Koalisi Papua Bangkit II Bentuk Tim Lobby Untuk ‘Goyang’ Dukungan Gerindra dan PDI P

Bakal pasangan calon Gubernur – Wakil Gubernur papua periode 2018 – 2023, Lukas Enembe – Klemen Tinal (LUKMEN) Jilid II saat deklarasi kemarin di Gedung Olahraga (GOR) Cenderawasih Jayapura, pasangan ini di usung 10 partai politik. (Foto : Titie / Lingkar Papua)

 

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA—Meski telah mendapat dukungan dari 10 partai politik yang terdiri dari 9 partai politik pemilik kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dan 1 partai politik non kursi di parlemen, nampaknya tim Koalisi Papua Bangkit II, gabungan partai politik pengusung bakal pasangan calon Lukas Enembe – Klemen Tinal (LUKMEN) Jilid II masih tetap ngotot untuk mempengaruhi dan meyakinkan (goyang-Red) dukungan dari dua partai politik yang tersisa, Gerindra dan PDI – Perjuangan agar ikut bergabung dalam gerbong Koalisi Papua Bangkit II mengusung LUKMEN Jilid II menjadi calon tunggal pada Pilgub Papua 2018 mendatang.

“segera setelah deklarasi hari ini, beberapa hari ke depan kita akan rapatkan untuk langkah – langkah kongkrit pemenangan pasangan LUKMEN, termasuk juga rencana melakukan lobby tingkat tinggi ke DPP dua partai politik yang hingga saat ini belum menentukan arah dukungannya di Pilgub Papua 2018, Partai Gerindra dan PDI Perjuangan”, kata Mathius Awaitouw, Ketua Tim Gabungan Partai Politik Koalisi Papua Bangkit II, yang juga adalah Bupati Kabupaten Jayapura dan juga sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Papua usai acara Deklarasi di GOR Jayapura, Jumat (29/12/2017) kemarin.

Soal dukungan kepada pasangan LUKMEN Jilid II, yang dalam Undangan Deklarasi sebelumnya disebutkan di dukung oleh 8 partai politik yakni, Demokrat, Golkar, Nasdem, Hanura, PKPI, PKB, PAN, PKS, di menit terakhir jelang Deklarasi kemarin, kembali bergabung dua partai politik dalam Koalisi Papua Bangkit II, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang memiliki 1 kursi di DPRP dan Partai Bulan Bintang (PBB) yang tidak memiliki kursi di DPRP.

“benar, bukan 8 partai politik, per hari ini, sudah ada 10 partai politik yang sudah final mendukung LUKMEN Jilid II, tidak menutup kemungkinan dua partai politik lainnya juga akan menyusul, Gerindra dan PDI-P, kami tetap membuka diri”, kata Carollus K.K. Boli, Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Papua kepada LingkarPapua.com via WhatsApp semalam.

Baca Juga:  Tokoh Adat Tidak Ingin Paulus Waterpauw Dikorbankan Untuk Kepentingan Pusat dan Calo Politik Praktis

Soal upaya untuk ‘menggoyang’ dukungan Partai Gerindra dan PDI-Perjuangan juga di tegaskan oleh Lukas Enembe, menurutnya lobby yang dilakukan sudah sampai di tingkat menemui Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, dimana misi tersebut ia percayakan kepada bakal calon Wakil Gubernur, Klemen Tinal.

“itu sudah dilakukan, sudah biasa, cuma sampai saat ini belum ada putusan, Wagub juga sudah  ketemu dengan Prabowo”, kata Lukas Enembe membocorkan salah satu strateginya untuk menggoyang dukungan Gerindra pada Pilgub Papua 2018.

Namun menurutnya, hingga hari kemarin, belum ada kepastian hasil dari pertemuan antara Klemen Tinal dengan Prabowo Subianto tersebut.

“belum dibocorkan, tanggal 8 nanti dilihat” kata Klemen Tinal, Bakal Calon Wakil Gubernur yang juga sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua itu sambil tersenyum.

