Akankah John R. Banua – Marthin Yogobi Jadi Calon Tunggal di Pilkada Jayawijaya 2018 ?

Ketua KPUD Jayawijata bersama anggota lainnya saat memberikan keterangan pers kepada awak media terkait tahapan Pilkada di Kabupaten Jayawijaya. (Foto : Titie/ Lingkar Papua)

 

LINGKARPAPUA.COM, WAMENA—Keputusan apakah bakal calon Bupati – Wakil Bupati atas nama Jhon R. Banua – Marthin Yogobi bisa jadi calon tunggal atau tidak di Pilkada Kabupaten Jayawijaya 2018 ini masih butuh 7 hari lagi, menyusul KPUD Kabupaten Jayawijaya telah menetapkan akan membuka kembali pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkda Jayawijaya terhitung tanggal 19 – 21 Januari 2018 mendatang, dikarenakan hingga penutupan kemarin hanya ada 1 (satu) bakal pasangan calon yang berkas pendaftarannya di anggap Memenuhi Syarat (MS).

“Jadi berdasarkan Surat Edaran KPU RI pada 12 Januari lalu, dan hasil koordinasi dengan KPU Provinsi dan KPU RI, maka pada hari yang sama kami langsung pleno untuk revisi jadwal tahapan Pilkada Jayawijaya, untuk pembukaan pendaftaran ulang calon,”kata Sarlota Nelcy, Divisi Teknis Penyelenggara KPUD Kabupaten Jayawijaya dalam jumpa pers bersama empat Komisioner lainnya di salah satu kafe di kawasan Ruko Pasifik Dok II, Minggu (14/1/2018).

Menurut Sarlota Nelcy, jadwal pembukaan pendaftaran ulang tersebut dilakukan sebagaimana hasil pleno KPU Kabupaten Jayawijaya pada 12 Januari lalu dengan mengacu pada Surat Edaran KPU RI Nomor 38 Tahun 2018 Tentang Tahapan Pencalonan Dengan Satu Pasangan Calon Yang Mendaftar.

Jadwal pendaftaran ulang dimulai dengan sosialiasi pada 13-15 Januari, dilanjutkan dengan pengumuman pendaftaran ulang pada 16-18 Januari dan pendaftarannya pada 19-21 Januari.

Baca Juga:  Tolak Ngantor di Kantor Bupati Baru, Watae Mau Kembali Ke Titik Nol

Pembukaan pendaftaran ulang tersebut dilakukan lantaran hanya ada satu pasangan bakal calon yakni Jhon Richard Banua – Marthin Yogobi yang memenuhi syarat dengan dukungan 10 parpol diantaranya PDI P (5 kursi), Demokrat (5 kursi), Gerindra (4 kursi), PKB (3 kursi), Hanura (2 kursi), PAN (1 kursi) dan partai lainnya PKS, Nasdem, PKPI, dan PBB atau di dukung 26 kursi di DPRD Kabupaten Jayawijaya dari 30 jumlah kursi yang ada.

“dua pasangan lainnya Bartol Paragaye – Ronny Elopere dan Jimmy Asso – Lemban Kogoya ditolak lantaran berkas pencalonan dan berkas calon tidak memenuhi syarat”, kata Adi Wetipo, Ketua KPUD Jayawijaya menambahkan hasil tersebut berdasarkan Pleno KPUD pada 10 Januari 2018 tepat pukul 24.00 WIT.

Ia menjelaskan saat proses pendaftaran ada tiga pasangan Bakal Calon yang mendaftarkan diri di KPUD Jayawijaya, pada hari pertama 8 Januari pasangan Jimmy Asso – Lemban Kogoya, pasangan ini membawa dua dukungan parpol, yakni PDI Perjuangan dan PAN, hanya saja setelah dilakukan pemeriksaan berkas pencalonan ternyata berkasnya tidak memenuhi syarat.

“Setelah kami periksa ada berkas-berkas yang kurang, dan KPUD meminta kepada pasangan ini untuk melengkapi berkas yang kurang itu sebelum penutupan pendaftaran, namun tidak dapat dipenuhi sehingga KPUD nyatakan berkas pasangan ini di tolak,” kata Adi.

