Di Kampung Yeni Asmat, Anak Gejala Campak Digosok Pake Sagu, Pustu Tidak Ada Petugas, Berobat ke Pastoral

Wakil Ketua DPRP Provinsi Papua, Edoardus Kaize ketika melakukan kunjungan kerja ke Kampung Yeni, Distrik Joerat Kabupaten Asmat baru – baru ini dan mendapati ada 8 anak – anak teridentifikasi campak tapi belum mendapat pelayanan medis. (Foto : dok ist)

 

LINGKARPAPUA.COM, ASMAT – Meski sejumlah tim kesehatan baik dari TNI-AD, Polri, bahkan dari Pemda Asmat dalam sepekan terakhir ini diturunkan ke Kabupaten Asmat, namun sedikitnya ada 8 anak – anak di Kampung Yeni, Distrik Joerat yang belum mendapatkan pelayanan medis, padahal dari gejala – gejala yang di tunjukkan teridentifikasi kena campak.

Ironisnya lagi, karena ketidak tahuan orang tua mereka, dan selama ini memang tidak pernah ada penyuluhan, sehingga saat anak – anak mereka mengalami gejala – gejala awal campak, badan panas, mata kemerahan dan munculnya bintik – bintik di tubuh, orang tua anak – anak tersebut hanya bisa memberikan pengobatan tradisional dengan menggosokkan sagu ke tubuh anak – anak yang sakit tersebut, karena meski ada Pustu di kampung tersebut namun tidak ada petugasnya.

Baca Juga:  Bupati Merauke ‘Digoyang’ !

“Jadi ada sekitar 8 balita yang dibawa ibu mereka dari bevak-bevak yang ada tidak jauh dari Kampung Yeni dan Yamas, dengan kondisi panas tinggi, mata merah dan muncul bintik-bintik di badan mereka, karena tidak ada petugas kesehatan, mereka bawa ke Pastoral untuk diberikan pertolongan awal, jadi saya harap Tim Satgas Kesehatan yang sudah dibentuk melakukan penyisiran ulang ke bevak – bevak dan dusun, jangan hanya pelayanan di ibukota distrik saja”, kata Edoardus Kaize, Wakil Ketua DPRP Provinsi Papua seperti dalam laporan yang di terima lingkarpapua.com dari sejumlah wartawan yang mengikuti kunjungan kerja Wakil Ketua DPRP ke Kampung Yeni, Kabupaten Asmat, Selasa (23/1/2018) kemarin.

Wakil Ketua DPR Papua, Edoardus Kaize menyarankan Tim Satgas Kesehatan bersama Pemkab Asmat, agar tidak terfokus pada pelayanan kesehatan di pusat distruk atau kampung. Hal itu menyusul adanya temuan sekitar delapan orang anak balita yang belum mendapat penanganan medis di Kampung Yeni dan Yamas, Distrik Joerat.

Baca Juga:  Tim Dokkes Polda Papua Berhasil Layani 472 Pasien Pada Dua Distrik di Asmat

Hasil kunjungannya di Kampung Yeni, Edo sapaan politisi PDI Perjuangan ini pada, Selasa (23/1/2017), ia mendapati sekumpulan orang tua yang membawa anak mereka ke Pastoral Yamas, Kampung Yeni, Distrik Joarret untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Menurut Edo, para orang tua tidak mengetahui sakit apa yang diderita anaknya, dengan menggunakan alternatif seadanya, orang tua balita di kampung tersebut, memberikan pertolongan dengan menggosok badan anaknya dengan sagu.

Kondisi ini menurut Edo sangat memprihatikan, apalagi soal wabah di Asmat ini sudah sangat ramai di perbicangkan publik, tapi masih belum sepenuhnya para penderita campak mendapatkan penanganan medis.

“Saya menganjurkan kepada pihak tim kesehatan yang menangani KLB campak, kalau kita memang fokus pada pusat-pusat distrik atau kampung, tolong membuka sayap sampai ke bevak-bevak, karena banyak yang mengalami sakit yang sama. Hanya tidak dikunjungi, mereka menganggap dengan cara mereka sendiri untuk mengobati anak-anak mereka, padahal mereka tidak tahu penyakit apa yang diderita anaknya,” jelasnya.

Baca Juga:  Ketua PMI Papua Ancam Pecat Bila Ada Petugas UDD Jual Darah Donor

Ia meminta agar Tim Satgas Kesehatan Bersama Pemkab Asmat, melakukan penyisiran ulang di kampung dan bevak, agar semua dapat segera mendapatkan tindakan medis, apalagi di Kampung Yeni, Joaret ini, kata Edo Kaize, diketahui tidak ada petugas Pustu yang menetap.

“Mesti disisir sampai ke bevak-bevak yang ada di sekitar kampung. Ya, harus disisir. Tahapan pertama distrik, terus kampung dan sekarang bevak juga harus disisir. Supaya semua bisa teratasi, tidak hanya di distrik dan kampung, karena di bevak pun, karena ada anak-anak yang berisiko terserang penyakit campak dan sakit yang sama campak, gizi buruk dan penyakit lainnya,” tambahnya sembari berharap agar kedepan pemerintah dapat lebih memperhatikan Pustu untuk ditempati petugas medis yang menetap dan dapat melayani kesehatan masyarakat disana. (***)

Penulis            : Titie
Editor             : Walhamri Wahid

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*