Awal Tahun Di Kota Jayapura, Sehari Ada Tiga Kasus Curanmor, Ini Solusi Dari AKBP Gustav Urbinas

AKBP GUstav R. Urbinas, Kapolres Jayapura Kota. (Foto : Faizal / Lingkar Papua)

 

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA– Kasus pencurian motor (curanmor) di Kota Jayapura makin meresahkan masyarakat, menurut Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav R Urbinas sejak 11 hari menjabat sebagai Kapolres Jayapura Kota, ada 32 laporan kasus Curanmor yang diterima pihak kepolisian.

“Curanmor dari tanggal 20 sampai 21 Januari ada 32 kasus, sudah terungkap 10 kasus, diantaranya 3 kasus merupakan temuan dan pengembalian kepada pemilik, 1 kasus dilimpahkan ke Polres Jayapura dan untuk 6 kasus dalam proses penyelidikan bersama dengan 7 tersangka,” kata Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav R Urbinas, Rabu (32/1/2018).

Menurutnya hingga kini belum ada indikasi adanya jaringan curanmor yang beroperasi di Kota Jayapura, namun menurutnya rendahnya kesadaran masyarakat untuk membeli motor – motor legal dan tergoda membeli motor murah tanpa dokumen bisa menjadi salah satu pemicu kenapa angka curanmor makin marak, karena ada penadahnya.

Baca Juga:  Dikukuhkan, Tim Relawan MAESA Pastikan 80 Ribu Warga Kawanua di Papua Dukung LUKMEN

“Belum ditemukan adanya jaringan, tapi kami akan berupaya untuk mengungkap, dan kenapa kasus curanmor ini cukup tinggi, yang pertama karena pemilik kendaraan kurang berhati-hati dan banyak kendaraan bermotor dijual dengan harga murah bahkan bisa 2 juta, masalahnya warga mau saja beli walau dengan harga tak wajar, jadi mereka para pelaku curanmor merasa ada peluang,” jelasnya ketika ditanya faktor apa yang mempengaruhi tingginya kasus curanmor di Jayapura.

Menyoal himbauan tembak ditempat bagi para pelaku curanmor tersebut, Kapolres mengaku masih butuh kajian lebih lanjut.

“Jadi kalau masih bisa dipegang kenapa harus ditembak, bisa-bisa kita yang salah, kecuali dalam penangkapan ada perlawanan dan mengancam jiwa petugas atau masyarakat, itu pun jalan terakhir,” lanjutnya.

Baca Juga:  Pisang dan Susu Hangat Bisa Bikin Tidur Nyenyak Loh !

Namun bukan berarti Polres Jayapura Kota tak mencari solusi, karena dalam waktu dekat terobosan untuk mencegah curanmor akan dilakukan.

“Ada terebosan, akan kami susun misalnya kerjasama bersama Telkomsel yaitu adanya himbauan melalui SMS broadcast yang bisa digunakan oleh Reskrim, Lantas dan lain-lain, nanti kami launcing,” ujar Kapolres lagi.

Pihaknya juga nantinya melaksanakan dan mengembalikan keaktifan fungsi Siskamling, karena menurutnya keamanan merupakan tanggung jawab semua orang, sehingga potensi masyarakat perlu digali untuk bersama-sama menjaga kamtibmas di wilayah masing-masing.

“Tetap polisi mendukung dan membina keberadaan Siskamling itu dan akan digemakan dari Februari hingga akhir tahun ini,” katanya lagi.

Selain melalui SMS Broadcast, aplikasi Noken juga diminta tetap dimanfaatkan masyarakat. (fnw/r1)

Baca Juga:  Pilkada DKI dan Politik Non Blok Demokrat

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*