Anomali Politik Lukas Enembe, Ada Enam Bupati di “Ring Satu’ Struktur DPD Demokrat Papua

Lukas Enembe, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua dan Carolus KK. Boly, Sekretaris DPD Partai Demokrat Papua yang rencananya akan dilantik bersama pengurus DPD Papua lainnya di GOR Cenderawasih APO Jayapura, Kamis (28/12/2017) besok. (Foto : doc. ist)

 

Restrukturisasi yang dilakukan DPD Partai Demokrat Provinsi Papua beraroma regenerasi berjenjang tanpa berupaya memutus rantai kaderisasi antara senior dan junior. Namun terselip sebuah ruang kompetisi antar kader untuk menjadi Rising Star dan penerus Lukas Enembe di periode mendatang mengingat adanya ‘enam bintang” di lingkaran ring satu Demokrat Papua. Namun jurus anomali politik yang tengah dimainkan Lukas Enembe berpotensi adanya penggembosan suara Demokrat di Pileg 2019 mendatang, apabila benih – benih konflik internal dan persaingan terselubung tidak mampu di kelola baik oleh elite – elite Demokrat di Papua, kalau soal perolehan suara di Pilgub Papua 2018, nampaknya Lukas Enembe cukup yakin tidak terkalahkan.   

Oleh : Titie / Walhamri Wahid/

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA— Lazimnya strategi seorang Gubernur incumbent yang juga adalah ketua partai di tingkat Provinsi yang tengah mempersiapkan “kuda – kuda politik”nya jelang hajatan Pilgub, adalah bagaimana mendistribusikan kader – kadernya yang menjadi Kepala Daerah / Wakil Kepala Daerah di masing – masing wilayah kekuasaan masing – masing guna mengawal dan mengamankan kepentingan partai dan Ketua DPD yang akan maju sebagai Bakal Calon Gubernur.

Namun bila mencermati struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Papua Periode 2017 – 2022 yang direncanakan akan dilakukan pelantikan pada Kamis, (28/12/2017) besok, terlihat sebuah anomali politik (penyimpangan dari kelazimannya-Red) yang tengah dilakukan Lukas Enembe sebagai Nakhoda Partai Demokrat Papua dalam menyusun struktur pengurusnya.

Dimana dari bocoran SK DPP Partai Demokrat Nomor : 565/SK/DPP.PD/DPD/X/2017 yang ditanda tangani Prof. DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Umum dan DR. Hinca IP. Panjaitan, SH, MH, ACCS yang berhasil di peroleh LingkarPapua.com, terlihat ada 6 (enam) nama Bupati yang ditarik oleh Lukas Enembe sebagai Ketua untuk mendampinginya di posisi Wakil Ketua, dari 10 posisi Wakil Ketua yang ada dalam struktur, dimana untuk 4 (empat) posisi lainnya di isi oleh 3 (tiga) kader Partai Demokrat yang saat ini duduk di kursi legislative, sedangkan 1 posisi di isi oleh kader non anggota legislative.

Di posisi Wakil Ketua I ada nama Ricky Ham Pagawak, SIP, MH, Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah, yang juga adalah Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Mamberamo Tengah dan pada tahun 2018 mendatang memastikan diri akan maju kali kedua sebagai Bupati di Kabupaten Mamberamo Tengah.

Ada nama Befa Jigibalom, SE, M.Si di posisi Wakil Ketua III, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kabupaten Lanny Jaya yang juga adalah Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Lanny Jaya, disusul nama Usman G. Wanimbo, SE, M.Si sebagai Wakil Ketua IV, yang juga adalah Bupati Kabupaten Tolikara dan juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tolikara.

Baca Juga:  PU Anggarkan 87 Miliar, Tahun Ini Proyek Ring Road Jayapura Hamadi – Vihara Bergerak Lagi

Menyusul nama Tony Tesar, S.Sos, Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen yang juga adalah Ketua DPC Demokrat Kabupaten Kepulauan Yapen di daulat sebagai Wakil Ketua V, dan di posisi Wakil Ketua VI ada nama Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, S.Si, M.Si yang juga adalah Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Intan Jaya.

Sedangkan di posisi Wakil Ketua VII ada nama Bupati Kabupaten Waropen, Yermias Bisai yang juga adalah Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Waropen. Sedangkan 3 posisi Wakil Ketua lainnya di isi oleh Yunus Wonda yang saat ini menjabat Ketua DPRP sebagai Wakil Ketua II, Mustakim HR, SE, SH, M.Si, MH sebagai Wakil Ketua VIII, Ruben Magay, SIP di posisi Wakil Ketua IX dan Willem Indey, SH sebagai Wakil Ketua X.

Jurus “anomali politik” yang tengah di mainkan Lukas Enembe tentunya bisa ditafsirkan beragam oleh banyak pihak, salah satunya bisa di lihat sebagai langkah regenerasi dalam tubuh DPD Partai Demokrat Provinsi Papua, dimana Lukas Enembe tengah memantau, melihat dan menilai dari 6 (enam) kader terbaik Demokrat yang ada saat ini siapa gerangan yang bisa dijadikan “rising star” (pendatang baru-Red) dan penerus trah-nya di tubuh Demokrat Provinsi Papua ke depan.

