Pertamina Regional VIII Alokasikan Rp. 1,8 Miliar Untuk Bantu Asmat

GM Pertamina Marketing Operation Regional (MOR), Tengku Fernanda saat menyerahkan bantuan kepada tim Satgas Asmat Polda Papua. (Foto : dok. ist)

 

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA – Sebagai bentuk kepedulian PT. Pertamina Persero Wilayah VIII Maluku – Papua terhadap wabah campak dan gizi buruk yang di alami oleh masyarakat di Kabupaten Asmat, sepanjang tahun 2018 ini, Pertamina Wilayah VIII Maluku – Papua telah menyediakan anggaran sebesar Rp 1,8 Miliar.

“Jumlah bantuan yang disalurkan selama setahun kedepan meliputi bantuan kesehatan dan infrastruktur penunjang layanan kesehatan dengan rincian tambahan asupan gizi untuk balita dan ibu hamil di tiga titik lokasi setiap bulan serta pengadaan kapal speedboat untuk ambulans dengan total bantuan sebesar 1,8 miliar rupiah,” kata Eko Kristiawan,  Unit Manager PT Pertamina (Persero) MOR VIII dalam releasenya kepada lingkarpapua.com, Rabu (17/1/2018)

PT Pertamina Persero berencana melakukan program sepanjang tahun 2018 dalam rangka penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan Gizi Buruk di Kabupaten Asmat.

Program tersebut meliputi pemberian bantuan tambahan asupan gizi dan pengadaan fasilitas pelayanan kesehatan berupa speedboat.

“Dalam setahun ke depan, Pertamina akan menyalurkan bantuan tambahan asupan gizi dan layanan kesehatan di Kabupaten Asmat dengan target utama balita dan ibu hamil setiap bulan selama 2018,” ujar Eko Kristiawan lagi.

Ia mengatakan, bantuan dari Pertamina akan disalurkan di 3 titik lokasi yang tersebar di beberapa distrik lokasi KLB di Kabupaten Asmat. Bantuan tersebut juga dilengkapi dengan kapal speedboat yang akan digunakan sebagai ambulans.

Terkait, akses untuk fasilitas kesehatan yang belum memadai di Kabupaten Asmat menjadi salah satu penyebab minimnya pelayanan kesehatan dan kurang cepatnya penanganan kasus campak. Hal ini diperparah dengan tingginya angka gizi buruk balita dan anak-anak sehingga rentan terhadap penyakit.

Oleh karena itu, Pertamina fokus pada upaya menanggulangi Kejadian Luar Biasa di Asmat dengan pendekatan aksi cepat tanggap penanganan gizi buruk untuk menekan jumlah korban, serta program jangka panjang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kualitas kesehatan sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

Selain itu, peningkatan pelayanan dan fasilitas kesehatan akan terus menjadi prioritas di Kabupaten Asmat dan Pertamina berkomitmen untuk mendukung melalui Program Pertamina Sehati.

Program Pertamina Sehati yang menjadi bagian dari CSR PT Pertamina (Persero) ini nantinya akan terus dimaksimalkan sebagai wujud kehadiran BUMN untuk negeri.

Pertamina juga akan berkoordinasi secara penuh dengan instansi terkait baik dari unsur kepolisian, TNI, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait lainnya baik di tingkat Kabupaten Asmat,  Provinsi Papua maupun secara nasional. (***)

Reporter         : Titie
Editor             : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*