Korem 174/ATW Bersama Pemda Merauke Tanam Perdana Padi dan Jagung Seluas 216 Hektar

Pencanangan tanam padi perdana padi dan jagung seluas 216 hektar di Kampung Yabamaru, Distrik Tanah Miring Kabupaten Merauke oleh Korem 174/ATW dan Pemda Kabupaten Merauke. (Foto : doc. Pendam XVII/Cenderawasih)

 

LINGKARPAPUA.COM, MERAUKE— Untuk mewujudkan Kabupaten Merauke sebagai salah satu kabupten swasembada pangan di wilayah timur Indonesia dan juga bentuk kemanunggalan TNI-AD guna mendukung program pemerintah, Senin (4/12/2017) Komando Resort Militer (Korem) 174/Anim Ti Waninggap (ATW) bersama Pemda Kabupaten Merauke menggelar kegiatan Tanam Perdana Padi dan Jagung seluas 216 hektar di Kampung Yabamaru, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke.

Kegiatan tersebut dihadiri Perwira Seksi Bhakti Teritorial (Pasiter) TNI Korem 174/ATW, Mayor (Inf) Suko Raharjo, A.Md dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Merauke, Drs. Daniel Pauta.

“kegiatan tanam padi dan jagung perdana ini merupakan salah satu wujud kepedulian TNI-AD terhadap program pemerintah yang dilakukan secara serentak untuk menuju Upaya Khusus (Upsus) swasembada pangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua dan memperkokoh pilar kekuatan bangsa demi tegaknya NKRI dan keutuhan wilayah”, kata Mayor (Inf) Suko Raharjo dalam sambutannya.

Mayor (Inf) Suko Raharjo juga mengharapkan kegiatan tanam perdana tersebut tidak sebagai formalitas dan seremoni saja, tetapi harus di laksanakan sungguh – sungguh dan berkesinambungan dan diharapkan bisa mencapai target dan sasaran yang ditetapkan bersama.

“harus ada kesinambungan, tidak berhenti sekali ini saja, sehingga predikat sebagai daerah swasembada pangan dapat terwujud”, kata Mayir (Inf) Suko Raharjo lagi.

Sekda Kabupaten Merauke, Drs. Daniel Pauta dalam arahannya menjelaskan bahwasanya pada musim tanam tahun ini petani di wilayah Kabupaten Merauke khususnya di Kampung Yabamaru Distrik Tanah Miring akan melaksanakan tanam padi dan jagung seluas 216 Ha.

“penanaman padi kali ini menggunakan alat tanam transplanter dengan teknologi tanam jarwo super dan penamanan padi secara manual dengan menggunakan teknologi jajar jarwo”, kata Daniel Pauta, Sekda Kabupaten Merauke.

Dimana menurutnya dengan penggunaan mesin tanam padi transplanter bisa lebih menghemat tenaga, dan juga bisa lebih efektif dan efisien dimana dengan teknologi yang sudah biasa di gunakan petani modern di negara maju, dimana salah satu manfaatnya petani dapat panen lebih awal.

Sedangkan teknik dan cara kerja system Jarwo Super yakni bibit yang sudah berumur 15 hari cukup dipasang di atas alat (mesin) seperti traktor lalu dijalankan dan akan tertanam dengan sendirinya.

Selain jarak tanam yang rapi, penyerapan unsur hara dan penerimaan sinar matahari merata, dimana teknologi Jarwo Super menggunakan lebih banyak bibit padi dalam 1 hektar dibanding tanam manual.

Penanggulangan gulma juga lebih mudah dikendalikan, sehingga lebih efisien dan dan efektif digunakan.

“Dengan adanya peralatan pertanian yang serba mesin modern ini agar para petani lebih semangat dan giat lagi dalam bercocok tanam sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang melimpah sehingga impian menjadikan Merauke sebagai lumbung pangan di wilayah timur Indonesia bisa terwujud”, kata Sekda Merauke.

Turut hadir dalam kegiatan tanam perdana tersebut, Danramil 1707-05/Merauke, Mayor (Inf) Artiono, Pasi Ter Kodim 1707/Merauke Kapten (Czi) Septian Herpriyono, S.Sos., Kadistrik Tanah Miring Riski Firmansyah dan Kapolsek Tanah Miring Ipda Herman Purba serta sekitar 170 orang siswa SMK Negeri 1 Tanah Miring dan masyarakat Kampung Yabamaru. (tie/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*