Idrus Marham Dinilai Siap Gantikan Setya Novanto Jadi Ketum

Idrus Marham, (Plt) Ketua Umum DPP Partai Golkar, di nilai salah satau kader yang siap gantikan posisi Setya Novanto sebagai Ketua Umum. (Foto: doc.breakingnews.co.id)

 

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA— Pasca penetapan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus e-KTP, beberapa nama mulai santer mencuat di gadang – gadang untuk menduduki posisi orang nomor satu di pertain berlambang pohon beringin tersebut.

Selain nama Ir. Airlangga Hartarto yang di nilai layak, dan mendapat dukungan mayoritas dari beberapa DPD Provinsi, bahkan kabarnya telah mendapat restu juga dari Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, ada satu figure yang juga mulai jadi buah bibir di kalangan kader Golkar yang di nilai siap dan mampu memimpin Partai Golkar ke depan.

Baca Juga:  Inilah Nasib Lima Komisioner KPU Kabupaten di Papua Pasca Gelar Pilkada

“saya pikir Pak Idrus Marham sepanjang yang saya monitor, dia siap, kita biarkan saja mereka – mereka bila mau maju Ketum, karena semua itu kader terbaik Golkar kan, siapapun nanti yang maju apakah Pak Airlangga, Pak Idrus Marham, atau siapapun kader, itu semua kader Golkar yang terbaik”, kata Letjen TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus sebagai Ketua Koordinator Bidang Kajian Strategis dan Pengembangan Sumber Daya Manusia DPP Partai Golkar di sela – sela kegiatan Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Papua di Sentani pekan kemarin.

Menurutnya Partai Golkar selama ini tidak terlalu tergantung figure, artinya Golkar bergerak berdasarkan sistem.

Baca Juga:  Di Asmat, Mau Beli Telur di Kios, ASN Dibacok Orang Tak Dikenal

“sebagai partai Modern, Golkar memiliki kader yang secara kualikatif dan kuantatif mumpuni, mereka berdua punya keunggulan, baik Idrus maupun Aerlangga yang muara bisa ketemu, kedua-duanya kader terbaik Golkar”, kata L.F. Paulus ketika ditanyakan tanggapannya terkait adanya wacana dari beberapa DPD yang menyuarakan dukungan terhadap Idrus Marham.

Menyangkut desakan Munaslub Partai Golkar, ia mengaku, berdasarkan hasil rapat pada 21 November ada, lima point keputusan saat pleno, dimana  menyetujui Idrus Marham sebagai Plt Ketua Umum sampai Pra Peradilan.

Jika Setnov kalah di pra peradilan maka DPP minta yang bersangkutan mundur secara sukarela agar happy landing. Selanjutnya jika yang bersangkutan menang dalam pra peradilan berarti Setya Novanto tetap menjadi Ketua Umum DPP dan keputusan strategis yang diambil (Plt) Ketua Umum harus diputuskan secara kolektif dan kolegial dengan Ketua Harian, Bendahara Umum dan Ketua Kordinator Bidang.

Baca Juga:  PDRI Minta Pilwalkot Jayapura di Ulang, MK Tolak Karena Tak Punya Legal Standing

“jadi harus sesuai dengan AD/ART-nya Partai Golkar dan status Setnov sebagai ketua DPR akan dibicarakan setelah pra peradilan,” jelasnya.

Adanya gerakan ditingkat DPD, menurutnya itu hak dari DPD, karena para ketua DPD itu punya hak suara, apalagi dari 2/3 dari 34 pengurus daerah provinsi mengajukan, maka mereka punya hak mengusulkan.

“artinya peta demokrasi biarlah dulu, jangan dibendung atau dihalangi,” katanya. (tie/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*