Tahun Ini Keerom Kebagian Enam Tower Jaringan Komunikasi

Ilustrasi

 

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM – Masih sulitnya masalah komunikasi yang belum tersebar di seluruh wilayahnya, Pemerintah Kabupaten Keerom terus melakukan koordinasi dengan Kementrian Komunikasi dan Informasi. Hasilnya tahun ini Kabupaten Keerom kebagian pembangunan tower jaringan komunikasi yang tersebar dibeberapa kampung yang masih sulit diakses.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Keerom, Megiken Bangun mengungkapkan, sebenarnya tahun ini Keerom hanya mendapatkan jatah sebanyak lima unit tower namun dari hasil koordinasi dengan pemerintah pusat diperoleh penambahan satu tower lagi.

“Penambahan satu tower itu di Kampung Usku Distrik Senggi. Karena kampung tersebut adalah kampung percontohan makanya kami meminta agar disana juga dibangun tower dan disetujui oleh Pemerintah Pusat,” beber Megiken saat ditemui di Kantor Bupati Keerom, Jumat (27/10).

Enam titik pembangunan tower, kata Bangun, berada di Kampung Kibay Distrik Arso Timur, Kampung Pun Distrik Waris, Kampung Yabanda DIstrik Yaffi, Kampung Usku Distrik Senggi, Kampung Umuaf Distrik Web dan Distrik Towe.

“Jadi kalau semua tower ini sudah aktif komunikasi handphone sudah bisa sampai ke Towe. Ini tentu sangat memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi dan segala informasi cepat masuk ke pemerintah,” ungkapnya.

Sejauh ini, dari hasil peninjauan lokasi pekerjaan pembangunan telah mulai dilakukan oleh pihak ketiga. Berdasarkan rapat terakhir dengan Pemerintah Pusat tower-tower tersebut harus selesai dilakukan di tahun 2017.

“Kami hanya pengusul dan pemanfaat jaringan. Karena jumlah anggaran, yang mengerjakan semuanya dari pemerintah pusat karena ini APBN bukan gunakan APBD,” kata Bangun ketika ditanya jumlah anggaran untuk membangun enam tower jaringan tersebut.

Sedangkan yang menjadi beban Pemerintah Kabupaten Keerom adalah penyiapan lahan untuk pembangunan. Sehingga sementara ini tengah disiapkan kesepakatan dengan masyarakat untuk masalah pelepasan kepada pemerintah.

Karena Pemkab Keerom tidak menginginkan timbul masalah lahan dikemudian hari yang dapat mengganggu penggunaan tower jaringan.

“Sudah ada pertemuan dengan pemilik tanah. Semua kami bicarakan dengan seksama. Makanya lahan juga sekarang kita sedang menyiapkan kesepakatan dengan masyarakat begitu juga pelepasan kepada pemerintah. Supaya tidak terjadi kendala-kendala soal lahan,” papar Megiken sambil menambahkan saat ini pihaknya juga tengah mengurus masukya jaringan kabel fiber optic di Kabupaten Keerom. (alf/r2)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*