Pilkada Papua 2018, IDI Jamin Hasil Pemeriksaan Kesehatan Independen dan Bebas Intervensi

Ketua IDI Wilayah Papua, dr. Purwatmodjo Gunawan dan dr. Samuel Maripadang Basso selaku Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan Calon Gubernur / Wakil Gubernur, Bupati / Wakil Bupati pada Pilkada serentak 2018 di Provinsi papua saat menyerahkan berkas hasil pemeriksaan kesehatan kepada Ketua KPU Papua, Adam Arisoy, Rabu (17/1/2018) kemarin. (Foto : Titie/ Lingkar Papua)

 

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA—Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua dan Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan Gubernur/Wakil Gubernur dan Bupati/Wakil Bupati pada Pilkada Serantak 2018 di Papua menjamin bahwa hasil pemeriksaan kesehatan yang mereka lakukan jauh dari intervensi pihak manapun, karena semua dokter yang di libatkan adalah dokter specialialis yang sudah di ikat dalam sumpah dan janji, sehingga hasil pemeriksaan mereka di pastikan independen dan apa adanya.

Hal tersebut di sampaikan Ketua IDI Wilayah Papua, dr. Purwatmodjo Gunawan dan dr. Samuel Maripadang Basso selaku Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan menjawab pertanyaan dan keraguan sejumlah pihak yang mempertanyakan independensi Tim Pemeriksa Kesehatan mengingat lokasinya di RSUD Dok II Jayapura yang nota bene adalah rumah sakit pemerintah dan di khawatirkan ada intervensi salah satu bakal pasangan calon yang masih berkuasa hingga saat ini.

“soal jaminan netralitas, seluruh pemeriksaan serta hasil sebagaimana hasilnya dilakukan tanpa tekanan dari pihak manapun, Dirut RSUD ataupun Wadirut Pelayanan Medis juga tidak ikut campur, jadi ini murni dilakukan, dimana IDI hanya meminjam tempat, dokter dan peralatannya, saya juga turun langsung memonitoring pelaksanaan pemeriksaan ini”, kata dr. Purwatmodjo Gunawan, Ketua IDI Wilayah Papua, Rabu (17/1/2018) di Kantor KPU Provinsi Papua.

dr. Gunawan memastikan hasil yang serahkan ke KPU Papua murni hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh seluruh pasangan calon, sebagaimana rujukan dari KPU. Ia menjamin netralitas serta profesionalisme tim medis diterjunkan langsung selama proses pemeriksaan berlangsung, bahkan dirinyapun ikut memonitoring langsung.

Menyinggung soal adanya pertanyaan mengapa RSUD Dok II yang digunakan, bukan RS lain yang ada di Jayapura, Ketua IDI Wilayah Papua menegaskan soal lokasi tersebut bukan kewenangan IDI Papua, ataupun KPU Papua, sepengetahuannya itu sudah diatur oleh aturan dan UU mengenai spesifikasi dan kualifikasi RS yang layak di gunakan sebagai tempat pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dan ketentuan itu berlaku di seluruh Indonesia sejak Pilkada secara langsung di gelar di Indonesia, dan bukan baru pada tahun 2018 ini saja.

“ketentuannya memang harus RS Pemerintah, itu bisa dari RSUD, RS TNI atau Polri yang penting RS pemerintah yang memiliki tipe A atau sederajat, sehingga dari seluruh RS yang ada di Jayapura, RSUD Dok II Jayapura adalah yang paling memungkinkan, karena masuk tipe B dan memiliki kelengkapan seperti RSU Tipe A dan memiliki dokter spesialis lengkap”, kata Ketua IDI Wilayah Papua.

Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan Gubernur/Wakil Gubernur dan Bupati/Wakil Bupati Pada Pilkada Serantak 2018 di Papua, dr Samuel Maripadang Basso, mengatakan semua proses pemeriksaan para calon Gubernur maupun Bupati berjalan sesuai jadwalnya, meski dalam pelaksanaannya tidak selalu on time.

“Semua berjalan lancar, semua pasangan calon sudah melakukan  pemeriksaan ditutup dengan pemeriksaan psikotes oleh calon Gubernur, Lukas Enembe, menyusul pemeriksaan beberapa tes kesehatan yang sudah dilakukan pekan lalu, dan hasilnya hari ini kita serahkan ke KPU Provinsi Papua secara langsung lengkap dengan berita acaranya baik Calon Gubernur / Wakil Gubernur maupun Calon Bupati / Wakil Bupati dari beberapa kabupaten lainnya,” kata dr. Semuel M. Basso.

Hasil pemeriksaan kesehatan para calon Gubernur dan Wakil Gubernur serta Calon Bupati dan Wakil Bupati di tujuh wilayah pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di serahkan oleh tim pemeriksa kesehatan, IDI, dan Himpsi Papua kepada KPU Papua, Rabu (17/1/2018) di Kantor KPU Provinsi Papua.

Berkas yang diserahkan tersebut kurang lebih 50 berkas yang terdiri dari hasil pemeriksaan 2 bakal pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, 4 bakal pasangan calon Bupati/wakil Kabupaten dari Biak Numfor, 7 bakal pasangan calon Bupati/Wakil Kabupaten Mimika, 2 bakal pasangan calon Bupati/Wakil Mamberamo Tengah, 5 bakal pasang calon Bupati/wakil Kabupaten Paniai, 2 bakal pasang calon Bupati/Wakil Bupati Puncak, 4 bakal pasang Calon Bupati/Wakil Kabupaten Deiyai dan 1 pasang calon Bupati /Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya.

“jadi hasil ini sudah kami terima, untuk selanjutnya dilakukan pleno dan disampaikan secara terbuka di website KPU,” kata Adam Arisoy, Ketua KPU Provinsi Papua, Rabu (17/1/2018) di kantor KPU Papua usai menerima berkas seluruh bakal pasangan calon yang akan berkompetisi di Pilkada serentak Papua 2018.

Ia menambahkan rencana pleno sendiri akan dilakukan setelah semua komisoner KPU berada di tempat, lantaran saat ini sebagaian besar para anggota KPU sedang melaksanakan tugas di luar daerah dalam rangka faktualisasi. (***)

Reporter         : Titie
Editor              : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*