Mengingat beberapa nama yang ada saat ini sudah memasuki periode kedua sebagai Kepala Daerah di kabupaten masing – masing, kecuali Yermias Bisai, SH yang baru periode pertama sebagai Bupati Waropen, karena sebelumnya adalah Wakil Bupati Waropen satu periode.

Dengan naik levelnya para Ketua DPC dari kabupaten ke provinsi, secara tidak langsung Lukas Enembe juga ingin memunculkan kader – kader baru yang bisa terus melanggengkan kekuasaan Demokrat di enam daerah tadi.

Namun bukan berarti strategi dimaksud tanpa resiko pula, mengingat jelang hajatan Pilgub Papua 2018 yang sudah di depan mata, bila Lukas Enembe salah menempatkan calon pengganti para Bupati tersebut sebagai Ketua DPC Demokrat di tingkat kabupaten, bisa jadi DPD Partai Demokrat Provinsi Papua akan “kecolongan” pada Pilgub Papua 2018 maupun pada Pileg 2019 mendatang.

Namun bila rumus politik yang di mainkan oleh Lukas Enembe tepat dan jitu, justru juga bisa menjadi trigger (pendongkrak-Red) perolehan suara Partai Demokrat di Pileg 2019, karena selain basis suara yang telah di pelihara oleh para Bupati saat menjadi Ketua DPC, dengan hadirnya Ketua DPC baru tentunya akan menambah basis suara Partai Demokrat di tingkat kabupaten selain modal dasar yang sudah di pupuk oleh Bupati / Ketua DPC sebelumnya.

Keberanian Lukas Enembe memboyong para Bupati yang juga kader terbaik Demokrat di tingkat kabupaten untuk mengisi struktur di tingkat Provinsi juga bisa menjadi indikator kepercayaan diri Lukas Enembe sebagai salah satu Bakal Calon Gubernur bahwa jurus tersebut tidak akan berpengaruh terhadap target perolehan suaranya pada Pilgub Papua 2018, apalagi di bantu dengan basis suara yang di miliki oleh Partai Golongan Karya (Golkar) yang saat ini telah di kuasai oleh Klemen Tinal, Wakil Gubernur Papua yang kembali tandem dengannya melanjutkan LUKMEN Jilid II.

Baca Juga:  Kadinas PU Jadi Tersangka Pembangunan Jalan Poros Kampung 5 Miliar di Kabupaten Pegunungan Bintang

Namun yang menarik, dengan di boyongnya para kader terbaik dari tingkat kabupaten yang sudah memasuki periode kedua sebagai Bupati, menjadikan peta politik internal di tubuh Partai Demokrat Provinsi Papua kian memanas, tidak menutup kemungkinan akan timbul friksi dan gesekan di internal, perang terbuka antar kader untuk mencuri perhatian Lukas Enembe sebagai ‘goodfather” Demokrat Papua agar di pilih dan di orbitkan menjadi penerus Lukas Enembe untuk mempertahankan nama besar Partai Demokrat ke depan.

Apabila potensi konflik internal tersebut tidak dapat di minimalisir dan di kelola oleh elite – elite politik DPD Partai Demokrat, khususnya Lukas Enembe, situasi itu juga bisa menjadi titik awal kehancuran dan kemunduran Partai Demokrat Papua ke depan pasca usainya masa jabatan Lukas Enembe ke depan, karena secara kasat mata, dalam beberapa kesempatan, publik menyaksikan secara terbuka adanya ketidak cocokan, diantara kader Demokrat yang juga sesama Bupati itu walau masih terkelola secara baik hingga kini.

Distribusi kekuasaan yang dilakukan Lukas Enembe bukan hanya pada level kadernya yang duduk di eksekutif, termasuk juga yang duduk di kursi legislative, hal tersebut terlihat masih adanya kepercayaan penuh Lukas Enembe sebagai Ketua DPD terhadap loyalitas para kader Demokrat yang tengah duduk di kursi DPRP saat ini, dengan menempatkan para anggota legislative tersebut dalam struktur kepengurusan DPD Partai Demokrat Provinsi Papua periode 2017 – 2022.

Dimana selain Yunus Wonda (Ketua DPRP), Ruben Magai, dan Mustakim HR yang ditempatkan di posisi Wakil Ketua, ada nama Carollus K.K. Boli, SE, MM yang di pasang di posisi Sekretaris, dibantu beberapa kader Demokrat lainnya yang saat ini duduk di kursi DPRP di posisi Wakil Sekretaris diantaranya, Emus Gwijangge, SIP, Melkias Yeke Gombo, Boy Markus Dawir, dan Maria Duwitau, dan beberapa nama kader Demokrat lainnya yang saat ini duduk di kursi legislative diantaranya Orgenes Wanimbo, Pendius Enumbi, dan Thomas Sondegau, ST di posisi lainnya dalam struktur.

