Bupati Minta Pemuda Jadi Garda Terdepan Memerangi Narkoba

Seluruh element yang ada di Kabupaten Keerom saat berpose bersama memberi dukungan terhadap aksi no narkoba, no miras dan no seks bebas di Kabupaten Keerom. (Foto: Alfred/Lingkar Papua)

 

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM – Berada didaerah yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea (PNG) membuat Kabupaten Keerom kerap menjadi jalur masuknya narkoba jenis ganja dari PNG. Untuk itu Bupati Keerom Drs. Celsius Watae, MH meminta pemuda Keerom menjadi garda terdepan dalam memerangi narkoba.

“Kita disini musuh yang paling besar adalah ganja, karena kita berbatasan langsung dengan PNG. Sering sekali Polisi atau TNI menangkap pelaku pembawa ganja di Keerom saya harapkan memerangi narkoba ini menjadi tugas semua pihak, terutama pemuda diharapkan menjadi garda terdepan,” ujar Bupati ketika diwawancara wartawan seusai mengikuti upacara Hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan dihalaman Kantor Bupati Keerom, Senin (30/10).

Berperang melawan narkoba, kata Watae, memang tidak hanya bisa diserahkan kepada pihak Kepolisian maupun  Pemerintah Daerah. Dengan luas wilayah dan kondisi geografis dibutuhkan dukungan semua pihak, terutama pemuda yang memang tersebar di kampung-kampung.

“Saya harapkan pemuda dengan disponsori KNPI dapat memberikan edukasi dan sosialisasi betapa bahayanya ganja ini kepada seluruh pemuda. Apalagi yang sering ditangkap itu mereka yang masih berumur muda, sayang sekali masa depan mereka hancur karena narkoba,” bebernya.

Dalam upacara Hari Sumpah Pemuda yang dihadiri berbagai element ini memang diisi juga dengan deklarasi no miras, no narkoba dan no seks bebas. Untuk itu Bupati berharap hal tersebut tidak hanya menjadi sebuah deklarasi namun harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Keerom Drs. Celsius Watae, MH dan Wakil Bupati Keerom Muh. Markum, Kapolres Keerom dan sejumlah muspida saat memusnahkan minumas beralkohol sebagai salah satu tanda penolakan terhadap miras di Kabupaten Keerom. (Foto: Alfred/Lingkar Papua)

Untuk itu pemuda di Keerom diharapkan aktif memberikan informasi bahaya ganja hingga ke kampung-kampung, sekolah-sekolah, dan juga kepada pemuda-pemuda lainnya. Sehingga Keerom bisa bersih menjadi jalur masuknya narkoba.

“Kalau kita tidak lakukan penangkalan dari sekarang kita akan kehilangan beberapa generasi muda yang nantinya melanjutkan roda pembangunan ini. Jadi saya harapkan kita semua menyelematkan generasi ini. Saya senang tadi karena telah ada deklarasi kita nyatakan itu supaya itu jadi wujud nyata kita impelementasikan dalam kehidupan pemuda,” ungkap Bupati.

“Intinya kita semua harus berperang melawan narkoba. Saya harapkan semua pihak tidak tinggal diam. Teman-teman wartawan juga kami harapkan untuk sering memberitakan betapa bahayanya narkoba, sehingga generasi kita juga tersosialisasi dengan baik,” tutup Watae. (alf/r2)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*