Hari Bhakti PU Ke- 72, Wagub Akui Pembangunan Infrastruktur di Papua Membaik, PUPR Target Jalan Trans Papua Tuntas 2019

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE, MM didampingi Kadinas PU Papua, Djuli Mambaya, ST bersama tamu undangan usai upacara peringatan Hari Bhakti PU Ke-72 yang dipusatkan di halaman Kantor Gubernur Papua, Senin (4/12/2017) kemarin. (Foto : Titie / Lingkar Papua)

 

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA—Peringatan Hari Bhakti Pekerjaan Umum (PU) Ke- 72 yang jatuh pada Senin, 4 Desember 2017 kemarin dirayakan secara nasional dan serentak di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Papua yang di pusatkan di halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua dalam kegiatan upacara bendera dengan Inspektur Upacara Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE, MM yang di ikuti oleh seluruh jajaran Pekerjaan Umum dan segenap PNS di lingkungan Pemprov Papua dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan tertulis Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M. Basuki Hadi Muljono yang dibacakan oleh Wagub Papua, Klemen Tinal menjelaskan bahwa peringatan Hari Bhakti PU Ke- 72 tahun ini mengusung thema ‘Bhakti PUPR Bangun Daya Saing Bangsa’, Menteri PUPR mengajak seluruh stake holder untuk meningkatkan kerja sama dan kekompakan dalam menuntaskan misi pembangunan infastruktur yang diamanahkan kepada Kementerian PUPR.

“72 tahun bukanlah usia yang singkat bagi Kementerian PUPR dalam memberikan darma bhaktinya bagi pembangunan Indonesia, dimana tepat 72 tahun lalu, sebanyak 21 orang pegawai yang ditugaskan menjaga Gedung Sate di Bandung yang merupakan Gedung Departemen Pekerjaan Umum waktu itu mendapat serangan dari pasukan sekutu dengan persenjataan berat, namun karena kekompakan, kebersamaan dan keberanian dengan daya juang tinggi sehingga Gedung Sate dapat dipertahankan, dimana ketika sebanyak 7 orang pegawai PU harus mengorbankan nyawanya, diantaranya Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu, dan Soerjono yang kemudian disebut sebagai Pahlawan Sapta Taruna, dan peristiwa itulah yang hingga kini diperingati sebagai Hari Bhakti PU di tiap tahunnya”, kata Menteri PUPR dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE. MM, Senin (4/12/2017) kemarin.

Semangat militansi dan daya juang yang tinggi dari Pahlawan Sapta Taruna itulah yang menjadi nafas setiap insan PUPR dalam bekerja guna menggenjot pembangunan infrastruktur di Indonesia dalam kurun waktu 72 tahun ini.

“tahun ketiga pemerintahan Presiden Joko Widodo  dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sejumlah pembangunan bisa dinikmati oleh masyarakat secara langsung, diantaranya untuk ketahanan air dan pangan telah diselesaikan pembangunan 9 bendungan yakni Bendungan Jati Gede, Titab, Nipah, bajulmati, Rajui, Paya Seunara, Teritip, Raknamo dan Tanju dan saat ini tengah di genjot secara parallel 30 bendungan lainnya di Indonesia”, kata Menteri PUPR dalam sambutannya yang dibacakan Wagub Papua, Klemen Tinal, SE, MM.

Baca Juga:  Musda DPD Golkar Papua Mau Digelar di Jakarta, Azis Samual Diminta Lengser

Capain lainnya yang di klaim Menteri PUPR adalah telah diselesaikannya pembangunan 2.623 Km jalan baru, termasuk di dalamnya jalan Trans dan Perbatasan Papua, Trans dan Perbatasan Kalimantan serta Perbatasan NTT.

Sejumlah jembatan baru dengan bentang panjang juga berhasil di tuntaskan pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla diantaranya Jembatan Tayan di Kalbar, Jembatan Merah Putih di Ambon, dan Jembatan Soekarno – Hatta di Manado, sedangkan beberapa jembatan baru masih dalam proses diantaranya Jembatan Teluk Kendari di Sulawesi Utara, dan Jembatan Holtekamp di Jayapura.

