Lusa Deklarasi di Wamena, JWW Berharap Lukas Enembe dan Tim Hadiri Undangannya

John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae (JWW – HMS) bersama tim pendukungnya dalam sebuah kesempatan. (Foto : Ist)

 

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA – Untuk memberikan edukasi public dan memberikan contoh serta teladan yang baik kepada para pemilih di Papua akan pentingnya Pilkada damai, berbeda tapi tetap bersama, bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, John Wempi Wetipo  – Habel Melkias Suwae (JWW – HMS) mengundang rivalnya pada Pilgub Papua 2018 mendatang, Lukas Enembe – Klemen Tinal (LUKMEN) untuk hadir pada acara deklarasi keduanya yang sedianya akan dilaksanakan di Lapangan Pendidikan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (8/1/2018) besok.

“kami akan deklarasi Senin (8/1/2018), dan dua hari kemudian, Rabu (10/1/2018) baru mendaftar ke KPU di Jayapura, saya dengan Pak Lukas ini sebenarnya adik kakak, dengan hati yang tulus, saya rencana deklarasi besok ini mengundang beliau datang ke acara deklarasi saya, meski pada saat acara deklarasinya beliau tidak undang saya, tidak masalah, beliau mau datang atau tidak, itu keputusannya, tapi saya mau undang dengan timnya, untuk datang deklarasi di Wamena”, kata John Wempi Wetipo, saat jumpa pers di salah satu hotel di seputaran Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, sabtu (6/1/2018) pagi.

JWW menegaskan bahwa niatnya mengundang rival politiknya itu, didasari dengan niat yang tulus, tanpa maksud dan tujuan apapun, karena menurutnya baik dirinya dan Habel Melkias Suwae maupun pasangan Lukas Enembe – Klemen Tinal memiliki tujuan dan visi misi yang sama untuk membangun Papua dan mengurus rakyat Papua, dan pesaingan secara politik jelang Pilgub Papua 2018 adalah persaingan dalam artian positif, dan bukan sebagai bentuk permusuhan.

Baca Juga:  Bupati Mimika di 'Impeachment' ?

“sebagai pemimpin kita harus memberikan contoh yang baik dan pesan positif kepada publik, bahwa tidak ada nuansa permusuhan diantara kami sebagai pemimpin, dan kami berharap kebersamaan itu juga bisa tercermin di masing – masing tim sukses dan pendukung, supaya kita bisa tepis bahwa Pilkada Papua rawan keamanan, kita harus punya tanggung jawab moril yang sama untuk kawal Pilkada yang aman, damai, bermartabat”, jelas John Wempi Wetipo lagi.

Ketika ditanya mengapa memilih deklarasi di Wamena, bukannya di Jayapura sebagai ibukota Provinsi Papua, JWW menegaskan bahwa Wamena bagi dirinya adalah ‘rumah”, untuk itu ia ingin memulai niat tulus untuk membangun Papua dari “rumahnya”.

“saya meyakini, bahwa kepemimpinan dan pemimpin yang baik itu berawal dari rumah, makanya saya ingin mendeklarasikan niat tulus saya dan konsep Papua Cerdas saya berawal dari rumah saya, Wamena, karena saya meyakini kalau Pemimpin itu akan sukses bila ia memulai sebuah niat baik dan melangkah awal dari rumahnya sendiri”, kata John Wempi Wetipo.

Ia juga menegaskan bahwa Wamena sebenarnya adalah jantungnya Papua, untuk itulah ia ingin memulai langkah baiknya dari rumah dan jantungnya Papua, sehingga Papua yang di impikan bersama akan lebih baik.

Baca Juga:  Potensi Sumber Daya Air di Papua Banyak, Tapi Marketnya Kecil

Menyinggung prosesi pendaftaran ke KPU Provinsi, menurutnya telah di persiapkan serangkauan acara oleh Tim Relawan JWW – HMS yang akan berpusat di Taman Imbi Jayapura pada Rabu (10/1/2018) lusa.

“Saya dan Pak Habel ini adalah representative kultur orang Papua dan orang-orang yang hidup diatas Tanah Papua ini, jadi kami ingin pawai budaya nusantara untuk mengantarkan saya dan Pak Habel ke Kantor Dok II (KPU Papua-Red)”, kata Wetipo.

Menurutnya prosesi pendaftaran nantinya akan dilakukan long march dari Taman Imbi sampai ke kantor KPU Provinsi Papua dengan melibatkan seluruh komponen bangsa yang mewakili representative warga masyarakat yang bermukim di Papua, selain itu juga akan dihibur dengan sejumlah seniman Papua dan artis Papua yang sudah menasional, Edo Kondologit yang juga adalah kader PDI-P.

Ketika ditanya soal dukungan, karena hingga kini baru PDI Perjuangan yang menyatakan secara resmi untuk mendukungnya, sedangkan Partai Gerindra hingga kini belum ada pernyataan resmi mendukung dirinya dan Habel Melkias Suwae, John Wempi Wetipo membantah rumor tersebut.

“justru sebenarnya dukungan dari Gerindra itu sejak 23 September 2017 dan B1KWK Parpol sudah di tanda tangani sejak 30 Desember 2017, jadi selama ini kami menunggu SK dari PDI- Perjuangan dulu baru kami umumkan secara terbuka, karena Gerindra lebih dulu mendukung”, kata Wetipo sekaligus membantah rumor bahwa baru PDI-P yang mendukung dirinya dan HMS, sedangkan Gerindra belum menyatakan dukungan sah.

Baca Juga:  PSU Puncak Jaya, Ketua Timses Klaim Suara Enam Distrik Untuk Henock Ibo – Rinus Telenggen

Wetipo juga menuturkan sepenggal cerita dalam prosesi saat Ketua Umum PDI – P, Megawati Soekarnoputri mengumumkan dukungan atas dirinya beberapa hari lalu, dimana ketika moment peristiwa itu terjadi sejumlah orang Papua sampai menitikan air mata haru dan bahagia.

“ketika proses pengumuman yang dibacakan oleh Ibu Mega, banyak orang Papua yang menangis karena mereka menantikan perubahan di atas tanah ini, pembelajaran politik yang demokratis yang baik itu ajarkan kepada masyarakat di tanah ini, kita tidak bisa melawan kotak kosong karena kita orang-orang yang terdidik, orang-orang yang hebat dan orang-orang yang pintar”, kata Wetipo.

Untuk itu JWW meghimbau kepada seluruh simpatisan dan masyarakat yang ada di Provinsi Papua untuk mengikuti dan menjalankan pemilihan Gubernur dengan hati dingin dan menghindari adanya saling hujat yang dapat berbuntut kepada saling membenci.

“Saya berharap semua yang telah dilakukan agar kita terus perjuangkan dan kita ajar rakyat untuk santun kalau kita saling menghujat itu tidak akan membawa manfaat buat kita, tapi hanya akan menyisakan kebencian antara kita sesama orang Papua, sesama anak bangsa. Untuk itu mari kita ciptakan Pilkada yang damai”, kata JWW kepada sejumlah wartawan yang hadir. (alf/r1)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*