Pencanangan PKM dan Germas Warnai HKN di Kabupaten Keerom

Bupati Keerom Drs. Celsius Watae, MH yang didampingi Wakil Bupati Keerom Muh. Markum dan Kepala Dinas Kesehatan Keerom dr. Ronny Situmorang menyerahkan potongan tumpeng kepada salah satu tenaga kesehatan di Keerom, dalam rangka perayaan Hari Kesehatan Nasional. (Foto: Alfred/Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53 tahun di Kabupaten Keerom diwarnai dengan pencangan Pekan Kelambu Masal (PKM) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Pencanangan dua program ini tentu saja untuk mengajak seluruh masyarakat Keerom untuk hidup sehat.

PKN sendiri bertujuan agar masyarakat terhindar dari penyakit malaria. Karena dengan penggunaan kelambu salah satu cara efektif menghindari dari gigitan nyamuk penyebab malaria. Sedangkan Germas sendiri bertujuan untuk mengajak masyarakat melakukan pola hidup sehat, terutama dalam mengkonsumsi buah-buahan.

Bupati Keerom Drs Celsius Watae, MH saat membaca pidato Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengatakan, program Indonesia sehat harus dilakukan melalui pendekatan keluarga yang memantapkan kelaurga sebagai bagian penting dalam mendorong masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat.

“ Program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga menekankan pada pentingnya peran keluarga dalam pembangunan kesehatan. Dilingkungan keluarga memberikan dasar bagi keseorang untuk memiliki  kebiasaan, perilaku dan budaya hidup sehat. Oleh kerana itu, perlunya terus- menerus membudidayakan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat mulai dari lingkungan keluarga itu sendiri,” kata Bupati Keerom dalam acara HKN yang diselenggarakan dihalaman Kantor Dinas Kesehatan Keerom, Senin (13/11).

Dalam mensukseskan penyelenggaraan program Indonesia seht, Kementrian Kesehatan telah mengeluarkan peraturan menteri nomor 39 tahun 2016 tentang pedoman penyelenggaraan program Indonesia sehat dengan pengekata keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga pada dasarkan merupakan integrasi melaksanakan program- program kegiatan baik kesehatan perorangan maupun upaya kesehatan masyarakat secara berkisinambungan dengan target pada keluarga berdasarkan profil kesehatan keluarga,”jelasnya.

Untuk itu Bupati Watae berharap seluruh masyarakat Keerom dapat melakukan program PKM maupun Germas secara baik dan optimal. Untuk Germas, Bupati Watae mengajak masyarakat untuk rutin mengkonsumsi buah-buahan lokal yang memang sangat banyak di Kabupaten Keerom.

“Pertanian kita menghasilkan buah naga, pisang, ada semangka, dan lain-lain jadi tidak susah buat kita untuk konsumsi buah. Sekarang kita harus mulai pola hidup sehat dengan konsumsi buah-buahan,” paparnya.

Sedangkan program Pekan Kelambu Massal (PKM), Bupati Watae berharap masyarakat wajib melakukannya, sebagai salah satu bentuk dukungan program pemerintah pusat agar Indonesia bebas penyakit malaria tahun 2030.

“Malaria itu harus dihindari dengan penggunaan kelambu. Ingat malaria menjadi penyakit yang masih banyak dialami oleh masyarakat kita. Semoga melalui program ini kita bebas malaria,” pungkas Bupati. (alf/r2)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*