Pemkab Keerom Tekan Perusahaan Wajib Perhatikan Pelaksanaan K3

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi saat melakukan sosialisasi pengawasan, perlindungan dan penegakan hukum terhadap keselamatan  dan kesehatan pekerja di balai kampung Yuwanain Arso II Distrik Arso Kabupaten Keerom. (Foto: Ist)

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM – Pelaksanaan keamanan, kesehatan dan keselamatan (K3) pekerja harus menjadi perhatian setiap perusahaan. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Keerom menekankan kepada setiap perusahaan yang menjalankan aktivitasnya di Kabupaten Keerom untuk memperhatikan hal tersebut.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Keerom melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melakukan sosialisasi pengawasan, perlindungan dan penegakan hukum terhadap keselamatan  dan kesehatan pekerja di balai kampung Yuwanain Arso II Distrik Arso Kabupaten Keerom, Selasa (28/11).

Bupati Keerom Drs. Celsius Watae, MH yang diwakili Asisten II Setda Kabupaten Keerom Hulman Sitinjak mengungkapkan, pengetahuan tentang pelaksanaan K3 kepada setiap perusahaan sangat penting dilakukan sehingga pemahaman tentang hak dan kewajiabn terhadap tenaga kerja dapat dilakukan dengan baik.

“Oleh karena itu, dengan dilaksanakanya terus-menerus sosialisasi seperti ini ada jaminan terhadap seluruh karyawan yang bekerja dilingkungan perusahaan itu dapat  dan menjadi perhatian perusahaan,” ujar Hulman.

Namun jika sudah dilakukan sosialisasi dan berbagai pendekatan terhadap perusahaan namun tidak ada perubahan, kata Hulman Pemkab Keerom akan mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang masih tidak memperdulikan terlaksanannya K3 bagi tenaga kerja.

“Jika telah dilakukan sosialisasi dan telah dilakukan pendekatan- pendekatan persuasive terhadap perusahaan ternyata masih ada perusahaan yang mengabaikan Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan (K3) terhadap karyawan dengan terpaksa Kabupaten Keerom melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Keerom akan mengambil langkah- langkah tegas demi perlindungan tenaga kerja di Kabupaten Keerom,” kata Hulman dengan tegas.

Selain itu Hulman juga mengingatkan kepada perusahaan yang ada di Keerom yang memiliki minimal tiga orang karyawan wajib untuk dimasukkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kalau ada perusahaan yang tidak masukkan padahal sudah punya karyawan minimal tiga orang, segera laporkan biar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi segera mendindak sesuai hukum yang berlaku,” minta Hulman. (alf/r2)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*