Tahun 2017, Pemprov Papua Gelontorkan 250 Miliar Untuk Benahi Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Tolikara

Kadinas PU Provinsi Papua, Djuli Mambaya, ST saat meninjau beberapa kegiatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tolikara, Rabu (6/12/2017) kemarin, dimana tahun 2017 ini Pemprov gelontorkan Rp. 250 Miliar untuk bangun infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Tolikara. (Foto : Titie / Lingkar Papua)

 

LINGKARPAPUA.COM, TOLIKARA— Sepanjang Tahun Anggaran 2017 ini, Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pekerjaan Umum telah menggelontorkan dana sekitar Rp 250 Miliar dalam bentuk 18 paket kegiatan untuk membenahi infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Tolikara guna membuka keterisolasian di daerah tersebut.

“18 paket infrastruktur ini untuk mendorong konektivitas antar daerah dan membuka isolasi di Tolikara, dimana Pemerintah menyiapkan sekitar Rp 250 Miliar untuk tahun 2017 khusus insfrastruktur di Tolikara”, kata Djuli Mambaya, ST, Kadinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua, di sela – sela kegiatan meninjau lokasi beberapa kegiatan yang sedang berlangsung di Karubaga, Kabupaten Tolikar, Rabu (6/12/2017) kemarin.

Baca Juga:  Lebaran, Pangdam Minta Prajurit serta Keluarga Tidak Konsumtif dan Berlebihan

Menurutnya berdasarkan hasil pemantauannya, dari 18 paket kegiatan yang di turunkan Provinsi di Kabupaten Tolikara, di targetkan ada 15 paket kegiatan infrastruktur yang bisa tuntas tepat waktu, sedangkan sebanyak 3 paket yang mengalami sedikit kendala dikarenakan adanya kondisi force majeur akibat dari situasi kamtibmas dan politik di daerah tersebut selama Pilkada.

“ada satu pekerjaan peningkatan jalan yang progres pekerjaannya minus 30 persen, lantaran  terkendala pemalangan akibat proses politik di Kabupaten Tolikara, itu sifatnya force majoure, atau di luar kendali kita yah, dan tidak bisa di prediksikan, jadi kita tidak bisa salahkan kontrakornya, dan tetap kita dorong untuk di genjot agar sebelum tutup anggaran tahun ini dapat terselesaikan”, kata Djuli Mambaya usai meninjau kegiatan tersebut secara langsung di Distrik Wunim.

Baca Juga:  Dinilai Jalan Sendiri, DPD PDI Perjuangan Deadline JWW Akhir Bulan Ini

Melihat kondisi fisik pekerjaan, kata Djuli progresnya baru masuk tahapan material on site. Hal itu tentu akan sangat berdampak pada penyerapan anggaran, dan paling penting dampak kepada masyarakat, sebab mobilisasi akan terhambat, apalagi kondisi jalan tersebut hanya bisa di jangkau dengan kendaraan tertentu.

“Memang untuk pelaksaannya semua material sudah ada, hanya saja belum masuk dalam tahap peleburan yang seharusnya kegiatannya sudah masuk dalam bentuk fisik. Tapi itulah, kita juga tidak bisa menduga adanya kendala non teknis seperti ini,” tandasnya.

Kadinas PU Provinsi Papua berharap dengan sisa waktu yang ada perusahaan yang menangani pekerjaan dapat mengejar ketertingalan, penambahan armada, tenaga, dan kerja ekstra.

Baca Juga:  Ada Razia Narkoba dan ‘Polisi Nakal’ di Bar Nikita dan Bar Pesona Merauke

Adapun 18 proyek infrastruktur di wilayah Kabupaten Tolikara meliputi, pembangunan jalan Numai  – Tiom dengan nilai proyek Rp 28 miliar, pembangunan jalan Panaga – Taipe, pembangunan jalan Mamit – Umagi. Pembangunan jembatan Kali Pun, peningkatan jalan Bolakme – Kelila, peningkatan jalan Karubaga – Mamit dan lainnya.

Lanjutnya, kucuran dana yang begitu besar tersebut merupakan perhatian khusus pemerintah  Papua untuk Kabupaten Tolikara. Sehingga Djuli Mambaya berharap, semua warga masyarakat  Tolikara dapat membantu dan mendukung pelaksaan kegiatan pemerintah untuk mewujudkan Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera sebagaimana visi besar Gubernur dan Wakil Gubernur, Lukas Enembe – Klemen Tinal. (tie/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*