1.350 Prajurit Pengawal Perbatasan RI – PNG Diharap Berguna Bagi Masyarakat dan Bisa ‘Jaga Kelakuan’

Kasrem 174 / ATW, Kolonel (Kav) Ketut Adi S. Putra saat menerima kedatangan 1.350 yang akan betugas di kawasan selatan Papua di perbatasan RI – PNG yang baru mendarat di Dermaga Yos Sudarso Jln. Sabang, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Rabu (6/12/2017) kemarin. (Foto : doc. Pendam)

 

LINGKARPAPUA.COM, MERAUKE— Sebagai prajurit, siap ditugaskan di tempat mana saja di wilayah hukum NKRI, demikian juga untuk menjaga wilayah perbatasan RI – PNG di kawasan selatan Papua, dan kepada semua prajurit yang menempati pos penugasan baru, diharapkan benar – benar mempelajari adat istiadat dan kebudayaan atau kebiasaan setempat sebagai modal awak untuk beradaptasi dan membaur dengan masyarakat setempat.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Staff Korem (Kasrem) 174 / Anim Ti Waninggap (ATW), Kolonel (Kav) Ketut Adi S. Putra saat menerima kedatangan 1.350 yang akan betugas di kawasan perbatasan RI – PNG di yang baru mendarat di Dermaga Yos Sudarso Jln. Sabang, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Rabu (6/12/2017) kemarin.

Ribuan prajurit tersebut tiba di kabupaten Merauke dengan dua KRI yakni, KRI Teluk Teluk Bintuni (520)  dengan KRI Hading (538) dengan Komandan kapal Letkol (P) Yusuf Yanto dengan 81 personel Anak Buah Kapal (ABK), dan Mayor Wendy Nizwar Rizaldi dengan 46 personel ABK 46 personil.

Kedua KRI tersebut membawa sekitar 1.350 prajurit TNI – AD dari Yonif 315/Garuda, Yonif Raider 323/Buaya Putih dan Yonif Raider 500/Sikatan, yang akan bertugas  mengamankan perbatasan RI-Papua Nugini (PNG), Rabu (6/12/2017) kemarin.

“Kalian harus tetap waspada, melakukan patroli keamanan dan pemeriksaan patok perbatasan, jaga stabilitas keamanan di sepanjang perbatasan,” pesan Kolonel (Kav) Ketut Adi S Putra.

Kasrem 174 / ATW juga berpesan kepada anggota Satgas untuk selalu menjaga kesehatan agar tidak terjangkiti penyakit malaria, dan yang terpenting Kolonel (Kav) Ketut Adi S. Putra mengingatkan agar prajurit yang baru bisa menjaga nama baik TNI-AD, menjaga perilaku dan sikap (jaga kelakuan-Red), dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat, namun justru harus memberikan rasa aman dan damai kepada rakyat.

“Kehadiran kalian harus memberikan kenyamanan bagi masyarakat disekitar di mana nanti kalian bertugas, jangan mudah terprovokasi dan jangan melakukan hal – hal diluar prosedur”, kata Kasrem 174 /ATW sembari mengharapkan kepada tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama juga bisa menerima dan bekerja sama dengan prajurit yang baru tersebut.

Letkol (Inf) Agust Jovan Latuconsina secara terpisah menjelaskan bahwa 1.350 prajurit yang di tugaskan tersebut semuanya sudah diberikan bekal memadai baik life skill, keterampilan termasuk juga pengenalan adat – istiadat, budaya, dan kebiasaan masyarakat setempat.

“Dengan bekal keterampilan prajurit kami yang mumpuni, nantinya dalam bertugas dapat melatih masyarakat memanfaatkan potensi kekayaan alamnya”, kata Letkol (Inf) Agust Jovan Latuconsina.

Prajurit dari tiga batalyon ini diingatkan melaksanakan tugas dengan optimal dan meminimalisir terjadinya pelanggaran.

Komandan Satgas Yonif Raider 323/Buaya Putih, Letkol (Inf) Agust Jovan Latuconsina mengatakan bahwa kedatangan tiga batalyon TNI ini akan bertugas di perbatasan RI-PNG selama sembilan bulan untuk menggantikan tugas dari prajurit Yonif Para Raider 503/Mayangkara, Yonif 310/Kidang Kancana dan Yonif 405/Surya Kusuma yang masa tugasnya telah berakhir.

“Prajurit dari tiga batalyon akan disebar di sejumlah pos perbatasan RI-PNG,  dan untuk memaksimalkan tugas dalam kurun waktu sembilan bulan ke depan, pihaknya telah melakukan survey lapangan. Selain melaksanakan tugas utama menjaga keamanan perbatasan RI-PNG, seluruh prajurit juga ditekankan fokus kegiatan teritorial.

Menurutnya, sebelum di tugaskan semua prajurit tersebut terlebih dahulu sudah ‘belanja masalah’, mengetahui dan mempelajari kondisi daerah, termasuk mengenal masyarakat dan mengetahui potensi SDA.

“Dengan bekal keterampilan prajurit kami yang mumpuni, nantinya dalam bertugas dapat melatih masyarakat memanfaatkan potensi kekayaan alamnya”, kata Letkol (Inf) Agust Jovan Latuconsina.

Prajurit dari tiga batalyon ini diingatkan melaksanakan tugas dengan optimal dan meminimalisir terjadinya pelanggaran.

Kedatangan tiga batalyon yang masing-masing membawa 450 prajurit itu, disambut oleh Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap (ATW) yang diwakili Kepala Staff Resor Militer (Kasrem) 174 / ATW, Kolonel (Kav) Ketut Adi S Putra di Dermaga Yosudarso, Merauke bersama unsur Muspida selanjudnya dilaksanakan upacara penerimaan.

Di hadapan ribuan prajurit TNI AD, Kolonel (Kav) Ketut Adi S Putra mengatakan, wilayah perbatasan RI-PNG memiliki potensi kerawanan yang perlu diantisipasi, mulai dari pelintas batas ilegal, penebangan kayu ilegal, pergeseran patok perbatasan, penyelundupan minuman beralkohol, narkoba, dan ancaman kelompok bersenjata. (amr/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*