KEEROM DEKLARASI TOLAK NARKOBA

Deklarasi tolak narkoba yang berlangsung di Gedung Pramuka Swakarsa Kabupaten Keerom. (Foto: Alfred/Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM – Kerap menjadi jalur masuknya narkoba jenis ganja membuat Kabupaten Keerom sangat rentan menjadi tempat penyebaran narkoba. Melihat hal itu, pemerintah daerah, Polisi, TNI, pelajar, dan masyarakat Kabupaten Keerom mendeklarasikan tolak narkoba.

Deklarasi itu sendiri bertujuan untuk memproteksi dan memperkenalkan bahaya penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda maupun seluruh masyarakat Kabupaten Keerom. Karena saat ini narkoba terutama jenis ganja tidak hanya tersebar pada kalangan orang tua saja, namun telah merambah hingga tingkat pelajar, terbukti beberapa saat lalu tertangkap salah satu pelajar penyalahgunaan jenis ganja di Distrik Arso Timur.

Kapolda Papua Irjen. Pol. Boy Rafli Amar yang diwakili Direktorat Reserse Narkoba Polda Papua Kombes Pol. Ida Bagus Komang mengungkapkan, narkoba merupakan musuh semua lapisan masyarakat yang harus diatasi dengan aksi penolakan. Karena bahaya narkoba tidak hanya membahayakan individual tetapi telah mengancam masa depan bangsa.

“ Narkoba adalah induk segala kejahatan karena dari nakorba kejahatan- kejahatan lain akan terjadi dan juga narkoba dapat menyerang berbagai golongan usia. Untuk itu menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menjaga lindungan dari peredaran  dan pemakaian penyahgunaan narkoba,”ujarnya saat menghadiri acara Deklarasi Keerom Tolak Narkoba yang berlansung di Gedung Pramuka Swakarsa Senin (4/12).

Deklarasi Keerom tolak narkoba, kata Dirserse Narkoba Polda Papua ini, merupakan sebuah langkah baik yang harus terus dilakukan, agar masyarakat maupun terutama generasi muda lebih memahami tentang bahaya narkoba.

“ Narkoba adalah obat atau zat- zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan nyawa seseorang dan sangat merusak bagi generasi bangsa Indonesia. Saat ini penyalahgunaan narkoba menjadi masalah yang sangat memperhatinkan dan cenderung semakin meningkat dan memerlukan suatu stratagi yang meliatkan seluruh komponen masyarakat untuk bersatu pada dalam gerakan bersama yakni gerakan moral anti narkoba,”paparnya.

Sementara Bupati Keerom Drs. Celsius Watae, MH yang turut hadir dalam deklarasi tersebut mengakui keterbatasan sarana dan prasarana, infastruktur termasuk aparatur pemerintahan menyebabkan beberapa persoalan dalam penyalahgunaan minuman keras.

“Meskipun dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat tidak henti- hentinya untuk meningkatkan dan mengingatkan. Dari laporan yang ada di Polres Keerom kasus- kasus pidana mulai dari penganiayaan, pemerasan, KDRT dan lain sebagainya, sebagian besar dari miras,”ujar Bupati.

Bahkan melihat kondisi daerah yang dipimpinnya saat ini, menurut Bupati, Keerom bukan lagi menjadi daerah yang hanya dilalui oleh ganja,  melainkan daerah yang memproduksi ganja. Hal itu tidak terlepas dari berhasilnya Polisi maupun TNI yang berhasil menemukan dan memusnahkan ladang ganja yang berada di Kabupaten Keerom.

Keerom sendiri, kata Bupati, terdapat lima distrik yang berbatasan langsung dengan Papua New Guinea (PNG) dan merupakan lima titik rawan masuknya ganja yang diduga berasal dari PNG. Untuk itu pihaknya terus berusaha mengatasi hal tersebut dengan membangun komunikasi dengan masyarakat setempat, termasuk memberikan sosialisasi narkoba tidak boleh masuk Keerom.

Untuk itu Bupati Keerom sangat mengapresiasi kinerja TNI maupun Polisi yang telah berhasil mengagalkan berbagai penyelundupan ganja maupun menemukan ladang ganja. Kedepan ia berharap hal serupa terus dilakukan dan masyarakat harus menjadi mitra untuk memerangi narkoba.

“Pemberantasan narkoba tidak hanya bisa dibebankan kepada satu atau dua pihak saja tapi kita semua di Keerom punya tanggung jawab untuk memberantas hal tersebut. Untuk itu saya harapkan masyarakat Keerom ikut membantu, kasih informasi ke aparat jika tahu ada yang bawa ganja atau tanah ganja, biar ditindak sesuai hukum yang berlaku,” papar Bupati.

“Saya harapkan kita semua yang ada diruang ini juga membawa pesan ini bahwa kita semua yang ada di Keerom tolak narkoba. Adik-adik pelajar sebentar ada penyuluhan ikuti dan sebarkan ke teman-temannya tentang bahayanya narkoba. Biar pesan ini terus berkembang dan diketahui oleh semua lapisan masyarakat,” tutup Bupati. (alf/r2)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*