Beredar Foto Bareng HMS, Kader Demokrat Papua Ini Bantah Bila Membelot

Capture postingan akun FB atas nama Yohan Lamis Mahuze yang bikin heboh, dimana BMD salah satu kader Demokrat di isukan membelot ke HMS. (Foto : dok FB)

 

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA–  Sebuah akun Facebook atas nama Yohan Lamis Mahuze memposting beberapa foto kegiatan Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Papua yang di Ketuai Boy Markus Dawir (BMD), kader DPD Partai Demokrat Papua yang saat ini juga sebagai anggota DPRP dari Fraksi Demokrat dalam sebuah acara bhakti social di Mall Jayapura.

Dimana pada foto – foto kegiatan donor darah tersebut tertangkap kamera kedekatan Ketua PPM Provinsi Papua, BMD dengan salah satu Bakal Calon Wakil Gubernur, Habel Melkias Suwae (HMS) yang akan berpasangan dengan John Wempi Wetipo (JWW) yang di usung PDIP, Gerindra, PBB dan Perindo, yang adalah ‘lawan politik’ kandidat yang di usung oleh Partai Demokrat.

Dalam foto – foto yang di posting oleh akun Yohan Lamis Mahuze itu juga di bumbui beberapa kata – kata yang terkesan bahwa BMD, yang adalah kader Demokrat Papua, bahkan bisa dikatakan ‘ring satu” Lukas Enembe, Gubernur Petahanan telah membelot dan mendukung pasangan John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae (JOHSUA) pada Pilgub Papua 2018 ini.

“Luar biasa keputusan abang BMD yang sudah bergabung & mendungkung JOHSUA…. Itulah Politik… Siapa yang peduli dengan kebutuhan Negeri ini pasti akan dukung JOHSUA”, tulis Yohan Lamis Mahuze pada postingannya sebagai keterangan foto – foto tersebut.

Dalam postingannya, Yohan Lasmi Mahuze menyajikan sedikitnya tiga foto dalam sesi yang berbeda, mulai dari foto BMD dan Cristian Kondobua (Ketua Panitia Acara HUT PPM) terlihat mendampingi HMS berjalan kaki di halaman Mall Jayapura, foto HMS lagi di di ranjang lipat hendak mendonorkan darah, sampai foto BMD dengan HMS yang lagi bercengkerama ramah, dan sebuah foto bersama personel PPM, BMD dan HMS dengan memegang spanduk Dirgahayu Pemuda Panca Marga Ke- 37 di bawah escalator dalam Mall Jayapura.

Beredarnya foto kedekatan BMD yang adalah kader Partai Demokrat dengan HMS yang nota bene adalah “lawan politik” Partai Demokrat di Pilgub Papua 2018 tersebut tentunya menggemparkan jagat politik Papua dan menimbulkan sejuta tanya serta spekulasi beragam, mengingat BMD sebelumnya di usung oleh Partai Demokrat sebagai salah satu Bakal Calon Walikota Jayapura, bahkan sampai di isukan bahwa BMD telah membelot ke ‘kubu sebelah”.

Baca Juga:  Bentang Tengah Sudah Tiba di Jayapura, Jembatan Holtekamp Jadi Jembatan Terlebar Pertama di Indonesia

“Saya Demokrat, foto-foto itu bukan dari akun media sosial saya, di posting tanpa sepengetahuan saya dan tanpa perintah saya. Jadi silahkan saja menilai seperti apa, yang pasti saya tidak pernah menyampaikan statemen politik”, kata BMD membantah isu – isu miring terkait foto – foto tersebut kepada Lingkarpapua.com, Minggu (21/1/2017) malam.

Menurut BMD segala macam foto berserta tulisan tersebut bukan berasal dari akun media sosial miliknya. Ia membantah jika ia dikatakan membelot, sebab kehadiran HMS saat itu untuk memberikan donor darah pada kegiatan Pemuda Panca Marga (PPM) yang tengah digelar di Mall Jayapura, Sabtu (20/1/2018) pagi.

“Jadi beliau itu kebetulan datang ke Mall Jayapura kemudian lihat ada kegiatan donor dan singgah untuk donor darah, saya pikir orang mau donor darah tidak perlu di politisir, karena itu kerelaan beliau untuk mendonorkan darahnya untuk kepentingan masyakat kita yang membutuhkan,” kata BMD meluruskan.

BMD mengaku sama sekali tidak mengenal siapa Yohan Lamis Mahuze yang menyebarkan foto dengan caption yang terkesan memposisikan dirinya sebagai kader Demokrat telah membelot.

“Saya sudah baca bahasanya, saya juga sudah simpan data yang disebarkan itu. Jadi disitu ditulis seolah itu bahasa saya yang dimuat, tapi kapan saya ketemu dengan dia? kapan juga saya berikan statemen politik? sementara saya sekarang ini masih mengantongi KTA Demokrat, dan saya masih Kader Partai Demokrat, “ tegasnya.

Soal upaya konfirmasi kepada akun yang bersangkutan, menurut Boy Dawir, hal itu tidak perlu diklarifikasi lebih jauh, apalagi ia tidak mengenal dan tidak ada pertemanan atas nama Yohan Mahuze  dalam akun sosialnya.

“Dari sekian banyak anak-anak Papua dalam akun saya tidak ada nama itu. Memang saat ini untuk internet di Papua sudah sangat terbuka, sehingga bisa saja terjadi, namun yang pasti tidak ada satupun statemen politik saya terkait itu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan bhakti sosial Pemuda Panca Marga tidak ada kaitannya dengan politik.

