Merokok, Dapat Lempar Dengan Asbak Dari Sekda, Laki – Laki Ini Cabut Aduannya di Polda Papua

Kadinas PU Provinsi Papua, Djuli Mambaya, ST mendampingi Fadly Muksin (baju coklat dekat pintu), seorang konsultan yang jadi korban tindak pidana ringan oleh Sekda Papua, Herry T.E.A. Dosinaen yang sebelumnya membuat laporan ke Polda Papua, namun berniat mencabut kembali semua aduannya di Polda Papua kemarin. (Foto: Titie / Lingkar Papua)

 

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA – Meski sebelumnya telah mengadukan tindak pidana ringan (tipiring) dan perbuatan yang tidak menyenangkan yang menimpa dirinya oleh salah satu pejabat teras di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua ke Mapolda Papua, Selasa (28/11/2017) lalu, dengan berbagai pertimbangan akhirnya, Fadly Muksin, salah seorang konsultan yang selama ini bermitra dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Papua, akhirnya mencabut aduannya atas Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Herry T.E.A. Dosinaen, di Mapolda Papua, Senin (4/12/2017) kemarin.

“tidak ada tekanan atau paksaan dari siapapun untuk cabut laporan ini, inisiatif saya sendiri, sama – sama manusia, saling memaafkan, juga sudah dilakukan mediasi oleh Kadinas PU dengan beliau (Sekda-Red), jadi ini hanyalah miss komunikasi, ketika itu juga saya tidak mengetahui kalau yang bersangkutan adalah Sekda, jadi saya pikir kita selesaikan secara kekeluargaan saja”, kata Fadly Muksin didampingi Kadinas PU Provinsi Papua, Djuli Mambaya, ST saat ditemui wartawan di Mapolda Papua, Senin (4/12/2017) kemarin.

Baca Juga:  Tiga Belas Tahun Disclaimer, Akhirnya Keerom Dapat Opini WDP Dari BPK

Kedatangan Fadly Muksin di dampingi Kadinas PU Provinsi Papua ke Mapolda Papua dengan tujuan hendak mencabut aduannya atas Sekda Provinsi Papua, Herry T.E.A. Dosinaen sebelumnya, dan memilih jalur kekeluargaan untuk menuntaskan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya pekan kemarin.

“tadi sudah kita diskusikan dengan penyidik, besok kita ajukan surat pencabutan tertulis, karena sesuai petunjuk dari penyidik harus ajukan surat tertulis, Fadly ini saya anggap adik saya, keluarga saya, dan saya nilai hanya miss komunikasi kemarin itu, jadi tidak perlu kita bawa ke ranah hukum”, kata Djuli Mambaya.

Menurut Djuli,  persoalan antara Muksin dan Sekda Papua hanya miss kommunikasi, secara pribadi , kata Djuli, sudah dilakukan komunikasi kepada Sekda Papua, dimana kejadian itu hanya salah paham, apalagi korban saat itu  tidak mengetahui bahwa yang melempar asbak tersebut adalah Sekda.

Apalagi memang ada larangan merokok dan makan pinang di lingkungan SKPD di Pemprov Papua.

Baca Juga:  Klemen Tinal Canangkan Regenerasi Total di DPD Golkar Papua

“memang, adek Fadly ini saat itu sedang merokok di hall, hanya karena saat itu korban menggunakan seragam PU, Sekda menganggap bahwa korban adalah PNS PU, saat pak Sekda lewat dia sedang merokok, dan Sekda agak tersinggung sehingga langsung terjadilah insiden itu,” kata Djuli sembari menambahkan tujuan Pak Sekda baik, untuk mendidik bawahannya.

Muksin selaku korban menjelaskan kronologi singkat saat kejadian, sebelumnya itu para konsultan yang berkantor di dinas PU Provinsi Papua dipanggil Kadis PU untuk rapat, dan saat itu ia juga mengetahui akan dihadiri oleh Sekda Provinsi Papua.

“setelah rapat saya turun, kebetulan ruangan kami dekat kaca, dan saat saya didalam ruangan saya lihat ada rombongan datang, jadi saya mencoba keluar dan melihat keatas,” jelasnya.

Bertepatan saat itu adalah jam istirahat, maka iapun keluar ruangan dan kebetulan diatas meja depan hall ada asbak diatas meja, maka akhirnya iapun merokok. Bertepatan dengan itu dari atas turun rombongan bahkan sudah sampai ke mobil, namun ada yang kembali ke tempat korban dan melempar asbak dari arah depan.

Baca Juga:  Meski Belum Bisa Difungsikan, September 2018 Jembatan Holtekamp Tetap Akan Diresmikan ?

“Waktu itu saya tidak tau yang mana Pak Sekda, dan karena ada asbak di meja tempat  saya merokok itu, lalu asbak itu diambil dan dilempar ke saya. asbak itu dilempar dari arah depan dengan jarak sekitar 70-80 cm, tapi saya sempat menangkis lemparan sehingga hanya memar saja, di lengan kanan,” katanya sembari menambahkan kejadian sekitar pukul 13.00 WIT dan saya setelah pulang 15.00 WIT, ia langsung mendatangi Polda Papua dan membuat laporan polisi.

Berdasarkan laporan diterima Polda Papua pada Selasa (28/11/2017) dengan nomor LP 240/XI/2017 , Fadli Muksin melaporan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh terlapor atas nama Herry Dosinaen, dengan cara melempar menggunakan asbak rokok terbuat dari tripleks dengan menggunakan tangan bagian sebelah kanan.

“Sekarang sedang dimintai visum di RS, kasus ini lagi didalami,” kata Direskrimum Polda Papua melalui Kabid Humas, Kombes Ahmad Mustofa Kamal, kepada wartawan, Kamis (30/11/2017) lalu.

Terkait surat pencabutan aduan atas Sekda Papua, hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari Mapolda Papua.

Sekda Provinsi Papua, Herry T.E.A. Dosinaen yang coba di konfirmasi Lingkar Papua beberapa kali di kantornya sedang tidak berada di tempat, sebelumnya di kabarkan Sekda akan melakukan konferensi pers terkait insiden tersebut, tapi hingga berita ini di naikkan belum ada kepastian kapan dilakukan konferensi pers.  (tie/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*