Selanjutnya di hari kedua, pasangan Jhon Richard Banua – Marthin Yogobi, dari 10 dukungan parpol yang dibawa ke KPU, satu parpol Gerindra di tolak lantaran hanya berkas rekomendasi dan surat tugas tanpa melampirkan B1KWK.

Baca Juga:  Klemen Tinal : Tidak Ada Istilah Pendatang, Kita Semua Orang Papua !

Dihari terakhir, pasangan Bartol Paragaye – Ronny Elopere juga mendaftar dimana berdasarkan hasil pemeriksaan, dari dua dukungan parpol Gerindra dan Hanura, hanya satu yang memenuhi persyaratan.

“cuma Partai Gerindra yang lengkap dengan B1KWK, sementara Hanura dokumennya hanya salinan, sehingga KPU meminta agar pasangan segera memenuhi dokumen yang kurang, namun tidak juga dipenuhi hingga akhirnya KPU tutup pendaftaran,” jelasnya.

Ia menambahkan dengan hanya ada satu pasangan calon yang dinyatakan lolos dan sebagaimana perintah undang-undang, maka selanjutnya KPU membuka pendaftaran kembali sebagaimana hasil pleno revisi jadwal KPU pada 12 Januari lalu.

Sebelumnya, sejak Senin (8/1/2018) massa dari salah satu bakal pasangan calon sudah menduduki kantor KPUD Kabupaten Jayawijaya di Wamena, dimana dari informasi yang berhasil di himpun lingkarpapua.com, berkumpulnya massa di kantor KPUD Kabupaten Jayawijaya dikarenakan tidak terima dengan informasi yang beredar bahwa bakal pasangan calon John R. Banua – Martin Yogobi yang mendapat hampir semua partai yang ada di DPRD, alias menjadi calon tunggal.

Dimana massa menduduki kantor KPUD Jayawijaya dan sempat berbuat anarkhis dengan merusak bangunan dan perlengkapan kantor KPUD, dimana kaca – kaca jendela rontok, ada 7 mobil dan 2 motor juga di kabarkan dirusak massa, bahkan sempat ada 5 orang korban luka – luka baik dari warga maupun aparat pada hari kedua, Selasa (9/1/2018).

“demonstrasi sudah sejak 8 Januari, terpaksa kami bubarkan karena mereka sudah mulai anarkis”, kata AKBP Yan Pieter Reba, Kapolres Jayawijaya kepada wartawan di Wamena, Selasa (9/1/2018).

Baca Juga:  Akhirnya Pemda Bangun 14 Unit Rumah Korban Konflik Antar Warga di Keerom

Menurut Kapolres Jayawijaya pemicu dari amuk massa dikarenakan ada bakal calon yang tidak mendapat dukungan partai politik, sehingga mereka mencoba menghalangi bakal calon lainnyang untuk mendaftar.

Kapolres memastikan bahwa kepolisian tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan mendata terlebih dahulu keruksan yang ditimbulkan, karena bukan hanya kerugian harta benda saja, namun anggota Brimob juga menjadi korban dari massa yang tidak terkendali itu.

Terkait kisruh yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya, Ketua KPU Papua, Adam Arisoy meminta agar bakal calon yang tidak terima dengan keputusan KPUD, bisa menempuh jalur hukum dengan membuat aduan ke Panwaslu setempat untuk di teruskan ke Bawaslu Provinsi nantinya.

“bila KPU menolak, artinya ada berkas yang tidak lengkap, kita harus ikut aturan, jika sampai silahkan sampaikan aduan ke Panwaslu serta bukti-bukti, biar ada solusi dari Panwaslu”, kata Adam Arisoy, Sabtu (13/1/2018).

Adam Arisoy juga meminta massa simpatisan pasangan tertentu yang menggelar aksi demo dan pemasangan tenda darurat di halaman KPU Jayawijaya tidak melakukan aksi yang bisa merugikan banyak pihak.

“keputusan KPUD Jayawijaya sudah sesuai aturan yang berlaku, hal itu harus dipahami oleh semua pihak, terutama bakal pasangan calon, KPUD tidak salah, karena bakal pasangan calon sudah diberi waktu untuk melengkapi syarat yang diminta, tapi hingga batas waktu pendaftaran tidak bisa dipenuhi oleh bakal pasangan calon”, kata Adam Arisoy lagi. (***)

Reporter           : Titie
Editor                 : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*