Baca Juga:  BMD Minta Gubernur Tinjau Ulang Struktur di PB PON dan KONI

“Panca Marga tidak berpolitik itu murni kegiatan organisasi, jadi jangan semua-semua itu di politisir”, tegas BMD.

Ketua Panitia HUT Pemuda Panca Marga Ke- 37, Cristian Kondobua yang juga sebelumnya adalah kader Partai Demokrat di DPC Partai Demokrat Kota Jayapura, dan sempat menjadi anggota DPRD Kota Jayapura dari Fraksi Demokrat saat di konfirmasi juga membantah soal isu yang menerpa seniornya di Partai Demokrat itu.

“kegiatan PPM kemarin murni kegiatan social dalam rangka HUT organisasi, bukan agenda politik, kita umumkan ke radio beberapa hari sebelumnya, tidak ada undangan khusus ke tokoh – tokoh tertentu, jadi siapa saja mau berpartisipasi silahkan, jadi kalau pas ada Bakal Calon Gubernur hadir, mungkin dia kebetulan dengar informasi itu, atau pas kebetulan melihat kegiatan donor darah dan ingin berpartisipasi, masa harus kita larang”, kata Cristian Kondobua yang mengaku dirinya sudah bukan kader Demokrat lagi dan saat ini aktif sebagai pengurus PPM Provinsi Papua saat di wawancara LingkarPapua.com via WhatsApp, Minggu (21/1/2018) kemarin.

Terkait foto – foto mesra, Kondobua mengatakan tidak perlu di politisir, terlepas dari urusan politik menurutnya, HMS adalah tokoh Papua, sekalipun kita beda pandangan politik ataupun beda ‘jagoan’, bukan berarti kita harus musuhan dan tidak boleh foto bareng dan menjaga kebersamaan dan persaudaraan.

“menurut saya itu pesan positif untuk masing – masing pendukung, BMD sudah menunjukkan sikap negarawan dan politisi sejati, beda pandangan politik, beda partai politik, tapi tetap harus saling menghargai dan menjaga persaudaraan, itu pesan positif untuk Pilkada damai di Papua, jadi tidak perlu di politisir lah, lagian itu kegiatan PPM, dimana BMD sebagai Ketua dan tuan rumah, masa ada tamu datang harus di cuekin, kan tidak mungki”, kata Kondobua yang pada Pilwalkot 2017 kemarin menjadi Ketua Timses BMD – Nuralam.

Ia juga menambahkan bahwa dalam rangka Dirgahayu Pemuda Panca Marga Ke- 37, pihaknya melakukan serangkaian kegiatan mulai dari bagi – bagi bunga di lampu merah di beberapa titik Kota Jayapura dan Rumah sakit pada hari Jumat (19/1/2018), dan pada Sabtu (20/1/2018) di Mall Jayapura dilakukan kegiatan donor darah.

Baca Juga:  BWS Papua Siapkan Dua Miliar Rupiah Untuk Pembebasan Lahan Air Baku Danau Sentani

“Senin kita akan ziarah ke TMP dan dilanjutkan dengan apel di Mabes PPM sekalian acara syukuran, kalau ada yang mengkait – kaitkan foto – foto dan kehadiran HMS di kegiatan donor darah kemarin, itu orang yang gagal paham dan tidak tahu etika politik”, kata Christian Kondobua yang juga adalah Wakil Ketua PPM Provinsi Papua.

Terkait beberapa kasus dimana social media berpotensi di salah gunakan orang untuk merecoki kampanye pilkada damai di Papua dan berpotensi menimbulkan konflik dan isu – isu termasuk seperti yang menimpanya, BMD yang juga sebagai Tim Verifikasi Pansus Pilgub Papua berencana akan menggandeng Cyber Polda Papua guna menertibkan akun – akun yang tidak bertanggung jawab.

“Itu tentu akan ditindak dan kita bisa proses karena akun itu sudah masuk kategori provokator. Jadi akun-akun yang provokatif ini segera di tutup”, kata BMD.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Papua, Carolus K. Boly saat di konfirmasi LingkarPapua.com, Minggu (21/1/2018) kemarin mengaku sudah mendapatkan laporan soal foto – foto di maksud dari beberapa relasinya yang aktif di social media.

“saya baru sebatas mendengar cerita dan laporan saja sih, tapi sepengetahuan dan dari info yang saya dengar itu kegiatan organisasi, bukan kegiatan partai yang di ikuti oleh pasangan calon lain, masih kita saring dan telaah”, kata Carolus K. Bollu saat di konfirmasi LingkarPapua.com via selulernya, Minggu (21/1/2018) malam.

Secara kelembagaan, DPD Demokrat Provinsi Papua merasa belum perlu mengambil langkah – langkah, namun masih sebatas menyaring dan menelaah kejadian itu, apakah terdapat pelanggaran atau tidak terhadap beredarnya foto tersebut.

“Informasi sementara yang kami terima seperti itu, tapi dalam waktu dekat, Partai akan meminta klarifikasi soal ini langsung kepada yang bersangkutan,” kata Carolus lagi.

Ditanyakan apakah ada sanksi Partai jika dalam perjalanan Pilgub Papua ke depan ada temuan kader atau pengurus Demokrat yang membelot, Carolus mengatakan Demokrat tidak akan langsung menindak kadernya secara serta-merta.

“kalau ke depan nanti ada kasus kader tidak mengamankan keputusan partai, kita akan panggil kadernya dan minta klarifikasi dulu, yang pasti tindakan partai harus berlandaskan aturan perundang-undangan yang berlaku serta AD/ART Partai Demokat”, kata Carolus K. Bolly, Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Papua. (***)

Reporter         : Titie, Amri
Editor             : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*