Sadanis, yang dilakukan langsung oleh dokter ahli serta paramedis dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua termasuk diantaranya Puskesmas Tanjung Ria serta BPJS Kesehatan.

Koordinator Kegiatan Bhakti Sosial Deteksi Dini Kanker, Ny Bangkit Sormin, mengatakan baksos ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan serentak secara nasional. Untuk wilayah Kejati Papua, dilaksanakan dalam beberapa tahapan sepanjang Oktober 2017.

“Untuk lokasi sendiri di Kantor Kejati kita lakukan dua tahapan dari tanggal 3-4  dan dilanjutkan 17-19 Oktober,” katanya.

Kegiatan ini, juga akan dilakukan di beberapa titik, yakni di Poliklinik Uncen pada 9-11 Oktober dan pada tangal 13 nanti akan dilaksanakan di Gereja Eden Tanjung Ria.

Bhakti sosial ini, sambungnya, diperuntukkan bagi seluruh masyarakat umum, khususnya para ibu-ibu rumah tangga. Pihaknya juga sudah mengundang langsung lewat radio serta menyurat di beberapa kantor dinas Pemerintah serta perkumpulan Gereja, Majelis Taklim, dan kelompok masyarakat, organisasi wanita, hingga langsung ke RT/RW,

“Jadi siapa saja bisa datang,” katanya.

Sebagaimana latar belakang kegiatan tersebut, kata Ny Bangkit, jika ibu-ibu yang memiliki BPJS juga bisa dibawa serta, sementara yang tidak memiliki BPJS nanti akan dikoordinasikan dengan dinas. “Pada prinsipnya pemeriksaan ini tidak dipungut biaya,” ujarnya.

Terkait dengan hasil pemeriksaannya,  pihaknya menyediakan 3 bed, masing-masing  bed dilayani dua paramedis dengan seorang tenaga dokter ahli, dan juga ada bantuan tenaga ahli dari puskesmas. Untuk hasil pemeriksaannya sendiri, dapat langsung diterima, sebab proses pemeriksaannya menggunakan sistem asam asetat.

“Memang agak berbeda dengan PupsMears, perlu menunggu hasilnya karena harus dikirim ke Makassar,” ungkapnya.

Pada hari pertama kegiatan, ia mengaku telah mendaftar sekitar 90 orang dari Dinas Sosial, Kantor Distrik, dan Kantor Kehutanan. “Kalau yang mendaftar pagi ini sudah ada sekitar 20 orang yang melakukan tes sekaligus menerima hasilnya,” akunya.

Ia berharap, dengan adanya kegiatan sosial tersebut, semua perempuan di Indonesia, khususnya wilayah Jayapura dapat terhindar dari kanker payudara dan kanker serviks. “ karena biasa kanker itu ketahuan setelah parah atau istilahnya sudah pada stadiun akhir. Sehingga dengan adanya deteksi dini ini kita mengetahui status kesehatan ibu-ibu kita, agar dapat lebih mengantisipasi apakah perlu dilakukan pengoabatan dan lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, paramedisnya juga akan memberikan informasi lebih detail soal kanker agar kita sebagai masyarkat juga lebih memahami dan mengantisipasi untuk terhindar dari Kanker. “Yang pasti saya mengajak semua ibu-ibu untuk ikut ambil bagian pada kegiatan ini,” tutupnya. (tis/r2)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*