Bahkan Klemen Tinal masih optimis dan yakin, apabila dukungan Gerindra jatuh kepada pasangan LUKMEN, maka tidak menutup kemungkinan PDI-Perjuangan juga akan bergabung, karena tidak mungkin hanya dengan modal 7 kursi PDI- Perjuangan mengusung calon sendiri.

“Puji Tuhan, Alhamdulillah, kita harus yakin, dan optimis dalam hal apapun optimis, kami yakin dan berdoa pasti bisa”, kata Klemen Tinal sambil senyum penuh arti.

Terkait keinginan kuat untuk menjadi calon tunggal pada Pilgub Papua 2018, Lukas Enembe menjelaskan bahwa strategi itu ia lakukan demi menjaga kedamaian dan keamanan Provinsi Papua, karena dengan hanya ada satu pasangan calon, maka dipastikan potensi munculnya gesekan diantara para pendukung juga minim, dan Pilgub Papua berjalan dengan aman dan damai.

“Kami berharap agar penyelenggara pemilu dan aparat keamanan dapat mensukseskan pelaksanaan Pilgub yang demokratis dan independen,” kata Lukas.

Dengan pembentukan Tim Koalisi dan Tim Kampanye, Lukas memastikan semua tahapan Pilkada Papua akan damai.

“Kami yakinkan ini, memang diluar sana menyatakan Pilkada di Papua sangat rawan, tapi  kami yakinkan harus damai dan saya yakin semua berjalan baik,” kata Lukas

Ia juga sudah memprediksikan, jika tim koalisi bisa meniminalisir potensi konflik, dan proses pelaksanaannya harus mengedepankan sistem demokratis dan berkualitas.

Baca Juga:  Golkar Mau “Kawin Paksa” Kadernya Dengan Bupati Incumbent di Pilkada Puncak 2018 ?

“sehingga tidak membuka konflik antara  kelompok masyarakat. Saya katakan, kita percaya penyelenggara KPU, Panwaslu dan pihak keamanan mereka berjalan sesuai koridor dan UU, sebab jika penyelenggara keluar dari aturan main, maka itulah cikal bakal konflik, sehingga penyelenggara harus hati-hati dalam kebijakannya, apalagi saat ini semua harus transparan, apapun  yang dilakukan semua akan ketahuan,” kata Lukas Enembe lagi.

Ketika di singgung wartawan soal apa resepnya sehingga selama lima tahun berpasangan dengan Klemen Tinal memimpin Papua, keduanya terlihat ‘mesra’ dan jauh dari konflik internal seperti lazimnya di banyak daerah yang selalu diwarnai dengan ketidakcocokan antara Gubernur dan Wakil Gubernurnya sehingga di periode kedua pasti pecah kongsi, Lukas menegaskan bahwa hal itu bisa terjadi karena selama ini antara dirinya dan Wakilnya Klemen Tinal memang sejoli dan mampu membangun komunikasi, koordinasi dengan baik karena sama dalam visi dan misi.

“untuk apa ribut, itu yang utama dan kemesraan inilah yang kita jaga”, kata Lukas Enembe sambil tersenyum.

Lukas juga menegaskan bahwa 10 partai politik yang kemarin telah menyatakan dukungan kepada dirinya dan Klemen Tinal dipastikan tidak akan berubah lagi, karena dukungan yang diberikan dari bawah sampai tingkat DPP.

“dipastikan tidak ada pergeseran, meski saat ini belum ada kepastian dimana arah Gerindra dan PDI Perjuangan, PDIP sendiri tidak bisa mengajukan karena mereka hanya punya 7 kursi, demikian juga Gerindra yang hanya memiliki 6 kursi, kecuali kedua parpol ini bersatu, kita lihat nanti apakah dalam perjalanan antara keduanya atau salah satunya mau bergabung dengan kita atau seperti apa, dan sampai saat  ini belum diketahui siapa figur dari dua parpol ini, apakah PDIP jagokan Wempi atau bagaimana”, kata Lukas Enembe.

