Bentang Tengah Sudah Tiba di Jayapura, Jembatan Holtekamp Jadi Jembatan Terlebar Pertama di Indonesia

Bentang tengah Jembatan Holtekamp akhirnya tiba di Jayapura kemarin, jembatan ini akan jadi icon Kota Jayapura, karena dipastikan ini adalah Jembatan Terlebar Pertama di Indonesia, yang akan dicatatkan dalam Museum Rekor MURI Indonesia. (Foto : Titie / Lingkar Papua)

 

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA – Impian warga Jayapura memiliki sebuah icon baru atau lansekap (penanda) baru di Kota Jayapura, nampaknya tidak lama lagi akan terwujud, menyusul tibanya bentang tengah jembatan Holtekamp seberat 2.000 ton, dengan lebar 21 meter di lokasi pembangunan Jembatan Holtekamp, Kamis (21/12/2017) kemarin setelah menempuh perjalanan selama 17 hari di lautan menempuh jarak sejauh 3.200 Km.

Bentang tengah jembatan Holtekamp tersebut sudah di rakit dari Surabaya, dan diangkut menggunakan kapal tongkang yang di tarik takebood mengarungi lautan luas dari Surabaya sampai ke Jayapura, dimana kedatangan bentang tengah jembatan Holtekamp tersebut lebih cepat dua pekan dari prediksi sebelumnya.

Baca Juga:  KPK Layangkan Surat Panggilan Untuk Bupati Merauke ?

“Kita bersyukur saat ini menyaksikan langsung datangnya rangka jembatan Holtekamp  yang dikirim PT PAL Surabaya, ini semua berkat dukungan dan doa sehingga cuaca selama perjalanan juga sangat mendukung,” kata Ir. Osman Marbun, Kepala Balai Pembangunan Jalan dan Jembatan Nasional (BBPJN) Wilayah XVIII, Kamis, (21/12/2017) kemarin.

Dengan panjang 112,5 meter dan lebar 21 meter, yang terdiri dari dua jalur yang masing – masing jalur berisi 2 lajur, sehingga totalnya ada 4 lajur, maka Jembatan Holtekamp tercatat sebagai Jembatan Terlebar Pertama di Indonesia, apalagi bahan besi baja yang digunakan produksi dalam negeri dari PT. Krakatau Steel, made in Indonesia, sehingga tidak salah bila Jembatan Holtekamp kelak akan menjadi icon baru Kota Jayapura, termasuk Papua.

“akan kita catatkan dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) agar terkenang dalam sejarah, bahwasanya Jembatan Terlebar Pertama di Indonesia itu ada di Jayapura, Papua, keunikan lainnya yang akan kita catatkan dalam Rekor MURI juga, ini kali pertama ada pengangkutan bentang sebuah jembatan utuh seberat 2.000 ton dengan menempuh jarak sejauh 3.200 Km”, kata Osman Marbun mengungkapkan sejumlah keunikan Jembatan Holtekamp lainnya.

Baca Juga:  PSU Puncak Jaya, Ketua Timses Klaim Suara Enam Distrik Untuk Henock Ibo – Rinus Telenggen

Menyinggung daya tahan dan umur pakai Jembatan Holtekamp, Osman Marbun menjamin Jembatan Holtekamp mampu bertahan hingga 1.000 tahun, dan juga berdasarkan hasil pengujian teknik, jembatan tersebut memiliki daya tahan terhadap gempa sehingga 7,0 Skala Reichter (SR)

Menurutnya proses pemasangan bentangan jembatan direncanakan pada 15 Januari 2018, dengan cara di lifting dengan crant. Sambil menanti pasangan dari bentang jembatan lainnya yang masih di perjalanan, dimana rencananya tiba pada 6 Januari 2018 mendatang.

“untuk bentangan yang satunya lagi sudah dalam perjalanan, informasi terakhir sudah masuk di perairan Makassar, sedangkan untuk lifting akan dilakukan pada masing – masing pelengkung, sambil menanti ijin dari Komisi Keselamatan Jembatan sesuai analisis teknis dari para ahli” kata Osman lagi.

Baca Juga:  Agats, Kota Pengukir Di Atas Bilah Papan

Ia merasa puas, karena proses ini berjalan lebih cepat dari target sebagaimana kontrak dengan pihak konsorsium.

“Kalau kontraknya selesai September untuk bentang tengah, kita berharap di Juni nanti untuk proses bentang tengahnya sudah rampung, agar berikutnya kita akan fokuskan sisa pekerjaan yang belum tuntas yakni jalan pendekat dari Hamadi dan dari Holtekamp yang masih tersisa 7 Km lagi untuk menyesuaikan lebar jalan, yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Pemkot Jayapura”, kata Osman menambahkan bahwa untuk bentang tengah jembatan menelan dana sekitar 943 Miliar.

Kekurangan lainnya yang tengah di kebut adalah penuntasan pembangunan jembatan penghubung yang masih tersisa 300 meter dan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Papua.

“kita harapkan sinergisitas antara pusat dan daerah dapat mempercepat terhubungnya Hamadi –  Holtekamp dengan beroperasinya jembatan ini nanti”, kata Osman Marbun optimis sebelum pelaksanaan PON 2020, Jembatan Holtekamp sudah tuntas dan siap menjadi salah satu destinasi wisata dan kebanggaan Kota Jayapura di mata kontingen PON dari daerah – daeraha lainnya di Indonesia. (tie/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*