“Saya Berani, Saya Sehat, Saya Tolak HIV/AIDS”

Salah satu tampilan generasi muda dalam memeriahkan Hari Aids Sedunia yang diselenggarakan di Kabupaten Keerom. (Foto: Alfred/Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, KEEROM – Hiv/Aids saat ini terus meningkat jumlah kasusnya, hal ini tentu saja harus mendapatkan perhatian yang serius dari semua kalangan masyarakat. Untuk itu di Kabupaten Keerom berkomitmen untuk terus menyuarakan bahayanya Hiv/Aids.

Hal itu terungkap dalam peringatan Hari Aids Sedunia yang digelar Komis Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Keerom pada tanggal 9 Desember 2017 dihalaman Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom.

Menurut Ketua KPA Keerom Muh. Markum, SH, MH, MM saat ini Hiv/Aids tidak hanya melibatkan generasi tua namun juga telah merambah kepada generasi muda. Hal itu terbukti dengan didapatinya sejumlah kasus yang melibatkan generasi muda sebagai pengidapnya.

Untuk itu hal ini harus mendapat perhatian semua kalangan untuk tetap komitmen terhadap pencegahan Hiv/Aids di Kabupaten Keerom. “Semua pihak harus sadar tentang bahayanya Hiv/Aids. Memeriksakan diri bukan berarti karena mengidap penyakit ini, namun biar kita tahu apakah kita ini sehat atau tidak. Jadi mari kita periksakan diri,” ujarnya mengajak seluruh masyarakat Keerom  untuk memeriksakan diri.

Markum menegaskan penyakit Hiv/Aids merupakan penyakit yang mematikan dan dapat menjangkit siapa saja tanpa memandang usia. Namun dengan mengetahui status kesehatan lebih dini, bisa mencegah dan mengobati jika positif terjangki Hiv/Aids.

“Thema ini untuk meningkatkan kesadaran semua pihak akan bahayanya Hiv/Aids dengan cara melakukan tes HIV dan melanjutkan pengobatan dengan ARV,” beber Markum yang juga selaku Wakil Bupati Keerom.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom dr. Ronny Situmorang mengungkapkan Hiv/Aids bukan sesuatu penyakit yang memalukan hingga harus disembunyikan tetapi sebaliknya harus diketahui sejak dini agar bisa diobati.

“Semua masyarakat harus sadar untuk melakukan tes HIV secara sukarela agar mengetahui kondisi dirinya sejak dini apakah terinveksi atau tidak. Kalau terinveksi dapat ditangani dengan cepat dan baik,” tutup Ronny. (alf/r2)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*