Gara – Gara Pake Pin Bintang Kejora Naik Pesawat, Tokoh Papua Ini ‘Diamankan” Saat Tiba di Bandara Soekarno Hatta

Filep Karma, tokoh Papua yang diamankan di Bandara Soekarno – Hatta selama kurang lebih 1,5 jam karena mengenakan pin bergambar bendera Bintang Kejora. (Foto : doc. Net)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA –  Gara – gara mengenakan pin kotak berukuran kartu nama bergambar ‘Bintang Kejora” di pakaiannya saat menumpang pesawat terbang dengan rute Yogyakarta – Jakarta, Selasa (2/1/2017), sekitar pukul 21.00 WIB, tokoh politik Papua, Filep Karma ditahan dan sempat di interogasi (diamankan-Red) oleh anggota TNI-AU dan petugas keamanan Bandara Soekarno – Hatt di salah satu ruangan area kedatangan Bandara selama kurang lebih 1,5 jam.

“saat bapak turun dari pesawat dan mau ambil barang, di datangi satu orang anggota TNI, setelah ambil barang Bapak di bawa ke salah satu ruangan di area sekitar kedatangan di Bandara Soekarno Hatta, intinya mereka menginterogasi saya karena saya mengenakan pin kartu nama yang bagi mereka di anggap sebagai bendera dan symbol separatis dan di anggap menarik perhatian orang di area publik”, kata Filep Karma kepada lingkarpapua.com melalui telepon, Selasa (3/1/2017).

Filep Karma menuturkan tidak ada tindakan kekerasan secara fisik yang dialaminya selama proses penahanan tersebut, hanya dirinya merasa sedikit tertekan karena para anggota TNI dan petugas keamanan bandara sempat membentak – bentak bahkan memaki dirinya selama proses interogasi tersebut.

Baca Juga:  “TANAH ULAYAT KAMI HANYA DI HARGAI SERIBU RUPIAH PER HEKTAR”

“ada satu anggota yang sampai gebrak meja, sampai Bapak kaget, bapak juga tidak tahu salah apa, tapi katanya karena pin kartu nama berlogo Bintang Kejora itu sih, tapi selama ini Bapak bolak – balik naik pesawat dari Jayapura ke Jakarta, tidak pernah ada masalah dan diperlakukan seperti hari ini, tidak tahu kenapa mereka macam sensi dan baper kah gara – gara pin ini”, kata Filep Karma sambil tertawa lebar di ujung telepon.

Menurutnya saat ia di mintai identitas berupa KTP, dirinya memang tidak membawa KTP karena tertinggal di Jogjakarta, sehingga ia hanya bisa menunjukkan identitas Kartu Mahasiswa dan NPWP saja kepada petugas.

“bapak memang masih terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Terbuka (UT), jadi hanya Kartu Mahasiswa itu yang Bapak kasih tunjuk ke mereka”, kata Filep Karma.

Selama kurang lebih 1,5 jam di interogasi itulah, menurut Filep Karma ia sempat menyimak pembicaraan diantara beberapa petugas yang menanyainya, rupanya ihwal mengapa dirinya di tahan dan diperiksa menurut pengakuan salah satu petugas di ruangan tersebut karena adanya telepon masuk dari seorang berpangkat Kolonel yang ada dalam pesawat yang sama dengan yang ia tumpangi dari Jogjakarta menuju Jakarta.

Baca Juga:  Fraksi Keadilan Nasional DPRP ‘Tra Jadi Usulkan Pembentukan Pansus 13.000 Rumah Layak Huni

“ini masih pemikiran Bapak saja e anak, mungkin saat di pesawat itu ada anggota TNI berpangkat, dan saat Bapak bolak – balik ke toilet mungkin melewati yang bersangkutan, sehingga saat pesawat mendarat di Bandara Soetta, itu laki – laki ko telpon dia pu anak buah di kedatangan untuk tahan dan periksa bapak, tapi ini masih Bapak punya persangkaan e, karena selama di pesawat juga tidak pernah ada yang tegur dan sapa bapak atau keberatan soal pin itu”, kata Filep Karma menduga – duga sekalaigus meluruskan pemberitaan sebelumnya oleh salah satu media nasional yang menyebutkan bahwa dirinya sempat di tegur saat di atas pesawat.

Menurut Filep Karma selama kurang lebih 1,5 jam di interogasi di salah satu ruangan di area kedatangan Bandara Soekarno Hatta itu para petugas yang mengerubutinya mendesak dan memaksa dirinya untuk melepas pin tersebut bila ingin di lepaskan, namun Filep Karma bersikeran tidak mau melepaskan, bahkan menyatakan dirinya siap di penjara kalau gara – gara mengenakan pin tersebut dianggap sebagai sebuah kejahatan.

Baca Juga:  Aksi 100 Peti Mati Desak Ungkap 9 Kasus Berdarah di Tanah Papua dan Tolak Perampasan Tanah Adat Oleh Korporasi

“Bapak bilang kalau kalian mau tahan saya, saya akan telpon saya punya pengacara dulu, saya cari – cari nomornya Ketua LBH, tapi Bapak lupa, jadi ada nomornya Pak Andreas Harsono, itu yang Bapak telepon anak dia, sehingga Pak Andreas datang dan damping Bapak, hingga akhirnya sekitar jam 11.00 WIT ada polisi dari Polsek Bandara yang datang jemput Bapak dari Bandara dan di bawa ke Mapolsek Bandara”, kata Filep Karma lagi.

Menurutnya selama di Mapolsek Bandara tidak ada tindakan yang berlebihan, bahkan dari petugas di Mapolsek mengatakan bahwa mereka tidak memiliki alasan yang kuat untuk menahan Filep Karma sehingga setelah ngobrol – ngobrol akhirnya Filep Karma di persilahkan pulang.

“pokoknya Bapak sampai di penginapan di Jakarta itu sudah jam 02.00 WIB, setelah lepas dari Bandara itu sampai hari ini tidak ada sih pernyataan maaf kah dari petugas, tapi Bapak anggap biasa saja, kasih tinggal dorang sudah”, kata Filep Karma sambil tertawa lebar, bahkan menurutnya bila ia harus di tahan hanya gara – gara menggunakan pin Bintang Kejora tersebut dirinya siap. (amr/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*