Capaian lainnya menurut Menteri PUPR dalam sambutan tertulisnya, sejak tahun 2015 – 2017 sudah di operasikan tol baru sepanjang 568 Km, yakni jalan tol Trans Jawa dan Trans Sumatera, dan Menteri PUPR optimis hingga akhir tahun 2019 dapat menyelesaikan pembangunan tol baru sepanjang 1.851 Km.

Dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan permukiman, telah dimulai pekerjaan Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) Umbulan di Jawa Timur yang telah direncanakan sejak 40 tahun yang lalu, dimana juga tengah dikembangkan beberapa SPAM lainnya melalui skema KPBU, seperti SPAM Bandar Lampung, Semarang Barat, dan Jatiluhur.

“kawasan perbatasan sebagai embrio pusat pertumbuhan wilayah, telah diresmikan pengoperasian 7 (tujuh) Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yaitu: Skouw di Papua; Entikong, Badau, dan Aruk di Kalbar; serta Mota’ain, Motamasin, dan Wini di NTT, dimana ketujuh kawasan itu kita lenkapi dengan sarana prasarana permukiman, pasar sehingga menumbuhkan sentra ekonomi baru di beranda terdepan NKRI”, kata Menteri PUPR lagi.

Menteri PUPR juga melaporkan bahwa hingga Oktober 2017 kementerian yang dipimpinnya sudah membangun 2,2 juta unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam bentuk rumah susun (Rusun), Rumah Khusus (Rusus), rumah swadaya, bantuan PSU, serta fasilitas FLPP, SSB, dan BLM.

Capaian  Kementerian PUPR lainnya adalah mendukung perhelatan Asian Games 2018 dengan membangun sejumlah venue di Gelora Bung Karno (GBK), Kemayoran, dan Jakabaring, yang diharapkan tahun ini tuntas dan akan menjadi kebanggaan Indonesia.

“Kementerian PUPR pun tengah fokus dalam mendukung 10 (sepuluh) destinasi pariwisata sebagai Bali Baru dengan 4 (empat) prioritas utama, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo”, kata Klemen Tinal membaca sambutan tertulis Menteri PUPR.

Baca Juga:  Ini Klaim Tujuh Keberhasilan LUKMEN

Capaian – capaian dimaksud berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya daya saing nasional yang positif dalam 3 (tiga) tahun terakhir.

Laporan World Economic Forum tahun 2017-2018 menyatakan bahwa Indeks Daya Saing Global Indonesia naik dari peringkat 41 menjadi 36. Sementara Indeks Daya Saing Infrastruktur naik dari peringkat 60 menjadi 52.

Demikian halnya dengan peningkatan peringkat kemudahan berusaha, Indonesia menjadi satu  dari sepuluh negara dengan lompatan peringkat Ease of Doing Business (EODB) terbanyak, dimana naik dari posisi 106 pada tahun 2016, menjadi 92 pada tahun 2017 dan naik kembali di posisi 72 pada tahun 2018.

“memasuki akhir dari triwulan ke-4 tahun 2017, saya menekankan kembali agar kita dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan, sebesar ±95% dengan tetap mengedepankan keselamatan, kualitas, dan keamanan hasil pekerjaan, saya ingatkan bahwa tahun 2018 adalah tahun politik. Sesuai pesan Bapak Presiden, kita tetap fokus bekerja, jangan berpolitik, dimana tahun 2018, komitmen pemerintah untuk dongkrak infrastruktur, Kementerian PUPR mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 107, 4 Triliun, terbesar dari seluruh Kementerian”, kata Menteri PUPR, M. Basuki Hadi Muljono dalam sambutan tertulisnya yang mengharapkan amanah tersebut harus di pikul penuh tanggung jawab.

Secara terpisah, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE, MM kepada wartawan mengutarakan kepuasannya terhadap pembangunan di Provinsi Papua dalam tiga tahun terakhir yang menurutnya terjadi perubahan yang cukup signifikan.

“3 tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla sudah banyak hasil yang kelihatan di Papua, mulai dari bandara, pelabuhan, jalan, jembatan, perumahan rakyat, bendungan dan sejumlah infrastruktur lainnya yang berdampak pada pembangunan di Tanah Papua, dan kita harus akui bahwa sudah ada peningkatan pembangunan infrastruktur di Papua selama ini”, kata Klemen Tinal,. SE, MM.

