Dalam Sebulan 23 Anak Tewas Akibat Gizi Buruk di Pegunungan Bintang ?

Tim Kesehatan Kodam XVII/ Cenderawasih tengah mempersiapkan obat – oabatan yang hendak di kirim ke Kampung Pedam, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang. (Foto : dok. Pendam XVII/ Cen)

 

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA— Belum tuntas penanganan wabah campak dan gizi buruk yang telah menewaskan puluhan balita di Kabupaten Asmat, Papua sepekan ini, kembali terdengar sedikitnya 23 balita kembali harus meregang nyawa yang di duga juga karena diare dan gizi yang buruk di Kampung Pedam, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua.

“dari informasi awal disebutkan 25 orang yang meninggal, 23 diantaranya adalah balita, dengar laporan itu Danramil 1702-01/ Oksibil Kapten (Inf) Aprin Paembonan melapor kepada Perwira Penghubung (Pabung) Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor (Inf) Ardiyansayh yang telah melakukan kross check ke Dinas Kesehatan Pegunungan Bintang juga membenarkan hal itu, dan Danramil setempat sudah koordinasi dengan Pemda untuk dibentuk tim guna mengecek lokasi dan melakukan tindakan penyelamatan warga lainnya”, kata Kolonel (Inf) M. Aidi, Kapendam XVII/ Cenderawasih dalam releasenya yang diterima lingkarpapua.com, Minggu (21/1/2018).

Baca Juga:  Rekrut 177 Guru Kontrak, Ini Jurus Jitu Bupati Markum Cari Guru Yang Siap dan Betah di Pedalaman

Kapendam menambahkan bahwa tim kesehatan yang dibentuk terdiri dari 22 orang, dengan 2 orang Dokter, 4 orang perawat dan 2 orang Ahli Gizi dikawal oleh 12 orang anggota TNI dari Koramil 1702-01/Oxibil telah diberangkatkan ke lokasi kejadian.

“Sore tadi pukul 15.00 WIT sudah ada info awal lewat Radio SSB dari Gereja GIDI Kampung Pedam dari Dr. Lina yaitu Dokter RSUD yang tergabung dalam Tim Kesehatan, dilaporkan masyarakat Kampung Pedam yang meninggal sampai saat ini berdasarkan informasi dari Kepala Kampung sebanyak 25 orang, namun tim belum bisa melakukan pendataan secara detail terkait penyebab kematian, waktu kematian dan lokasi kematian karena terkendala cuaca buruk”, kata Kolonel (Inf) M. Aidi.

Dalam lansirannya, Kantor Berita ANTARA menyebutkan berdasarkan laporan salah seorang mahasiswa yang kebetulan berlibur di Kampung Pedam dan kembali ke kota daftar anak yang meninggal sebanyak 23 orang itu sejak 6 Desember 2017 hingga 11 Januari 2018 kemarin.

Namun soal kepastian jumlah korban yang tewas dan sejak bulan apa, hingga berita ini di naikkan belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang maupun Provinsi Papua, karena soal jumlah masih simpang siur, demikian juga range waktu meninggalnya belum ada kepastian, karena informasi lainnya menyebutkan akumulasi korban meninggal sejak Oktober – Desember 2017 lalu.

Baca Juga:  Pasar Mama – Mama Papua, Pemkot Urus Operasional, SOLPAP Tugas Basmi Togel dan Judi

Identifikasi sementara dari sejumlah pasien yang berhasil di tangani, khususnya balita dan anak – anak banyak terkena diare, dehidrasi berat dan komplikasi sampai dengan gizi buruk.

“Untuk sementara penyakit campak belum bisa ditentukan karena tim tidak bisa melakukan pendataan terkendala cuaca buruk, parahnya vaksin yang dibawa tidak bisa digunakan karena telah rusak, untuk antisipasi akan dilakukan vaksinasi ulang”, kata Kapendam XVII/ Cenderawasih lagi.

Rencananya Selasa, (22/1/2018)  hari ini akan diberangkatkan pesawat Helly Mi-17 milik TNI- AD langsung ke Distrik Okbab mengangkut obat-obatan, vaksin dan bahan makanan serta personel tambahan.

“Pangdam XVII/Cenderawasi Mayjen TNI George Elnadus Supit telah memerintahkan untuk segera mendirikan Posko Pelayanan Kesehatan di Okbab. Tim Bhakti Kesehatan dari Mabes TNI akan segera tiba di Jayapura dan siap memberikan bantuan di Distrik Okbab”, tambah Kolonel (Inf) M. Aidi lagi menjelaskan bahwa lokasi Kampung Pedam sulit di jangkau karena belum ada lapangan terbang, sehingga satu – satunya jalur transportasi adalah jalan kaki sehari semalam.

Baca Juga:  Soal Pilgub Papua, Klemen Tinal Bilang Yang Lain Nggak Usah Buang – Buang Energi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang, Jeremias Tapyor seperti di lansir Kantor Berita ANTARA menjelaskan bahwa laporan sementara dari Ketua Tim Kesehatan yang telah di kirim Pemda Pegunungan Bintang ke Kampung Pedam  melalui radio SSB disebutkan 25 anak meninggal dunia, dengan rincian anak laki – laki 12 orang, sedangkan anak perempuan 10 orang, sedangkan sisanya adalah orang dewasa, dimana data tersebut akumulasi selama periode bulan Oktober – Desember 2017 lalu.

Informasi berbeda soal jumlah korban yang meninggal datang dari Tim Dinas Kesehatan Provinsi Papua Yamamoto sebagaimana dilansir detikews.com, Yamamoto menyebutkan jumlah korban yang meninggal 27 orang, dimana sebanyak 24 diantaranya adalah anak – anak.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Silvanus Sumule seperti dilasnir Kantor Berita ANTARA juga mengakui kejadian tersebut, dan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Pegunungan Bintang di beck up Kodam XVII / Cenderawasih. (***)

Penulis           : Faizal, Amri
Editor             : Walhamri Wahid
Sumber          : Pendam XVII/ Cen dan sumber lainnya

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*