Hadapi Paceklik Air, Dandim 1705/Paniai Turun ke Sawah Motivasi Petani

Dandim 1705/Paniai, Letkol (Inf) Jimmy T.P. Sitinjak saat meninjau persawahan di Nabire dan memotivasi para petani. (Foto : Pendam XVII Cenderawasih)

 

LINGKARPAPUA.COM, WAMI—Antisipasi kemungkinan terjadinya paceklik air, mengingat sudah seminggu lebih tidak turun hujan di Distrik Wami, Kabupaten Nabire, dan juga untuk mendengar kendala dan masalah yang di hadapi oleh para petani serta untuk menguatkan dan memotivasi para petani di Distrik Wami, Kamis (4/1/2018), Dandim 1705/ Paniai melakukan kegiatan turun ke sawah untuk berdialog dan tatap muka dengan para petani.

“menghadapi segala kemungkinan buruk yang tentunya pasti akan terjadi bila terjadi musim kemarau, kita sarankan kelompok tani lebih aktif lagi untuk kerja sama antar anggota, apalagi bila curah hujan menipis, ketua Kelompok Tani harus lebih aktif memantau saluran irigasi, mencermati situasi yang ada dan mencari solusi atas masalah yang dihadapi anggotanya”, kata Dandim 1705/Paniai, Letkol (Inf) Jimmy T.P. Sitinjak memotivasi beberapa ketua Kelompok Tani yang hadir.

Menurutnya Ketua Kelompok Tani harus menjadi motor penggerak untuk memberi semangat para petani lainnya dan memotivasi petani anggota agar tidak putus asa ataupun merasa kecil hati apabila mendapati kendala dan kesulitan dalam penanganan dan pengelolaan tanaman padi yang sedang di budi dayakan.

“masalah itu bukanlah kegagalan, justru makin banyak masalah yang di hadapi, makin bertambah pengetahun dan keterampilan petani, asal mau belajar dan saling tukar pikiran sesama petani, supaya terjadi peningkatan hasil panen”, kata Dandim memotivasi lagi.

Menurut Letkol (Inf) Jimmy T.P. Sitinjak untuk mewujudkan Nabire sebagai salah satu lumbung pangan di Papua, petani di harapkan sungguh – sungguh dalam menggarap lahan dan memanfaatkan kesempatn dan dukungan yang sudah diberikan pemerintah selama ini.

“dukungan dari Dinas Pertanian dalam program cetak sawah ini harus benar – benar di manfaatkan petani, jangan terlalu manja, harus professional dan sungguh – sungguh, supaya petani benar – benar mandiri dan tidak terlalu berharap dari Pemda sepenuhnya, sekalipun selama ini Pemda terus memberikan dukungan, termasuk juga para Babinsa, tapi bila petaninya sendiri ogah – ogahan, maka impian untuk menjadi daerah swasembada pangan juga sulit terwujud”, wejang Dandim.

Kunjungan Dandim 1705/Paniai, Letkol (Inf) Jimmy T.P. Sitinjak tersebut mendapat apresiasi positif dari salah satu Ketua Kelompok Tani, Sholeh, menurutnya dengan adanya perhatian dari para pejabat tinggi di daerah tersebut semakin memotivasi dan memberikan semangat kepada para petani untuk mengelola lahan sawah yang mereka garap. (***)

Penulis            : Titie
Editor              : Walhamri Wahid
Sumber           : Pendam XVII/ Cenderawasih

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*