Bupati Watae Apresiasi Penyelenggaraan Pesta Adat Yonggway

Bupati Keerom Drs. Celsius Watae, MH (batik biru) saat menghadiri pesta adat Yonggway. (Foto: Ist)

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM – Dalam perkembangan teknologi saat ini tidak dapat dipungkiri berbagai masuknya budaya dari luar semakin kencang. Hal itu membuat budaya lokal mulai terkikis bahkan terlupakan oleh generasi muda. Untuk itu Bupati Keerom Drs. Celsius Watae, MH sangat mengapresiasi terselenggaranya pesta adat Yonggway di Kampung Workwana sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya Keerom yang sangat bernilai tinggi.

Untuk itu Bupati Watae berharap melalui penyelenggaraan pesta adat Yonggway mampu memikat generasi muda Keerom untuk mengenal, mempelajari, mencintai dan terus melestarikan tradisi budaya.

“Sebagai anak asli Keerom dan juga anak adat saya berpesan kepada seluruh masyarakat Keerom agar dapat melestarikan budaya, demi anak cucu kita yang ada ditanah ini,” ujar Bupati Keerom saat menghadiri pesta adat Yonggway di Kampung Workwana, Kamis (16/11).

Kepada generasi muda asli Keerom, Watae mengingatkan untuk berbagai budaya akan ikut masuk seiring perkembangan teknologi saat ini, namun budaya adat asli Keerom jangan sampai terlupakan. Karena hal itu sangat berbahaya untuk kelestarian budaya adat kedepan.

“Karena saat ini anak-anak lebih banyak untuk berjoget dangdut atau dansa. Pada akhirnya nilai-nilai budaya adat mulai ditinggalkan dan dikwatirkan perlahan- lahan akan hilang atau punah. Tetapi bagaimana mempertahankan nilai- nilai yang telah ada ini, jangan sampai hilang,”ungkapnya.

Untuk itu Bupati Watae juga mengapresiasi perjuangan Ondoafi Frans Babut yang telah menyelesaikan rumah adat hingga terselenggaranya pesta adat Yonggway. Kedepan, Pemkab Keerom akan terus berusaha untuk menjaga keberlangsungan adat sebagai salah satu kekayaan daerah.

“Meskipun pemerintah daerah membantu hanya sedikit tetapi perhatian pemerintah daerah terhadap adat di Keerom sangat besar, walaupun itu masyarakat adat meminta kepada pemerintah daerah dengan banyak tetapi pemerintah tetap merespon dengan kemampuan dana yang ada“ papar Bupati yang tetap komitmen walaupun dengan anggaran yang masih terbatas.

Sementara itu Ketua Panitia Adat Yonggway, Fring Moisanggu mengungkapkan, pesta adat Yonggway telah dilaksanakan selama Sembilan tahun. Dirinya berharap pesta adat ini dapat terus terseleggara setiap tahun untuk menjaga kelestarian budaya.

“Jangan saling membenci dan selalu membawa damai. Kepada Bapak Bupati Keerom hal seperti ini bukan hanya di Kampung Workwana saja dilakukan tetapi juga dilakukan di kampung- kampung lain,”pungkasnya. (alf/r2)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*