Wabah Campak dan Gizi Buruk di Asmat, Kodam XVII/ Cenderawasih Turunkan 53 Paramedis, 6 Ton Alkes dan Sembako

Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos saat memberikan makanan tambahan kepada anak – anak sekolah di Asmat. (Inzet : Kakesdam XVII/Cenderawasih). sejak bulan Oktober 2017 hingga Januari 2018, ratusan warga Asmat di 23 distrik yang ada terjangkit penyakit campak, bahkan dikabarkan sudah 61 anak meninggal dunia. (Foto : dok. suara.com, (inzet) Faizal / Lingkar Papua)

 

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA—  Menyikapi laporan tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) puluhan anak meninggal di Asmat akibat gizi buruk dan wabah penyakit campak, Pangdam XVII/Cenderawasi Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit telah memerintahkan jajarannya membentuk tim penanganan cepat dari Kodam XVII/Cenderawasih dan segera membuat Posko Penanganan Bencana yang akan dipusatkan di Timika dan di Kabupaten Asmat.

“Kodam XVII/Cenderawasi sudah bergerak membantu Pemda di lapangan sesuai perintah Panglima bahwa peranan kewilayahan kita untuk membantu Pemda,” jelas Kakesdam Kol. (Ckm) dr. Bambang Cahyono, MARS, dalam rilis yang diterima wartawan Senin (15/1/2018) kemarin.

Dikatakan,hari ini rencana penerbangan Hercules A-1326 untuk misi Dukungan Tim Bhakti Kesehatan TNI penanganan KLB wabah penyakit di Asmat dengan jumlah 53 orang tim medis TNI, terdiri dari dokter spesialis dan paramedis dan alat kesehatan (alkes) 6 ton serta sembako dan kebutuhan pokok warga yang tertimpa bencana.

Tim Kes Kodam XVII/Cenderawasi dipimpin langsung oleh Kakesdam Kolonel (Ckm) dr. Bambang Cahyono, MARS, berangkat dari Jayapura ke Timika.

Menurutnya saat ini juga Danrem 174/ ATW, Brigjen (TNI) Asep Setia Gunawan beserta jajarannya lebih dulu tiba di Asmat untuk melakukan pendataan dan pengumpulan data dan koordinasi dengan Pemda Asmat.

Baca Juga:  Puluhan Pengusaha Asli Papua GEL Tuntut Janji Kadis PU

Seperti di laporkan oleh Bupati Kabupaten Asmat, Elisa Kambu, S.Sos bahwasanya sejak bulan September 2017 lalu hingga saat ini sedikitnya sudah 61 anak di laporkan meninggal dunia akibat wabah campak dan gizi buruk.

“kita sudah bentuk empat tim, untuk turun lapangan, guna mencegah, mengobati penyakit campak ini sekaligus pemberian makanan tambahan bagi anak – anak, juga lakukan imunisasi dan vaksinasi, juga berikan vitamin A”, kata Elisa Kambu, Bupati Asmat melalui saluran telepon.

Menurutnya, kondisi geografis menjadi salah satu kendala, karena tingkat kesulitan tinggi karena semua lewat jalur sungai, selain itu juga tidak semua warga berkumik terlokalisir dalam satu wilayah, karena pola hidup meramu yang masih tinggal berpindah – pindah di dusun – dusun.

Bupati juga mengakui bahwasanya keterbatasan tenaga medis yang ada di Kabupaten Asmat saat ini baik di Puskesmas maupun Pustu, sehingga tidak bisa menjangkau seluruh masyarakat yang bermukim di dusun dan kampung yang terpencil.

Langkah – langkah yang sudah dilakukan Pemda Asmat untuk mengatasi wabah dimaksud, adalah dengan membentuk tim kesehatan dan sudah di turunkan ke 23 distrik yang ada di Asmat, yang terdiri dari 224 kampung

Dari data yang di rilis oleh Pemda Kabupaten Asmat sejak September 2017 – Januari 2018 ini RSUD Kabupaten Asmat sudah menangani pasien campak dengan jumlah ratusan, dimana tercatat 393 pasien menjalani rawat jalan dan 175 pasien lainnya menjalani rawat inap.