Sedangkan di posisi Bendahara di isi oleh Yumin Wonda, S.Sos di bantu 4 (empat) orang Bendahara yakni Johny Banua Rouw, SE, H. Sukman, Agustinus Herice Suebu dan Sherly Soumakil.

Di posisi Direktur Eksekutif ada nama Jus Jefry Kaunang, S.Sos, yang dibantu 3 (tiga) orang Wakil Direktur Eksekutif diantaranya Apedius I. Mote, ST, Wahyu Wijanarko, ST dan Yohana R. Delaplata.

Sedangkan di posisi Majelis Partai Daerah (MPD) Partai Demokrat Provinsi Papua dipercayakan kepada Drs. Henock Ibo, mantan Bupati Puncak Jaya sebagai Ketua, Demianus Kyeuw Kyeuw, SH, mantan Bupati Mamberamo Raya sebagai Wakil Ketua dan Abner Reimas, SH sebagai Sekretaris.

Baca Juga:  Pemprov Papua Ngaku Sudah 17 Miliar Dikucurkan Untuk Bayar Hak Ulayat Lokasi Jembatan Holtekamp

Untuk posisi Dewan Kehormatan Daerah (DKD) dipercayakan kepada Yulce Wenda, SH (Ketua), Dr. Ikick Sisworo, SE, MM, M.Si (Wakil Ketua) dan Roos Nia (Sekretaris), sedangkan untuk posisi Dewan Pengawas Daerah (DPD) dipercayakan kepada Pdt. Lipiyus Biniluk, S.Th (Ketua), Ester Okoseray (Wakil Ketua), dan H. Zainuddin Sawiyah, SH (Sekretaris).

Melihat komposisi kepengurusan DPD Partai Demokrat Provinsi Papua yang mencoba mentandemkan (menggabungkan-Red) ‘kader senior” dan “kader junior”, terlihat proses regenerasi yang tengah di lakukan Lukas Enembe di tubuh Demokrat Provinsi Papua tertata lebih apik tanpa potong kompas dan tetap mengoptimalkan semua potensi kader dari masa ke masa.

Jurus politik yang diambil Lukas Enembe tersebut tentunya bertolak belakang dengan yang dilakukan “sejawat politiknya”, Klemen Tinal, Wakil Gubernur Papua yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua yang melakukan regenerasi menyeluruh di tubuh Golkar dengan mengurangi peran kader – kader senior Partai Golkar Papua, termasuk yang duduk di kursi legislative saat ini.

Tentu kedua pemimpin Papua itu memiliki rumus dan kalkulasi politik berbeda sesuai dengan goal masing – masing partai yang di pimpinnya dan sudah pasti berangkat dari analisa dan pertimbangan kondisi partai masing – masing, karena sudah pasti penyakit berbeda butuh obat yang berbeda pula, dan hasilnya baru akan bisa di lihat pada Pileg 2019 mendatang.

Terkait rencana pelantikan pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Papua periode 2017 – 2022 dari Undangan yang beredar sebelumnya yang di tanda tangani oleh Vinsensius Lokobal, S.Si, MH sebagai Ketua Panitia dan Lukas Enembe, S.IP, MH sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua disebutkan kegiatan pelantikan akan dilaksanakan pada Kamis, (28/12/2017) besok sekitar pukul 10.00 WIT di salah satu hotel di Jayapura.

Namun dari informasi dan pantauan LingkarPapua.com, kegiatan tersebut nampaknya bergeser lokasi kegiatannya dan akan dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) APO Jayapura, dimana dari pantauan LingkarPapua,com, Rabu (27/12/2017) beberapa umbul – umbul dan atribut Partai Demokrat sudah terpasang di GOR Jayapura, namun juga beredar informasi bahwasanya pelantikan tetap dilakukan Kamis (28/12/2017), sedangkan persiapan kegiatan di GOR Cenderawasih untuk acara Deklarasi pasangan calon Lukas Enembe – Klemen Tinal (LUKMEN) Jilid II aju sebagai Bakal Calon pada PIlgub 2018.

Ketua Panitia Pelantikan, Vinsensius Lokobal, S.Si, MH yang dihubungi LingkarPapua.com Rabu (27/12/2017) pagi untuk wawancara mengatakan akan menghubungi balik LingkarPapua.com setelah ada waktu longgar, namun hingga berita ini di naikkan ketika dihubungi LingkarPapua.com, nomor handphonenya tidak aktif dan berada di luar jangkauan.

“esok pelantikan di GOR Cenderawasih jam 10 pagi”, jawab Carollus KK. Bolly ketika di konfirmasi LingkarPapua.com semalam membenarkan dan memastikan perubahan lokasi tempat pelantikan dari salah satu hotel di kawasan Jayapura ke GOR Cenderawasih APO di Jayapura. (***)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*