Metamorfosis Setahun Lingkar Papua

ilustrasi

Tidak terasa setahun sudah, 1 Februari 2017 lalu, ide yang berawal dari keisengan dan sekedar tempat menampung pikiran dan gagasan talapas (liar, orang Papua bilang) di tengah arus informasi yang makin trengginas merambah setiap sudut ruang publik yang tanpa sekat.

Lingkar Papua terus bermetamorfosis mentransformasikan nilai – nilai moral yang diyakini masih ada dan hidup di tengah – tengah masyarakat melalui karya jurnalistik, dan bukan sekedar menyebar luaskan berita dan informasi tanpa makna, apalagi berita bohong (hoax).

Satu tahun tentu masih ‘ijo’, bahkan belum bisa berbuat banyak, di tengah banyaknya pilihan masyarakat akan saluran informasi, paling tidak Lingkar Papua masih bisa eksis dan menyajikan informasi yang lebih komprehensif, bahkan terkadang melanggar pakem – pakem media online yang cenderung berkiblat pada kecepatan penyampaian informasi dan menomorduakan azas berimbang dan mengesampingkan cover both side.

Lingkar Papua yang di dirikan berangkat dari keprihatinan akan perilaku pers yang kian terjebak pada politik partisan, alat propaganda negative, sekedar humas, hiburan, dan alat ekonomi, dan mulai abai pada fungsi control, sejak awal pendirinya tetap berusaha menjadikan 9 elemen jurnalistik menjadi ruh dan elemen penting dalam membuat karya – karya jurnalistik, dan bukan sekedar berita tanpa makna yang informative belaka.

Baca Juga:  Kapolda Papua Himbau Warga Bijak Gunakan Sosial Media

Lingkar Papua meyakini bahwa (1) jurnalisme itu mengejar kebenaran (truth), bukan kebenaran dalam konsep hitam putih, tetapi kebenaran dalam teknik kerja dan etika jurnalistik yang mengedepankan verifikasi, konfirmasi, dan cover both side.

Semua awak redaksi Lingkar Papua yang sudah, dan akan bergabung harus memiliki mindset bahwa (2) komitmen wartawan kepada masyarakat dan kepentingan public, (3) jurnalisme itu disiplin menjalankan verifikasi, sehingga tidak mudah termakan berita hoax, apalagi menjadi penyebar hoax, dan wartawan Lingkar Papua harus (4) independen terhadap sumber berita, dimana kerja – kerja jurnalistik jangan sampai terkontaminasi oleh kepentingan perusahaan dalam menjalankan fungsi ekonomi perusahaan pers sebagaimana dibolehkan dalam UU Pers, dengan perilaku jujur dan pemisahan yang jelas mana sebuah karya jurnalistik dan mana sebuah advertorial ataupun berita yang berbayar melalui ‘garis api’ yang tegas dan terang benderang.

Baca Juga:  Mengintip Harta Kekayaan Cagub - Cawagub Papua Yang Dilaporkan ke KPK

Semangat para pendiri Lingkar Papua sejak setahun lalu bahwa (5) pers harus menjadi pemantau kekuasaan akan terus hidup dan terpelihara dan tercermin dalam karya – karya jurnalistik yang di hasilkan oleh redaksi, dengan tetap (6) menyediakan forum bagi masyarakat melalui seperangkat rubrik yang akomodatif dan selalu (7) berusaha keras membuat hal penting menjadi menarik dan relevan.

Tentu bukan hal mudah menjaga kesinambungan nilai, keyakinan, mindset dan semangat yang sejak awal pendirian menjadi motor penggerak dan penyemangat redaksi guna (8) menjaga agar berita tetap proporsional dan komprehensif, dengan tetap (9) mengutamakan hati nurani di tengah nuansa kompetitif yang sengit berbagai medium informasi yang menggurita baik di tingkat lokal Papua maupun nasional.

Baca Juga:  ADA JEJAK BOY RAFLI AMAR DI POLDA PAPUA

Namun dengan kian bertambahnya penikmat dan pembaca Lingkar Papua di berbagai medium social media yang menjadi salah satu “alat marketing” dan medium penyalur nilai – nilai dan semangat 9 Elemen Jurnalistik yang di yakini Lingkar Papua menambah keyakinan Redaksi untuk terus belajar, berusaha dan bermetamorfosis untuk menjadi seperti apa yang di harapkan oleh publik.

Semoga sejumlah proses metamorphosis yang tengah Redaksi lakukan dan coba usahakan di tahun pertama ini bisa lebih menumbuhkan kepercayaan publik kepada Lingkar Papua, sebagai salah satu media alternative yang layak menjadi referensi publik dalam hal informasi. (Redaksi)

Berikan Komentar Anda

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*