Jalani Tes Kesehatan 5 Jam, Wetipo Ingatkan Tim Dokter Jangan Mau di Intervensi

Bakal Calon Gubernur, John Wempi Wetipo bersama Ketua Tim Dokter Pemeriksa RSUD Dok II Jayapura, dr. Semuel M. Basso, dan Ketua KPU Papua, Adam Arsioy dan Bawaslu Papua usai menjalani pemeriksaan kesehatan, Jumat (12/1/2018). (Foto : Titie / Lingkar Papua)

 

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA–  Hari kedua tahapan pemeriksaan kesehatan Bakal Calon Gubernur – Wakil Gubernur Provinsi Papua periode 2018 – 2023 Jumat, (12/1/2018) kemarin giliran Bakal Pasangan Calon John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae (JOHSUA) yang menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Dok II Jayapura.

Tidak jauh beda dengan Bakal Pasangan Calon Lukas Enembe – Klemen Tinal yang lebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan, baik John Wempi Wetipo maupun Habel Melkias Suwae juga menjalani tahap demi tahap pemeriksaan, dimulai dengan mengisi buku registrasi, namun proses pemeriksaan kesehatan terhadap keduanya lebih lama sejam, yakni sekitar 5 jam, dibanding bakal pasangan calon LUKMEN yang di laksanakan Kamis (11/1/2018).

Baca Juga:  Diduga Korban Malpraktek, Bayi Empat Bulan Radang Otak dan Buta Mata Kiri

Koordinator Tim Medis dari Ikatan Dokter  Indonesia (IDI) Jayapura dr. Donald Aronggear mengatakan, JOHSUA menjalani pemeriksaan medis berupa anamnessa, TB, BB, TTV, pengambilan sampel darah, VCT, USG thorax, foto, mata, THT, gigi dan mulut, neurologi, bedah umum, ortopedi, urologi, paru, penyakit dalam, obsgym, kardiologi, Himpsi, dan dilanjutkan pada tahapan psikiatri.

John Wempi Wetipo (JWW) usai pemeriksaan mengaku tidak ada kendala berarti mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan, karena ia mengaku sudah mempersiapkan diri untuk melalui tahapan tersebut, selain itu juga selama ini ia mengaku tidak mengalami keluhan penyakit tertentu dan selalu menerapkan pola hidup sehat, sehingga ia merasa yakin tidak ada kendala akan kesehatannya.

Yang terasa berbeda adalah saat menjalani pemeriksaan kemarin, JWW sempat bersua dengan drg. Aloysius Giay, M.Kes, Kadinas Kesehatan Provinsi Papua yang juga sebagai Plt (Direktur RSUD Dok II, yang sehari sebelumnya, Kamis (11/1/2018) saat menjalani tes urine di Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua di tuding JWW sebagai Timses salah satu pasangan calon sehingga dirinya meragukan independensi RSUD Dok II Jayapura.

Baca Juga:  Pembangunan Gedung Baru DPRP, Target Tidak Tercapai, Kok Biayanya Malah Membengkak ?

Pertemuan tersebut berlangsung akrab, bahkan secara pribadi drg. Aloysius Giay kepada John Wempi Wetipo meluruskan informasi yang sampai kepada JWW dan menegaskan posisinya dalam Pilgub Papua 2018 sebagai ASN akan netral dan membantah tudingan bahwa dirinya menjadi Tim Sukses salah satu bakal pasangan calon.

Usai pemeriksaan juga, JWW mengingatkan kepada tim dokter yang menjadi tim pemeriksa kesehatan hendaknya benar – benar bekerja professional dan jangan sampai di intervensi dari pihak manapun, dengan membuat laporan kesehatan seluruh bakal calon dengan sebenar – benarnya.

“kita berharap hasil yang dilakukan tim ahli adalah hasil yang transparan tanpa intervensi dari pihak manapun”, kata John Wempi Wetipo.

Baca Juga:  Tragedi Asmat dan Slow Motion Genocida di Papua ?

Sementara, Bakal Calon Wakil Gubernur pendamping John Wempi Wetipo, Habel Melkias Suwae mengaku juga tidak mengalami kendala saat menjalani pemeriksaan kesehatan kemarin, ia juga mengaku tidak terkejut dengan prosedur yang ada karena bukan kali ini saja mengikuti tahapan tersebut.

“bukan hal sulit, sebab, saya sudah beberapa kali menjalani proses pemeriksaan kesehatan seperti ini, termasuk waktu mencalonkan diri pada Pilgub sebelumnya”, kata Habel Melkias Suwae.

Sama halnya dengan proses pemeriksaan kesehatan yang di jalani bakal pasangan calon Lukas Enembe – Klemen Tinal sehari sebelumnya, proses yang dijalani John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae kemarin juga di dampingi oleh KPU Papua dan Bawaslu Provinsi Papua.(***)

Reporter         : Titie
Editor              : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*