Baca Juga:  Berkas Perbaikannya Ditolak, Ithaman Tago Nilai KPUD Mamberamo Tengah Tendensius

Terkait empat tim yang telah dibentuk Pemda sepekan lalu, menurut Bupati saat ini tim tersebut tengah berada di 8 distrik, yakni Distrik Suator, Distrik Pulau Tiga, Distrik Sawa Erma, Distrik Jetsy, Distrik Sirets, Distrik Akat, Distrik Kolfbraza, dan Distrik Agats.

Laporan sementara yang telah di rilis oleh Pemda Asmat, terkait apa yang sudah dilakukan oleh tim kesehatan yang sudah diterjunkan di Distrik Suator awalnya tidak ada laporan kasus meninggal dunia, meski ada kasus campak namun bisa tertangani dan tidak mewabah.

Dimana dalam pelayanannya tim kesehatan yang di turunkan di Distrik Suator dan Kolf Braza telah berhasil melayani di 9 kampung dengan jumlah pasien terlayani 933 anak, dimana 8 diantaranya di diagnosis menderita campak.

Untuk Distrik Akat ada 3 kasus campak yang menjalani rawa inap, saat tim turun lapangan, dari data di Puskesmas tercatat ada 37 kasus campak di Distrik Akat sejak bulan Oktober 2017. Sedangkan di Distrik Sawa Erma dilaporkan ada 39 pasien terserang campak, namun tidak ada laporan meninggal dunia,

Di Distrik Sirets, khususnya di Kampung Yousakor dilaporkan ada 11 warga teridentifikasi kena campak dan 3 orang kasus gizi buruk, dimana hasil turun lapangan tim kesehatan di Distrik Sirets yang melayani di 5 kampung, telah terlayani 732 orang, da nada temuan 108 kasus diantaranya kena campak.

Baca Juga:  Lukas Enembe dan Klemen Tinal Cuti Kampanye Hingga April, Hari Ini Mendagri Lantik Mantan Pejabat BIN Jadi Pjs Gubernur Papua

Sedangkan temuan di Distrik Agats yang adalah ibukota Kabupaten Asmat, ditemukan ada 12 kasus campak, dan 7 gizi buruk.

Di Distrik Fayit dan Aswi, saat tim kesehatan melakukan pelayanan pada 16 kampung, mampu melayani 1.724 orang, dimana di daerah itu ada 101 kasus anak terkena campak, 7 anak gizi buruk dan dilaporkan 21 orang meninggal dunia karena campak dan 1 orang karena gizi buruk.

Temuan tim kesehatan Pemda lainnya, di Kampung Nakai, Distrik Pulau Tiga, ada 63 anak kena campak, dan pada kesempatan itu tim kesehatan sudah memberikan vaksinasi kepada 101 anak, dan 4 pasien lainnya langsung di rujuk ke RSUD Asmat, di daerah itu di laporkan ada 4 anak meninggal karena campak.

Sementara di Kampung Ao, tim memberikan vaksinasi kepada 93 nak. Tidak ada laporan kasus gizi buruk maupun warga yang meninggal di kampung itu.

Sedangkan di Kampung Kappi, tiga anak yang terserang campak langsung diberikan pengobatan, 105 anak diberikan vaksinasi dan dua anak dilaporkan meninggal akibat campak.

Tim juga melayani pengobatan bagi 28 anak yang terserang campak di Kampung As, pemberian vaksinasi bagi 71 anak. Di kampung itu, terdapat delapan anak yang meninggal akibat terserang campak, dan satu anak mengalami kasus gizi buruk.

Sementara di Kampung Atat, terdapat 53 anak mendapat pengobatan akibat terserang campak, 108 anak diberikan vaksinasi.

Jumlah warga yang meninggal akibat terserang campak di Kampung Atat dilaporkan sebanyak 23 orang dan dua orang mengalami kasus gizi buruk.

Di Distrik Jetsy, terdapat 320 anak yang mendapat layanan kesehatan, sebanyak 112 orang di antaranya terserang penyakit campak. Mereka tersebar pada empat kampung. (fnw/r1).

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*