Ia membandingkan, jika pembangunan di Papua sejak dahulu di genjot seperti saat ini, maka ketertinggalan yang ada tidak terlalu menyolok, dan infrastruktur di Papua khususnya dan di Indonesia pada umumnya akan lebih baik dan lebih maju ketimbang negara tetangga lainnya, baik Malaysia maupun Singapura.

“mungkin kalau pemerintahan sebelumnya genjot pembangunan seperti sekarang, pasti dari Papua sudah ada penerbangan langsung ke Malaysia, padahal negara Malaysia belajar dari Indonesia, namun kondisinya pembangunan disana sudah jauh lebih baik dari Indonesia,” kata Klemen Tinal.

Wagub Papua juga mengkritisi salah satu hambatan pembangunan di Provinsi Papua, dimana terkesan masyarakat kurang memahami hakikat pembangunan infrastruktur sebenarnya untuk kepentingan masyarakat juga, sehingga sering kali masih ada persoalan tanah ulayat yang jadi sandungan percepatan pembangunan di Papua.

Baca Juga:  Akhirnya Dua Kampung di Arso Timur Bisa Nikmati Listrik, Enam Kampung Lainnya Segera Nyusul

“masyarakat harus mendukung, salah satunya dari sisi hak ulayat, jangan bikin lagi adat-adat baru yang tidak masuk akal sehingga terjadilah over lapping, waktu pekerjaan lambat, padahal jalan yang dibangun, untuk masyarakat juga”, kata Wagub Papua meminta dukungan masyarakat adat terhadap pembangunan infrastruktur di Papua yang tengah di genjot Kementerian PUPR selama ini.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XVIII Jayapura, Osman Marbun usai upacara bendera mengatakan pembangunan jalan yang ditargetkan terealisasi di Papua diantaranya adalah pembangunan jalan Trans Papua sepnajang 4.330 Km, dimana sudah dari 3.259 Km tinggal menyisakan 352 Km lagi yang diharapkan selesai diakhir 2019.

“kita harapkan 2 tahun terakhir dengan pemerintahan Jokowi akan diselesaikan itu, itu merupakan bagian dari 2.600 Km pembangunan jalan yang akan dibangun selama pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla, jadi capaian Jalan Trans Papua itu sudah 89 persen”, kata Osman Marbun.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Provinsi Papua, Djuli Mambaya mengatakan bahwa dengan thema ‘Bhakti PUPR Bangun Daya Saing Bangsa’ itu artinya seluruh insan PU yang ada di Provinsi Papua maupun di Kabupaten / Kota harus bergotong royong dengan optimalisasi semua potensi yang ada di masing – masing tingkatan untuk mendukung percepatan pembangunan di Papua.

Usai upacara bendera HUT Bhakti PU Ke- 70 kemarin dilanjutkan dengan penganugerahan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya kepada dua ASN yang telah mengabdi selama 30 tahun dan 10 tahun di lingkungan Pekerjaan Umum oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal, SE, MM kepada Edu Melki Paulus Sasarari yang menjabat sebagai Kabid Resevasi dan Peralatan BBPJN XVII Jayapura dan kepada Lalu Asniaty, SP selaku Kepala Seksi Preservasi dan Peralatan Jalan BBPJN XVIII Jayapura yang memiliki masa pengabdian 30 tahun dan 10 tahun.

Selain upacara bendera, Hari Bhakti PU Ke- 72 juga di rayakan dengan kegiatan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Waena dan dilanjutkan dengan kegiatan ramah tamah di kantor BBPJN XVIII Jayapura di Tanah Hitam yang di hibur dengan Group Band Trio Ambisi dan Edo Kondologit.

Rangkaian kegiatan Hari Bhakti PU Ke- 72 kemarin juga dihadiri sejumlah pejabat teras di Provinsi Papua diantaranya Asisten  Setda Papua Bidang Perekonomian dan Kesra Drs. Elia L. Loupatty, MM,  Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih Brigjen  TNI Herman Asaribab dan kegiatan kian semarak dan berkesan dengan dihadirkannya sesepuh Kadinas PU di era – era sebelumnya. (tie/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*