Menurutnya memang sebagai kader, kans John Wempi Wetipo (JWW) untuk di dukung oleh PDI – Perjuangan cukup kuat, namun tidak mungkin PDI-P mengusung calon sendiri, dan menurut sepengetahuannya selama ini PDI- Perjuangan telah menugaskan kepada rivalnya itu untuk mendapatkan dukungan tambahan dari partai politik lain, dan bila tim Koalisi Papua Bangkit II mampu menggoyang dukungan Partai Gerindra, secara otomatis dukungan PDI- Perjuangan kepada JWW juga akan di tinjau oleh DPP tentunya.

Baca Juga:  Kampanye di Biak, Lukas Enembe Blusukan ke Pasar dan RSUD

“mudah-mudahan saja salah satu ada yang bisa lari ke kita sehingga tidak ada koalisi lagi, apalagi syarat untuk maju harus memboyong 9 kursi di DPRP, jadi kalau memang kita bisa bersama untuk bangun Papua, silahkan bergabung dengan kita”, kata Lukas Enembe.

Ketua Koalisi Papua Bangkit II, Mathius Awaitouw  usai membaca Naskah Deklarasi, kepada sejumlah wartawan menegaskan bahwa 10 (sepuluh) partai politik yang bersatu mendukung pasangan LUKMEN Jilid II, bukan sekdar mendukung, tetapi sudah melalui sejumlah pertimbangan matang dan analisa politik yang kuat pula.

“Hanya pasangan LUKMEN yang berhasil memperbaiki dan menata laporan keuangan Provinsi Papua sehingga bisa mendapat opini WTP dari BPK untuk pertama kalinya,” kata Mathius Awaitouw.

Bupati Kabupaten Jayapura itu juga menegaskan bahwasanya Koalisi Papua Bangkit II mendukung sepenuhnya  pasangan LUKMEN agar bisa menyelesaikan sejumlah kebijakan unggulan yang sementara berjalan di Papua, seperti program Kartu Papua Sehat (KPS), pembangunan jalan umum hingga perbatasan, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK dan pelaksanaan PON XX yang pertama di Papua.

“dukungan dari pusat sudah final, secara nasional tidak ada masalah untuk mendukung pasangan LUKMEN Jilid II, kita semua akan konsisten dan mendukung penuh, sehingga Pilgub Papua berjalan demokratis, benar dan tidak ada praktek transaksional, inilah yang Koalisi nyatakan untuk Papua, tidak hanya untuk meraih kemenangan, tapi lebih dari itu koalisi akan mempersembahkan bahwa Papua bisa menyelenggarakan Pilkada yang demokratis, bermartabat dan berkualitas, dan tanggung jawab koalisi adalah menjaga agar koalisi ini solid dan tetap kompak”, kata Mathius Awaitouw selaku Ketua Koalisi Papua Bangkit II.

Ia menyatakan, semua mesin parpol akan dikerahkan mulai dari tingkat TPS hingga pusat. Itu menjadi kesungguhan tim Koalisi, apalagi dengan tekad menuju Pilkada berkualitas, tim juga sudah menyiapkan tim hukum dan tim ahli untuk membesarkan kemenangan ini untuk Papua.

Selain acara Deklarasi Koalisi Papua Bangkit II, Deklarasi Pasangan Calon Lukas Enembe – Klemen Tinal (LUKMEN) Jilid II, kemarin juga dilakukan pelantikan Tim Kampanye LUKMEN Jilid II, dimana sebagai Ketua di tetapkan Yunus Wonda, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua yang juga menjabat sebagai Ketua DPRP Provinsi Papua. (tie/r1)

Berikan Komentar Anda

2 Comments

  1. Tidak ada lawan tidak seru pertandingan politik dalam pertandigan bola pun ada lawan. kalau pertandingan politik tidak ada lawan orang itu penakut tim lain karena takut kalah politik sama dengan pertandingan bola.

  2. Ada orang yang ingin masuk calon tunggal lawan dengan kotak kosong calon Gubernur dan wakil Gubernur dan Bupati dan wakil Bupati itu orang penakut pertandingan politiknya, kalau calon tunggal itu pertandingan politik tidak seru lebih baik calon tunggal biar langsung dilatik tidak perlu pemilihan lagi. Langsung saja di lantik karena semua partai diambil ada lawan perseorangan pasti akan pertadingan politik akan di jalangan pasti akan seru pertandingan politik di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*